Hai MenTemen udah tau belum, kalau tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Nah aku berkesempatan menghadiri temu Blogger bersama Kemenkes RI mengikuti seminar tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus. Pembicara pada seminar kali ini yaitu :
  • Dr. cut Putri Arianie selaku Direktur P2PTM Kemenkes RI
  • Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA (K) dari divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM
  • Dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp. PD, merupakan Dokter penyakit dalam konsultan Endokrinologi
  • Dr. Suharyati SKM, MKM, RD ,- PERSAGI
  • Dr. Michael Triangto, SpKO

Dimulai dari Dr. Cut Putri Arianie yang menyampaikan tentang Implementasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus. Diabetes disebut juga sebagai Mother of Disease, yaitu ibu dari segala penyakit. Diabetes merupakan penyakit tidak menular, bisa menyerang siapapun termasuk anak-anak. Terkadang karena kita merasa tidak ada tanda-tanda penyakit kita jadi malas untuk memeriksakan diri. Padahal 3 dari 10 orang penderita PTM yang terdeteksi sisanya tidak mengetahui bahwa dirinya sakit. Karena PTM tidak ada gejala dan tanda sampai terjadi komplikasi.

Ada 4 platform Kemenkes dalam menanggulangi penyakit tidak menular yaitu :

  1. Promosi Kesehatan, dengan memberikan edukasi dan informasi.
  2. Deteksi dini, dengan melakukan skrining oleh tenaga kesehatan yang berkompeten atau oleh diri sendiri.
  3. Perlindungan khusus, yaitu perlindungan terhadap bahaya contohnya dengan melakukan imunisasi, pengendalian GGL, KTR.
  4. Pengobatan, bisa di fasilitas pelayan kesehatan sesuai standar.

Siapa saja yang bisa terkena diabetes? semua lapisan bisa terkena. Faktor risiko diantaranya merokok, kurang aktifitas fisik, obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi. Lantas bagaimana cara mencegahnya? Berdasarkan Inpres no. 1 tahun 2017 dengan :

  • Peningkatan aktifitas fisik
  • Peningkatan perilaku hidup sehat
  • Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  • Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  • Peningkatan kualitas lingkungan
  • Peningkatan edukasi hidup sehat.
kita bisa mencegahnya, dengan membiasakan hidup sehat, juga teratur berolahraga.  Dengan bergerak aktifitas fisik minimal 30menit / hari setara dengan 1000 langkah kaki. Jadi jangan MaGer ya MenTemen. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat juga termasuk salah satunya. Diantaranya penerapan kawasan bebas rokok, pola makan sehat, pengendalian asupan garam, gula dan lemak.

Upaya lain yaitu dengan rutin memeriksakan diri, deteksi dini penyakit dengan memeriksa tekanan darah, gula darah, indeks masa tubuh / lingkar perut. Oleh karenanya dibutuhkan
komitmen dan perubahan perilaku yang revolusioner untuk menerapkan budaya hidup bersih dan sehat.

Diabetes dapat terjadi pada anak. Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA mengatakan 70.000 kasus baru ditemukan setiap tahunnya. Diabetes tipe 1 yang paling sering ditemukan pada anak. Pada orang dewasa biasanya Diabetes Melitus tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena berkurang / tidak adanya produksi insulin dalam tubuh. Akibat sel-sel yang memproduksi insulin dirusak oleh sel-sel imun. Oleh karenanya penderita diabetes tipe 1 memerlukan insulin seumur hidupnya. Sedangkan Diabetes tipe 2 insulin yang diproduksi cukup namun tidak berfungsi normal / resisten. Jadi dibutuhkan obat oral / insulin untuk mengobatinya.

Kita harus mengenal diabetes pada anak secara dini supaya tidak jatuh dalam kondisi Ketoasidosis Diabetikum. Gejala diabetes yang terjadi pada anak biasanya anak sering kencing, sering haus, berat badan menurun. Lantas apa yang dilakukan jika menemukan gejala diabetes pada anak? Segera konsultasikan ke dokter anak terdekat, Cek gula darah sewaktu dan cek kencingnya. Apabila anak terkena diabetes, pengobatannya dengan insulin bukan dengan obat-obatan. Dan anak yang terkena diabetes dianjurkan olahraga setiap harinya.

Akibat yang terjadi apabila anak tidak mendapatkan insulin maka terjadi gangguan pertumbuhan, pubertas terlambat, harapan hidup pendek dan juga kualitas hidup menurun. Diet seimbang dibutuhkan buat penderita diabetes pada anak. Namun anak dimasa pertumbuhan memerlukan kalori. oleh karenanya jangan dikurangi kebutuhannya. Siapapun beresiko terkena diabetes, jadi bukan semata faktor keturunan.

Diabetes di Indonesia menempati posisi ke 6 di dunia. Ibu Fatimah Eliana dalam Peranan upaya promotif dan preventif ditingkat individu dan keluarga dalam mencegah diabetes mengatakan,

Upaya Preventif

  • Upaya kesehatan preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan / penyakit.
  • Edukasi merupakan bagian dari upaya pencegahan sangat penting dari pengelolaan Diabetes Melitus secara holistik.
  • Materi edukasi terdiri dari materi tingkat awal dan tingkat lanjut.
  • Prevensi primer, sekunder dan tersier.
Upaya Promotif 
Istilah promotif diartikan sebagai "peningkatan"

  • Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
  • Masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya dan kebutuhannya, serta mengubah atau mengatasi lingkungannya.
  • Tujuannya untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial.
Diabetes merupakan penyebab nomor 1 kebutaan di dunia. Oleh karenanya pasien DM butuh peranan keluarga untuk mengatasi penyakitnya dan juga keluarga harus mendukung dari segi pembiayaan juga.

Gula darah dipengaruhi dari apa yang kita makan. Karenanya gaya hidup yang sehat paling diperlukan dalam mencegah penyakit DM. Gaya hidup sehat yang dimaksud upaya seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetep sehat. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Makanan dengan gizi seimbang memgandung berbagai zat gizi. Selain itu, istirahat yang cukup, aktifitas fisik dan lingkungan sehat merupakan gaya hidup sehat.

Biasanya pola makan kita dipengaruhi oleh keluarga. Membiasakan makan makanan yang bergizi dan takaran yang seimbang sangat diperlukan. Takaran yang tepat yaitu 1/2 piring diisi dengan sayur dan buah, 1/3 piring diisi dengan makanan pokok, sisanya diisi dengan lauk pauk.

Aku berupaya sebisa mungkin masak dari rumah, karena faktor kesehatan tentu saja yang utama. Karena suami ga boleh makan yang mengandung garam berlebih dan  msg, karenanya mengatur pola makan dari rumah senantiasa aku lakukan. berikut contoh menu yang aku buat sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Selain menjaga pola makan, Dr. Michael menganjurkan olahraga, karena dengan olahraga yang tepat akan meningkatkan kepekaan terhadap insulin.

Yuk semangat melakukan pola hidup sehat, demi masa depan supaya dimasa tua pun kita tetap produktif :)