Panel-surya
Energi surya salah satu energi terbarukan
Energi yang terbarukan menjadi issue baru yang menarik untuk dibahas. Adanya fakta menipisnya persediaan bahan bakar fossil adalah salah satu penyebabnya. 

Sehingga penting untuk menemukan energi baru dan terbarukan yang bisa dimanfaatkan demi kelangsungan hidup umat manusia dan kelestarian alam juga.

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi baru. Salah satunya dengan menggunakan energi matahari (surya). 

Sayangnya upaya penerapan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) ini belum sejalan dengan semangat transformasi menuju industri 4.0. 

Kurangnya koordinasi antar kementerian atau lembaga (K/L) ditengarai menjadi salah satu penghambat terwujudnya gagasan besar ini.

Menurut Airlangga Hartarto, dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari Selasa (3/9/2019) lalu menekankan bahwa koordinasi yang baik antara Kementrian atau Lembaga sangat berperan dalam upaya singkronisasi industri, yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), internet of things, big data, hingga robot.

Dalam gagasannya, Airlangga Hartarto hendak mendorong penggunaan solar panel dalam industri elektronik. Meskipun hingga saat ini pihaknya mengaku belum menemukan formula yang tepat untuk mengatur harga jual dari solar roof tersebut. 

Panel-surya
Panel surya (pixabay)
Karena biasanya dalam instalasi solar cell terdapat kelebihan daya. Dan untuk menentukan mekanisme kelebihan daya itu diperlukan panduan dari perusahaan setrum negara.

Selain untuk atap ramah lingkungan, Kementerian Perindustrian juga berencana mendorong penggunaan solar panel untuk membangun “power bank” atau tempat pengisian daya listrik yang ditujukan bagi kendaraan listrik. 

Airlangga melihat ada potensi bisnis yang cukup besar dari industri solar panel ini. Oleh karenanya, pemerintah harus berani memulai demi menciptakan permintaan.

Berdasar data dari Asosiasi energi surya Indonesia diketahui bahwa pemanfaatan energi surya di Indonesia baru sebesar 90 megawatt. Padahal potensi rata-rata yang dimiliki mencapai 1350 kilowatt per jam per kilowatt peak per tahun.

Panel-surya
Potensi tenaga surya harus dimanfaatkan (sumber : pixabay)
Potensi yang dimiliki ini lebih besar dibandingkan benua Eropa yang hanya mencapai 900 kilowatt per jam per kilowattpeak per tahun, namun pemanfaatannya sudah mencapai ribuan megawatt.

Untuk itu pasang solar panel perlu merambah ke bidang industri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Keuntungan Pasang solar panel untuk industri adalah karena seperti kita ketahui pancaran sinar matahari di Indonesia mempunyai intensitas yang tinggi dan stabil.

Untuk itu perlu dimanfaatkan oleh berbagai pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga fosil yang  semakin lama semakin menipis.

Selain itu terdapat pula keuntungan-keuntungan lain dari penggunaan panel surya, diantaranya adalah :

1. Dapat menghemat pengeluaran.
Pemanfaatan panel surya akan menghilangkan kekuatiran kita terhadap tren harga listrik yang meningkat. Karena kita dapat memproduksi listrik sendiri yang berasal dari cahaya matahari.

2. Ramah lingkungan
Panel surya merupakan energi terbarukan yang mendukung kampanye go green. Sehingga penggunaan panel surya dapat membantu upaya pelestarian lingkungan karena menggunakan sumber energi terbarukan dan tanpa polusi. 

Bagaimana, berminat juga untuk menggunakan panel surya? Mungkin teman-teman bisa mulai mempertimbangkannya.