lacoco-en-nature-skincare-amazonian-charcoal-glow-mask-review

Awal bulan lalu aku diberi kesempatan oleh clozette untuk coba ketiga produk dari brand lokal baru yang memiliki konsep natural, Lacoco en nature skincare. Salah satu produk yang akan aku review kali ini yaitu clay masknya alias Amazonian Charcoal Glow Mask. 

Kalau kamu suka baca blog aku yang masih angot-angotan buat update pasti tahu dong ini bukan kali pertama aku coba skincare dengan konsep natural. 

Memang aku lebih senang skincare dengan konsep natural atau menggunakan bahan dari alam seperti Lacoco en nature ini. Tapi bukan berarti brand yang "tidak ditulis natural" itu tidak bagus ya, cuma masalah preferensi saja. 

Selama tidak mengklaim "tidak mengandung bahan kimia" sih masih ok, karena air dan udara juga kan termasuk zat kimia. 

Selain natural, Lacoco juga mempunyai komitmen untuk cruelty free atau tidak mengujicoba produknya kepada hewan.

Walaupun termasuk brand baru di kancah kesyantikan, sebenarnya Lacoco ini merupakan adik dari sister brand avoskin beauty yang akhir-akhir ini bannyak dirave para beauty enthusiats. 

Lacoco En Nature Amazonian Charcoal Glow Mask


Ini produk terakhir yang aku coba dari ketiga produk Lacoco. Aku sangat menghindari clay mask di bulan puasa karena kondisi kulitku yang makin mengering dan dehidrasi. 

Dari segi packaging keliatan simple dan elegant, plusnya dalam kemasan tube, jadi tidak mudah kering. 

Walaupun judulnya glow, aku tidak terlalu ekspektasi lebih akan glowing ala glass skin. Jelas lah, dari kandungannya saja ini lebih ke deep cleansing karena ada charcoal dan methyl lactate atau sejenis lactid acid dan termasuk keluarga AHA. Mungkin maksudnya shine bright like a diamond karena bersih. Tapi kan shine bright udah dipake lagu sama ceu rihanna, bersih bersinar juga udah dipakai sabun cuci piring, jadi pakai glow sadja. *sotoy*


lacoco-en-nature-skincare-amazonian-charcoal-glow-mask-review


Di kemasan dalamnya tertulis suitable for all skin types. Tapi di kardus produknya tertulis cocok untuk kulit normal dan berminyak. Aku lebih setuju dengan tulisan di kemasan kardusnya karena di kulitku yang kering terasa banget sensasi dingin mint yang lumayan kuat begitu digunakan. Sensasi mintnya juga lumayan tahan lama sampai aku beres skincare routine malam. Dan itu lama banget, soalnya setelah pakai clay mask, biasanya aku suka tambah pakai sheet mask atau 7 skin method bsupaya tidak dehidrasi.  


lacoco-en-nature-skincare-amazonian-charcoal-glow-mask-review

Masker ini mempunyai tekstur yang mirip pasti gigi berwarna hitam charcoal dengan scrub kecil yang katanya berasal dari bubuk biji aprikot. 

Tidak seperti black mask yang pernah aku pakai, masker ini tidak lengket dan mudah untuk diratakan. Membersihkannya pun gampang, jika ingin sekalian physical exfoliate, basahi sedikit wajah yang sedang dimasker, kemudian pijat lembut. Aku lebih memilih pijat sedikit di bagian hidung dan langsung dibilas. Kulit beneran langsung bersih tanpa residu masker atau charcoal dan tidak buat kulit ketarik. Surprisingly, komedo bandel di hidung juga hilang setelah pakai masker ini.


Kesimpulan



Untuk harga 225.000 sebenarnya cukup bersaing dengan clay mask brand lain.  Performanya pun lumayan bagus dan dapat komedo di hidung aku yang buandelnya minta ampun. 

Tapi aku kan irit binti medit alias enggak mau nyetok banyak masker, cukup satu clay/mud mask aja di rumah dan baru bisa beli lagi kalau masker yang lagi dipakai sudah mau habis kayanya enggak akan repurchase karena banyak clay mask yang lain yang pengen aku coba.  

Penasaran dengan review dua produk lacoco yang lain? Bisa cek review aloe vera soothing mist dan intensive treatment eye serum.

lacoco-en-nature-skincare-review

www.febifebriany.com