Beberapa tahun yang lalu saya sempat merasakan betapa berdebar-nya dada ini ketika melihat janur kuning melengkung dan mempelai lelaki datang dengan sambutan yang meriah, Yap dulu saya menjadi ratu sehari alias pengantin muda yang sedang di mabuk asmara.

Ketika itu saya masih belia dan calon imam saya pun hanya beda sekitar 3 tahun dengan usia saya. Memutuskan untuk menikah muda bukanlah hal yang mudah saya dan kini yang sudah menjadi suami sah harus meyakinkan orangtua bahwa kami memang benar-benar sungguh ingin membina keluarga. Harapannya tentu samawah!

Awalnya orangtua memang tidak setuju karna merasa kami ini masih muda dan takutnya nanti jika ada pertengkaran pastinya kami berdua akan menyikapinya dengan labil dan tak tahu harus apa.

Namun seiring berjalannya waktu dan dalam Islam pun menikah itu adalah ibadah dan halal kami yakin kedepannya akan lebih baik dan semua juga semata-mata hanya karena Allah Ta'alla.


Kemarin pas dapat undangan job dari blogger plus rasanya senang karena tema yang akan dibahas masalah bagaimana membangun keluarga yang terencana bersama BKKBN di TMII saya antusias sekali mengikuti dan mendengar bait demi bait penjelasan dari Direktur Bina Keluarga Remaja BKKBN
Eka Sulistya Ediningsih beliau memaparkan ;

 ✓ Menjalani kehidupan berkeluarga adalah fase terbesar dalam hidup setiap orang karena berkeluarga
menyatukan dua individu yang berbeda, akan ada peran dan tugas yang melekat pada masing-masing terkait
dengan posisinya sebagai suami-istri, ayah-ibu (orangtua), dan menjamin terlaksananya fungsi keluarga agar
memiliki ketahanan dan kesejahteraan sehingga terwujud keluarga yang berkualitas.

✓Harus ada program yang didisain secara komprehensif untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan
bagisetiap individu agarmampu menjalani kehidupan berkeluarga dengan optimal.

✓ Program dimaksud tidak sekadar Kursus Pra Nikah atau Bimbingan Pra Nikah yang dilaksanakan sebelum
seseorang menjalani pernikahan, tetapi program yang didisain jauh-jauh hari sebelum seseorang memutuskan
untuk menjadi calon pasangan.

✓ Remaja adalah fase yang terjadi pada setiap individu sebelum memasuki fase kedewasaan sehingga perlu
disiapkan agar memiliki pengetahuan komprehensif tentang pengetahuan berkeluarga yang harapannya dapat
menyiapkan diri dan merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik.


✓ Merencanakan keluarga tidak hanya tentang merencanakan menikah di usia ideal dan merencanakan jumlah
anak ideal, tetapi merencanakan secara komprehensif semua hal tentang persiapan untuk membangun
keluarga yang berkualitas(yang disesuaikan dengan kemampuan kognisi dan usia remaja sasaran).

✓ Merencanakan keluarga dimulai dari mengarahkan cinta menjadi cinta yang terencana agar terbangun keluarga
yang terencana sehingga terwujud keluarga yang berkualitas.

Ulasan Beliau perihal Keluarga Terencana sangatlah mengetuk hati saya dengan berpikir apakah keluarga kami sudah terencana ataukah masih ada yang kurang?

Lalu bagaimana sih cara kita sebagai seorang istri agar tetap memiliki cinta terencana agar keluarga stabil, ada beberapa point yang saya tangkap dari materi pembahasan narasumber yang hadir.


KELUARGA TERENCANA MASA DEPAN PUN BAIK

✓ komunikasi yang baik antara suami dengan istri, ibu dan anak, ayah dan anak , Ayah , ibu dan anak.
✓ saling terbuka
✓ kepercayaan
✓ gotong royong
✓ MENCINTAI ini sih yang utama kalau ga ada cinta pun kan ga mungkin bisa satu ya ga?

Keluarga pun seperti layaknya bekerja-sama


8 Fungsi Keluarga
° Fungsi Agama
° Fungsi Sosial Budaya
° Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
° Fungsi Perlindungan
° Fungsi Reproduksi
° Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
° Fungsi Ekonomi
° Fungsi Pelestarian Lingkungan

Suasana Acara 😆

Ada prinsip Cinta Terencana ialah :
Mencintai diri sendiri
Mencintai pasangan
Mencintai keluarga
Mencintai bangsa
Mencintai negara

Diatas apakah kamu-kamu memiliki prinsip Cinta Terencana?

Gimana prinsip keluarga ala kalian ? Apakah sudah siap untuk menikah?
Dan pernikahan dini di tahun sekarang ini yang semakin marak sungguh memprihatinkan bukan, karena mereka sebenarnya adalah korban keadaan selayaknya mereka mendapatkan pendidikan dan merasakan masa-masa remaja yang sangat indah sehingga ketika mereka sudah di usia matang dan siap untuk menikah, mereka akan mampu membangun keluarga yang sangat terencana tanpa harus mempermasalahkan masalah-masalah kecil.