Sejak lulus Kuliah tidak sekalipun aku melemar menjadi PNS, bukan nya tidak tertarik, tapi jiwa enterpreneur ku sangat bergejolak hehehhe, sampai saat ini sudah beberapa kali aku mencoba membangun bisnis dan Alhamdulillah semuanya GAGAL (gagal kok seneng hahah), ya kan kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan.

Setelah aku analisa, ternyata penyebabnya adalah ketidak tahuan atau kurangnya ilmu untuk menjalankan bisnis, bisnis itu perlu perencanaan, perlu banyak belajar, banyak bergaul dengan sesama pebisnis dan banyak mengikuti seminar bisnis dll.

Setelah lama vacum berbisnis aku jadi semangat lagi setelah kemarin hadir di acara “Semarak Festival IKMA 2019” persembahan dari Kementrian Perindustrian bertempat di Balai Kartini Jakarta Selatan, tanggal 11-12 Desember 2019.

Berfoto sebelum acara dimulai

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan aneka (IKMA) kembali menyelenggarakan acara yang bertajuk “Semarak Festival IKMA”. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret Kemenperin untuk terus berupaya meningkatkan daya saing produk serta sumber daya manusia khususnya di sektor IKMA.

“ Semarak Festival IKMA 2019” yang diselenggerakan di Raflessia Ballroom, Balai Kartini pada 11-12 Desember 2019, juga menjadi bagian tugas dan fungsi Kemenperin untuk semakin menumbuhkan dan mengembangkan sektor IKMA. Tujuan lainnya adalah memberikan visualisasi atas hasil yang sudah dilaksanakan oleh Kemenperin, khususnya terhadap kemajuan IKMA di Indonesia.

                     
Bapak Mentri Perindustrian Agus Gumiwang saat konfrensi pers

Kemenperin mencatat, industri kecil dan menengah (IKMA) merupakan sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia, yang selama ini berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Jumlah IKM hingga kini telah melampaui 4,4juta unit dan menyerap tenaga kerja lebih dari 10,1juta orang.

Ki-ka : MC,Ibu Gati Wibawaningsih,Mr.Alves dan BPK Ali (Speaker)

“Acara ini merupakan persembahan kepada sektor IKMA yang telah bersungguh sungguh meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitas dan sertifikasi untuk bertransformasi menuju IKMA 4.0” kata dirjen IKMA Kemenperin Ibu Gati Wibawaningsih

Melalui acara “Semarak Festival IKMA 2019”, Kemenperin melalui Ditjen IKMA akan menyerahkan penghargaan baik kepada IKMA maupun yang mendukung kemajuan IKMA, kemudian menyerahkan beberapa fasilitas terkait pengembangan produk dan juga penguatan SDM IKMA, serta adanya perjanjian kerjasama dengan beberapa pihak dalam rangka penguatan IKMA.

Suasana pameran produk IKM

Adapun rangkaian program “ Semarak Festival IKMA 2019” ini terdiri dari pameran dan penyerahan penghargaan yang meliputi :

Pameran  Startup dan Festival IKMA
Penghargaan Startup4Industry
Penghargaan lomba Design Indonesia Footwear Creative Competition
Pemberian Fasilitasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan serta Fasilitasi Sertifikasi Halal yang dilakukan secara simbolis

Penyerahan penghargaan dan sertifikasi

Selain rangkaian program di atas, acara ini juga menyerahkan :

Pemberian fasilitasi Pengembangan Produk lainnya seperti bantuan Cetak Kemasan, Fasilitasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Fasilitasi SNI baik pakaian Bayi, mainan anak, garam konsumsi beruodium dan produk elektronik, serta Fasilitasi Sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)
Fasilitasi Sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP), Fasilitasi Penerapan cara pembuatan Kosmetika yang baik (CPKB), Fasilitasi Ijin Edar bagi IKM Kosmetik, Fasilitasi Merk, Hak Cipta, Desain Industri serta Fasilitasi Test Report Mesin TTG.

Pada rangkaian acara, Ditjen IKMA juga akan fasilitasi untuk pengembangan SDM seperti Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Barista, pakaian jadi, Teknis Reparasi AC dan Finishing Mebel Kayu. Selain itu akan dilaksanakan pengukuhan Asosiasi Printer Tiga Dimensi Indonesia, yang memiliki visis untuk membentu produk Indonesia agar dapat bersaing dan kompeten di dunia International.

Selain itu juga digelar penandatanganan perjanjian kerjasama antara Balai Pengembangan Industri Indonesia (BPIPI) yang merupakan unit kerja dibawah Ditjen IKMA, dengan PT. Panatrade Caraka selaku produsen sepatu lokal terkemuka.

Salah satu stand dengan alat tenun kain khas Bali

Stand VIE juara 2 kategori Integrasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Stand Kostoom, Juara I kategori Platform Digital





“Semarak Festival IKMA 2019” diharapkan dapat menjadi pemacu baik bagi IKMA maupun bagi pembina IKMA untuk dapat meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitasi dan sertifikasi untuk bertransformasi menuju IKMA 4.0. Selain itu juga  dilaksanakan seminar Startup Tech  Provider 4 Industry” papar Gati Wibawaningsih

Presentasi " Learn to Smart Manifacture" oleh Mr.Alves


Sebagai penutup acara, akan dilksanakan talkshow dengan tema “ Transformasi IKMA 4.0” yang  banyak membahas mengenai beberapa isu yaitu bagaimana situasi revolusi industri keempat selama ini, hasil penerapan  Industry 4.0 Readyness Index di Sektor Aneka, hasil pemetaan menuju implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor IKMA, serta tentang teknologi pendukung revolusi industri keempat.

Dengan adanya program “Transformasi menuju IKMA 4.0” diharapkan pula Indonesia semakin siap menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan daya saingnya melalui kompetisi, fasilitasi dan sertifikasi untuk dapat mencapai tujuan tersebut.




Habis menghadiri acara ini selama 2 hari berturut turut, aku jadi semangat lagi memulai usaha kecil kecilan dengan menerapkan ilmu dari apa yang aku dapatkan di acara ini.