event-launching-bebelac-formula-baru-tanggap-yang-lengkap

Rabu, 11 April 2018 kemarin saya diundang oleh Bebelac untuk datang ke gathering dan launching produk terbarunya bareng para mom blogger dan selebrity mom lain di, Jekardah.

Selain gathering dan launching produk, yang bikin saya tertarik acara ini juga diisi dengan talkshow seputar parenting tumbuh kembang anak bersama dr. Nur Aisyah Wijaya Sp.A(K) sebagai konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak  atau biasa dipanggil Dokter Nuril, Mommy Gisella plus Gempita udah pada tahu lah ya sebagai brand Ambassador Bebelac dan Psikolog eksis yang sering wara-wiri tak lain dan tak bukan, Roslina Verauli atau yang akrab dipanggil Mbak Vera. Intip keseruannya lebih lengkap yuk!


Tadinya saya mau ajak teteh Harumi dan dedek Hamiz. Tapi teteh mau ikut mama ke pantai, jadilah saya pergi ke event Bebelac bareng Hamiz.

event-launching-bebelac-formula-baru-tanggap-yang-lengkap


Dedek Hamiz, jangan ditanya lah ya, karena suasana venuenya yang sangat ramah anak, ada playground, banyak anak dan *uhuk makanan, dedek nyaman main di sana walau akhirnya rewel karena ngantuk.

event-launching-bebelac-formula-baru-tanggap-yang-lengkap


Materi yang disajikan di talkshow ini boleh dibilang daging semua. Penting banget deh buat mamah-mamah yang selalu muda dan punya anak jaman now untuk memantau tahap perkembangan anak supaya anaknya enggak cuma pintar akademik tapi juga tanggap yang lengkap. Nah, apa pula itu tanggap yang lengkap?


event-launching-bebelac-formula-baru-tanggap-yang-lengkap

Tanggap yang lengkap 


Katanya, jaman sekarang itu banyak kasus anak yang secara akademis pintar, tapi susah bersosialisasi. Tanggap yang lengkap disini artinya anak yang cepat tanggap, punya rasa peduli dan tanggap bersosialisasi.

Buat apah pintar tapi tidak peka membantu orang lain?

Bebelac disini mengampanyekan Tanggap yang Lengkap yang bertujuan supaya anak mempunyai kepintaran intelektual dan pintar bersosialisasi.

Menurut mbak Vera, tanggap yang lengkap itu setidaknya dipengaruhi oleh tiga hal:

1. Cepat tanggap

Lebih ke intelektual atau perkembangan kognitif dan perkembangan motorik anak, bagaimana si anak merespon, mengingat dan me-recall apa yang diberikan oleh orang tua dan guru.

2. Tanggap secara sosial

Berhubungan dengan kecerdasan sosial pada anak. Diharapkan di masa yang akan datang, anak mampu bekerja sama, mengerti aturan dan tahu mana yang baik dan salah.

3. Tanggap secara emosional

Ini berhubungan dengan tanggap sosial. Bagaimana cara anak mengendalikan emosi. Jadi tanggap emosial tidak akan berkembang jika anak tidak memiliki tanggap secara emosional atau kecerdasan emosi.

Peran orang tua


Menurut mbak Vera, ketiga tanggap tersebut dapat distimulasi melalui pengasuhan anak di rumah alias parenting anak. Mbak Vera memberikan contoh dengan memberikan dua kertas dengan warna berbeda, merah dan biru yang harus diisi sesuai dengan perkataan apa yang sering diucapkan orang tua ke anak.

Kertas merah diisi dengan kalimat negatif seperti, iiih, ko cengeng?, kok gitu sih?, kamu bukan anak mama dll. Kertas biru diisi dengan kalimat positif seperti I love you, kamu hebat, tenang ada mama disini, dll. Darisana dapat terlihat seberapa banyak kita memberikan energi positif dan negatif untuk anak.

Anak yang lebih banyak diberikan kalimat dan energi positif ketika kondisinya sedang drop, emosinya akan tetap stabil dan mampu berempati kepada orang lain. Kecerdasan emosinya mulai tumbuh dan merangsang kecerdasan sosialnya. Saya jadi belajar lagi untuk tahan diri memberikan kalimat negatif ke anak-anak.

Terus sampai kapan kecerdasan esmosi dan soksial ini harus diasah? Sampai kapan hayo...

Mbak Vera tegas menyebutkan stimulasi ini diperlukan seumur hidup. Karena yang sudah dewasa pun ternyata masih banyak yang kecerdasan sosial dan emosinya belum sempurna.

Peran nutrisi


Selain stimulasi, nutrisi yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan diri anak.

Jadi inget dulu waktu medical check-up, sempat diskusi dengan dokternya yang ternyata punya anak seumuran Hamiz. Menurut beliau, anak butuh gizi dan nutrisi dua kali, pertama untuk pertumbuhan, perkembangan tubuh dan otaknya, kedua untuk energinya.

Dokter Nuril di acara ini juga menjelaskan kalau kecukupan gizi merupakan hak anak yang harus dipenuhi sejak masih dalam kandungan. 

Nutrisi bukan hanya terdapat dari sayur dan buah saja, lho. Protein hewani, seperti hati, daging, ikan yang kaya akan omega 3 dan 6, vitamin dan mineral juga dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya.

Pas banget, Bebelac hadir dengan produk baru yang formulanya sudah disempurnakan. Formula barunya mengandungminyakikandan omega 6 yang ditingkatkan, Omega 3, FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan, serta 13 Vitamin dan 9 Mineraluntuk mendukung pemenuhan gizi dan perkembangan anak agar lebih optimal, sehingga anak tumbuh hebat dengan Tanggap Yang Lengkap.


event-launching-bebelac-formula-baru-tanggap-yang-lengkap


Saya sepertinya harus sering ikut event macam ini. Selain dapat ilmu dari para ahli, saya juga dapat sharing dengan mahmud lain dalam mengasuh anak agar perkembangannya seperti perkembangan bahasa anak dan perkembangan sosial anak dapat tumbuh optimal. Apalagi Hamiz dan Harumi sedang masa emas pertumbuhannya.

Walaupun bukan ibu yang sempurna, setidaknya saya berusaha menjadi ibu yang baik yang enggak gampang baper dan merasa berkompetisi soal tumbuh kembang anak. Syukur syukur dapat mendorong kecerdasan intelektual, emosi dan sosial Harumi dan Hamiz supaya lebih optimal, tanggap yang lengkap gitu deh.

Terima kasih Bebelac untuk undangan dan ilmunya. Untuk info lebih lengkap seputar Tanggap yang lengkap boleh dilihat disini.

XOXO,

www.febifebriany.com


Disclaimer: Saya pro ASI, Hamiz masih full ASI insya Allah sampai 2 tahun, teteh Harumi juga full ASI sampai 3 tahun malah. Susu tambahan saya berikan setelah 2 tahun. Sekian dan terima kasih.