Hai mommy mommy sayang,welcome to my blog, saya mau berbagi kisah pengalaman kami sebagai orangtua yang telah mengkhitan anak laki-laki kami di usia anak kami 14 bulan.
Baik, kisah ini saya mulai yaa, dari semenjak hamil kemudian USG dan mengetahui kalo bayi kami adalah laki-laki, saya sempet kepikiran wah kayaknya pengen khitan anak pas bayi aja.
Setelah Quthbi lahir, saya langsung menyampaikan keinginan khitan Quthbi pas bayi tapi suami dan keluarga besar menolak dengan alasan kasihan karna masih terlalu dini, sangat wajar memang karna umumnya di kalangan masyarakat sekitar khitan dilakukan ketika anak-anak sudah masuk usia sekolah dasar.

Dengan banyak pertimbangan akhirnya diusia Quthbi satu tahun saya menyampaikan lagi keinginan memgkhitan Quthbi, respon suami dan orangtua saat itu lebih menerima dan disepakati ketika Quthbi sudah bisa jalan dengan lancar baru boleh di khitan. Oke sayabdan suami pun saling meyakinkan diri.

Dibawah ini foto detik-detik menjelang Quthbi Khitan, sebenarnya bunda abi udah tegang banget. Tapi bismillah dikuat-kuatin 😅.



Tepat usia Quthbi 14 bulan diawal bulan Desember 2017 akhirnya kami mengkhitan Quthbi di rumah sunatan Jatiasih Bekasi, kami menggunakan metode khitan smart klem.
Apa itu Metode Smart Klem?
Metode ini bisa dibilang tanpa suntik dan minim rasa sakit, dan paska sunat pun anak boleh beraktivitas kembali seperti biasa. Itu yang saya dapatkan infonya sebelum khitan.
Dan benarkah demikian? 


Dibawah ini foto peralatan perang nya dokter khitan yang sudah disiapkan asistennya, bunda Quthbi barunliat ini udah lemes hahaha




Baik, saya ceritakan ya, Saya dan suami menemani proses khitan Quthbi dari awal sampai akhir. Diawal proses khitan memang tidak menggunakan jarum suntik ketika membius namun dengan alat khusus dan ini saya gak tau apa namanya. Setelah alat kelamin Quthbi dibius kemudian ditunggu sampai 3 menit , selanjutnya proses khitan pun dilakukan dokter dibantu para asistennya. Sebelum khitan dokter menjelaskan kesiapan lahir batin dari orangtuanya akan menguatkan anak nya.
  

Kurang lebih 30 menit proses khitan pun selesai, sebenarnya bisa lebih cepat tapi karna Quthbi sempat berontak dan nangis jadi prosesnya lebih hati-hati. Quthbi nangis bukan karna sakit tapi karna takut ketemu dengan orang baru diruang khitan. Karna setelah khitan selesai Quthbi anteng dan ceria lagi.
Hari pertama paska Khitan, Setiap Quthbi pipis pasti nangis dan ini sangat wajar karna kulup yang biasa melindungi sudah dilepas dan ada sensasi perih efek khitan, kami diberikan cairan pembersih tabung klem, obat pereda nyeri dan paracetamol jika anak demam , ya karna alat kelamin Quthbi masih dipasang tabung klem untuk menghindari gesekan dengan benda disekitar. Dan selama masa pemulihan Quthbi alhamdulillah anteng.
Di hari kedua Quthbi sudah bisa berdiri dan jalan seperti biasa dan juga sudah boleh pakai diapers dan celana. Setiap mau pipis pun Quthbi sudah gak nangis lagi. Saya dan suami sepakat kalau sudah dirumah wajib buka celana dan diapers supaya luka cepat kering dan tidak lembab.



Dan dihari ke-7 paska khitan, kami kembali lagi ke rumah sunatan untuk lepas tabung klem. Alhamdulillah semua lancar dan Quthbi sudah aktif ceria lagi bahkam dari hari kedua paska khitan, wahh abi bunda so proud of you nak, maasyaAlloh.
Dan sekarang bunda abi nya sudah tenang karna Quthbi sudah khitan dan insya Alloh lebih sehat. Awalnya kami takut tapi ternyata anak kecil itu jauh lebih kuat diluar dugaan kami.
Untuk harga khitan bisa langsung hubungi rumah sunatan ya moms. Terimakasih sudah mampir ke blog saya. Semoga bermnafaat ya moms.