Sampai hari ini isu stunting masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah dan kita semua tentunya. Dan masalah ini paling disorot di Indonesia. Data RISKESDAS menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada 2018 mencapai 30,8 persen. Itu artinya, satu dari tiga balita mengalami perawakan pendek akibat malanutrisi kronis. Pilu rasanya hati ini kalau melihat masih banyak anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. 

Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, untuk itu penting sekali asupan gizi dan nutrisi yang terpenuhi sejak dini agar kelak mereka menjadi generasi yang berkualitas. Karena asupan gizi adalah pondasi tumbuh kembang anak. Kalau nutrisi dan gizinya tercukupi nggak cuma tumbuh kembang saja yang berkualitas tapi harapan agar anak-anak kita kelak menjadi anak yang berprestasi di dunia pendidikan bukanlah harapan yang mustahil. Maka dari itu dukungan dari kita semua sangat dibutuhkan, masalah anak-anak kekurangan gizi adalah masalah bersama. 

Hendro Utomo - Ari Wibowo - Shahnaz Haque-Moderator 

Bicara pendidikan dan gizi, Rabu tanggal 27 November 2019 dalam Rangka Hari Guru Nasional, Sekolah Rakyat Ancol (SRA) bersama FOI (Foodbank Of Indonesia) menyelenggarakan sebuah talkshow untuk memperingati hari guru nasional dengan mengangkat tema "Guru Inspiratif Dukung Anak Merajut Impian". Dan saya turut menghadiri talkshow yang bermanfaat ini yang menghadirkan narasumber Shahnaz Haque (Public Figure), Ari Wibowo (Founder Komunitas Guru Mengajar), Bambang Karnoto (Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Utara), Hendro Utomo  (Founder FOI), dan Berto Darmo Pujoasmanto (Direktur Pembangunan Jaya Ancol Tbk). Selain itu para guru perwakilan guru Sekolah Dasar dan murid dari Sekolah Rakyat Ancol (SRA) juga turut hadir di event yang diadakan di Auditorium Seaworld Ancol ini. 

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama dan dilanjutkan dengan tarian Indonesia Menari dari murid-murid SRA. Dalam sambutannya bapak Bambang Karnoto memaparkan bahwa anak didik zaman now harus memiliki 4 kompetensi, yaitu: Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kooperatif. Pak Bambang berharap anak-anak di SRA harus memiliki 4 kompetensi ini agar menjadi anak-anak unggul di masa depan. 

Bambang Karnoto 

Peringatan Hari Guru Nasional ini nggak cuma sekadar peringatan saja tapi ada tujuan yang lebih penting terkait anak-anak di Sekolah Rakyat Ancol (SRA), yakni harapan agar kita sebagai anggota masyarakat  menyadari bahwa peran kita sangat diperlukan untuk memfasilitasi akses pendidikan, terutama anak-anak kurang mampu agar mereka dapat Merajut Impian dan tak putus sekolah. Yups, ini adalah tanggung jawab kita bersama. Guru juga berperan dalam hal ini, sehingga dalam momen Hari Guru ini, FOI dan SRA mengapresiasi peran para guru. 

Berto Darmo Pujoasmanto 

Direktur PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Bapak Berto Darmo Pujoasmanto mengatakan untuk mendukung anak-anak SRA tetap Merajut Impian, Ancol memberikan bantuan berupa sepeda melalui program Bike to School. Sepeda yang diberikan total ada 21 sepeda untuk anak kelas 7, 8, dan 9.

Simbolis pemberian sepeda gratis 
Dalam sesi talkshow, Shahnaz yang seorang Public figur yang concern dengan dunia pendidikan menjelaskan bahwa pada dasarnya semua anak adalah anak pintar dan anak beruntung. Menurut Shahnaz cerdas itu bukan menghafal tapi bisa melakukan sesuatu dari pikiran. Anak-anak diharapkan menghargai guru karena guru adalah orangtua yang sampai kapanpun nggak bisa kita bayar hutang budi nya.

Shahnaz sangat perhatian dengan dunia pendidikan

Dan menjadi guru pun harus  benar-benar penuh kesadaran dan memahami anak-anak. Karena guru akan berhadapan dengan banyak anak dan berarti menghadapi berbagai karakter anak. Misal ada anak yang sukanya melihat atau Visual, ada yang suka mendengar atau Audiotori, dan anak yang nggak diam atau Kinestetik.  Nah, para guru diharapkan memahami karakter anak agar guru dapat membantu anak lebih cepat memahami pelajaran yang diajarkan. 

Kemudian mas Ari Wibowo daru Komunitas Guru Belajar share mengenai tips jadi guru keren. Menurutnya mengajar anak zaman now guru juga harus zaman now. Termasuk bagaimana peran guru mengatasi paparan teknologi di dunia pendidika dan menggali potensi murid sesuai kebutuhan. 

Ari Wibowo dan Shahnaz Haque 

Sesi terakhir adalah paparan dari Founder FOI, bapak Hendro Utomo. Saat ini FOI terus mendorong gerakan positif untuk membuka berbagai potensi akses pangan khususnya bagi anak-anak untuk menuju Indonesia Merdeka 100%. Dalam paparannya pak Hendro menjelaskan bahwa demi mewujudkan pendidikan yang baik, anak-anak harus mendapatkan asupan makanan yang cukup, terutama di pagi hari. Anak-anak harus sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran agar mereka bisa berkonsentrasi. 

Para Narasumber di Talkshow Guru Inspiratif Dukung Anak Merajut Impian 

FOI hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat. Dalam praktiknya, FOI menjadi jembatan antara masyarakat yang berlebihan makanan dengan masyarakat yang membutuhkan. Seperti yang tertera pada Pembukaan UUD 1945 alinea 1 dan 2 bahwa bangsa yang merdeka adalah mereka yang berdaulat atas pangannya sendiri dan mampu mengatur untuk membentuk impian masyarakat yang adil dan sejahtera. 

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai FOI dan kegiatannya, teman-teman bisa mengikuti sosial media dan Web FOI dibawah ini.