Aromaterapi sudah menjadi hal yang cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Meski nggak semua orang menggunakan atau memilikinya, perpaduan kata ‘aroma’ dan ‘terapi’ mudah dicerna sebagai cairan atau benda yang mengeluarkan aroma untuk menenangkan pikiran bahkan memberikan efek kesehatan lainnya. Dari beberapa jenis aromaterapi, yang paling populer di pasaran adalah aromaterapi ruangan.

Aromaterapi ruangan berfungsi untuk menyegarkan ruangan sekaligus memberikan ketenangan dan rasa rileks bagi penghuninya. Menurut pengamatanku, aromaterapi ruangan bisa dibagi menjadi 3 tipe, yaitu aromaterapi bakar, aromaterapi ultrasonik dan aromaterapi uap. Kali ini, aku ingin fokus membahas tentang aromaterapi bakar.

aromaterapi bakar
etsy.com

Seperti namanya aja, cara menggunakan aromaterapi ini yaitu dengan dibakar. Kamu pun membutuhkan beberapa peralatan untuk aromaterapi bakar, antara lain:

  • Tungku aromaterapi
  • Essential oil
  • Lilin (biasanya berbentuk lingkaran kecil)
  • Sedikit air
  • Korek api

Cara pakai aromaterapi ruangan bakar:

Menggunakan aromaterapi ruangan bakar cukup mudah. Biar nggak bingung, berikut langkah-langkahnya:

  • Tuang sedikit air di tungku aromaterapi bagian atas (yang ada cekungannya) dan beri beberapa tetes essential oil
  • Nyalakan lilin berbentuk lingkaran kecil dan masukkan ke perut tungku
  • Air yang telah tercampur dengan aromaterapi/essential oil akan menguap perlahan dan mengeluarkan wangi.
  • Matikan lilin ketika air di atas tungku sudah habis. Tunggu hingga panas di tungku hilang.
  • Setelah tungku dingin, cuci/bilas tungku bagian atas sehingga sisa wangi aromaterapi hilang.
Sisa aromaterapi di pembakaran
naomipeli.com

Cara menggunakan aromaterapi bakar memang cukup mudah, tapi sebenarnya ada kelebihan dan kekurangannya. Dulu selama aku masih pakai aromaterapi bakar, ini yang aku temui.

Kelebihan aromaterapi ruangan bakar:

  • Mudah ditemui karena lebih banyak dijual. Bahkan ada yang dijual satu paket (tungku, lilin dan aromaterapinya)
  • Lebih murah. Harga cukup variatif, sekitar Rp 30.000 - Rp 60.000 (harga paketan)
  • Lebih ringan dan mudah dibawa-bawa/dipindah karena ukurannya yang kecil
  • Karena jumlah air lebih sedikit, maka bisa gonta-ganti aromaterapi dengan lebih cepat.

Kelemahan aromaterapi bakar:

  • Menggunakan api sehingga lebih berisiko jika ditinggal dan lupa dimatikan.
  • Ketika tungku sering dipakai tapi nggak rajin dibilas, biasanya akan tercampur dengan wangi aromaterapi sebelumnya.
  • Semakin sedikit air dalam tungku, maka wanginya akan berubah menjadi bau gosong.
  • Kondisi tungku akan berubah jika lama dipakai (lebih rentan bau gosong, menghitam, dll).
  • Menyisakan sampah seperti lilin bekas pembakaran.
  • Karena ada kontak dengan panas, maka ada perubahan kimia yang terjadi pada aromaterapi sehingga wanginya jadi berkurang dan manfaatnya jadi hilang.

FYI, sebenarnya aromaterapi ruangan bakar itu nggak cuma dalam bentuk tungku aja, tapi ada juga yang berbentuk dupa. Justru, pertama kali aku ‘kenalan’ dengan aromaterapi waktu SMA dulu ya dengan yang bentuk dupa ini. Bentuk dupanya pun ada 2, yaitu stick (seperti dupa umumnya) dan kerucut (untuk kerucut biasanya tersedia tungku kecilnya juga sebagai alasnya). Walau langsung dibakar (nggak pakai lilin), aromaterapi bakar dalam bentuk dupa ini juga menyisakan sampah yaitu abu sisa pembakarannya. Aromaterapi ruangan dalam bentuk dupa ini mungkin kurang familiar, tapi mudah ditemui di beberapa kota seperti Bali dan Yogyakarta.

aromaterapi bakar dupa
banggood.com

Memang sih, aromaterapi ruangan yang paling familiar adalah aromaterapi bakar yang pakai tungku. Biasanya kita sering lihat ini di tempat spa dan ditaruh di dalam kamar. Tapi ada juga aromaterapi ruangan yang menimbulkan panas tapi pakai listrik, yaitu aromaterapi elektrik atau heat diffuser. Bedanya hanya di sumber panasnya aja. Bahkan bentuknya pun kadang nggak jauh beda dengan tungku.

Menuang aromaterapi ke aromaterapi bakar (aromatherapy burner)
unsplash.com/socialcut

Kamu tentu juga pernah lihat aromaterapi ruangan yang mengeluarkan uap, kan? Itu namanya ultrasonic diffuser. Jenis aromaterapi ruangan ini bisa dibilang salah satu yang paling aman dan lebih sehat, lho! Penasaran seperti apa detailnya? Tunggu tulisanku tentang aromaterapi ultrasonik nanti ya!

Ngomong-ngomong, kamu sendiri pernah nggak pakai aromaterapi bakar? Ceritain pengalaman kamu di kolom komentar, dong!

The post Aromaterapi Ruangan yang Dibakar, Ini Keuntungan dan Bahayanya appeared first on Pamper Story.