Bandung selalu menjadi tempat asyik untuk dikunjungi. Kejenuhan kota dan kesibukan kerja bisa kita lupakan sejenak dengan mengunjungi ibu kota Jawa Barat ini. Apalagi bagi kita yang tinggal di Jakarta, Bandung rasa-rasanya jadi tempat ‘berlindung’ dari semua kebisingan ibu kota. Jaraknya tak terlalu jauh, dan menawarkan berbagai atraksi hiburan dan tempat wisata.

Nah, saat ke Bandung beberapa waktu lalu, saya berniat mengeksplor beberapa tempat wisata, wisata kuliner maupun wisata alam. Sehingga, saya dan suami memutuskan untuk mencari penginapan yang murah-murah saja agar budget bisa dialokasikan untuk berkunjung menikmati tempat wisata.

Kami akhirnya memutuskan untuk bermalam di Uncle D Bed & Breakfast yang berlokasi di kawasan Dago. Di sini, harga per malam sangat terjangkau, yakni Rp 300 ribuan saja termasuk sarapan. Kami pun menginap dua malam.

Suasana Review Uncle D Bed & Breakfast
Suasana Uncle D Bed & Breakfast

Ada beberapa alasan yang mendorong kami memilih penginapan yang satu ini, selain harganya yang terbilang murah. Dari foto dan beberapa informasi yang kami dapat, Uncle D Bed & Breakfast mendapatkan nilai yang cukup memuaskan atas pelayanannya. Tempatnya terlihat asik, meskipun kecil. Ruangannya didesain rustic yang dapat menghadirkan kehangatan dan kesan homey bagi yang bermalam.

Kami pun yakin Uncle D Bed & Breakfast akan menjadi tempat menginap yang bikin betah.

Hari kedatangan di Bandung, kami langsung bertolak ke Uncle D Bed & Breakfast langsung dari stasiun. Dengan waktu perjalanan sekitar 15 hingga 20 menitan saja, kami naik Grab Car dari Stasiun Bandung ke penginapan. Tempatnya di pinggir jalan, dengan jalanan yang naik turun (khas perbukitan ya). Sebagai penanda, ada papan kayu bertuliskan nama penginapan untuk memudahkan calon pelancong menemukan lokasi. Tapi tenang, sebenarnya di Google Maps juga sudah tersedia lokasi ini.

Sesampainya di Uncle D Bed & Breakfast, kami disambut oleh seorang Bapak (Duh lupa nggak tanya namanya). Orangnya ramah sekali dan langsung mempersilakan kami ke kamar yang sudah kami pesan.

Kesan Rustic di Review Uncle D Bed & Breakfast
Kesan Rustic di Uncle D Bed & Breakfast

Masuk ke kamar, kami langsung merasa betah. Dengan dekorasi ruangan sedemikian rupa, dengan tanaman hijau di pojok kamar dan unsur-unsur kayu di sana-sini, jelas saja ini membuat kami merasa nyaman.

Sayang, setelah beberapa saat kami berada di kamar. Kami mulai menyadari ada beberapa hal yang rasanya kurang. Pertama, kamar mandinya.

Toilet di kamar mandi tidak berfungsi dengan baik. Tombol flush-nya rusak, dan saat ditekan tak keluar air meskipun keran sudah dipastikan nyala. Kedua, tak ada peralatan mandi. Mulai dari sabun, shampoo, sikat dan pasta gigi harus kami beli sendiri.

Kamar Mandi di Review Uncle D Bed & Breakfast
Kamar Mandi di Uncle D Bed & Breakfast

Ketiga, seprainya terasa panas. Entah kenapa saat tidur seprai membuat gerah, mungkin karena bahannya. Dan, bantal juga terasa lepek sehingga kurang nyaman untuk menyangga kepala saat tidur.

Keempat, dan yang paling mengganggu. Kami tidak bisa tidur saat malam hari karena lokasinya yang di pinggir jalan. Bising lalu lalang kendaraan sangat terdengar dan mengganggu. Maka, selama dua malam, saya khususnya, tidak bisa tidur sama sekali.

Kelima, menu sarapan. Soal menu sarapan ini saya kira bakal lebih mending ketimbang ‘hanya lumayan’. Ternyata, kami disuguhkan menu yang sangat sederhana. Di hari pertama, menu yang disediakan nasi goreng dengan teh panas manis. Di hari kedua, nasi goreng lagi dengan air putih.

Sarapan di Uncle D Bed & Breakfast
Sarapan di Uncle D Bed & Breakfast

Jadi, apakah saya akan kembali menginap di sini jika ke Bandung? Saya rasa tidak. Hal-hal lain sebagainya mungkin masih bisa ditoleransi, tetapi lokasinya yang dekat jalan raya dan bising kendaraan yang sangat tidak memungkinkan untuk beristirahat di malam hari membuat saya tidak merekomendasikan tempat ini.

Ingin membaca rekomendasi hotel murah lainnya? Klik [Review Airy Rooms] A Room with Budget, Why Not?