Transportasi dari asal katanya merupakan transport untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Transport merupakan alat, bukan tujuan.

Transportasi sebagai alat untuk mempermudah jarak sehingga penting transportasi yang membuat efisien dari segi bahan bakar, waktu, dan tenaga. Hal tersebut bisa diwakili praktis dengan menggunakan jasa transportasi umum.

Secara, misalnya kita menggunakan mobil pribadi. Butuh berapa waktu yang digunakan untuk menghadapi kemacetan Ibukota, bensin yang dipakai, dan juga tenaga.

Sekilas, lebih praktis menggunakan transportasi umum, terutama sekarang ini MRT mempermudah jarak. Perjalanan tepat waktu karena mempunyai perlintasan sendiri sehingga tidak terganggu oleh lalu lintas jalan raya dan juga mempunyai kapasitas daya angkut besar.

Bulan Juni lalu, saya dan keluarga berkesempatan mencoba transportasi MRT. Saya yang orang Bandung tertarik mencoba transportasi MRT. Mengapa? Karena ingin coba kecanggihan transportasi yang sudah ditunggu-tunggu sejak tahun 2008, dan pembangunannya mulai 2014. Daebak!

Kesan saya pada saat itu sudah persis seperti kereta bawah tanah di luar negeri. Mantap! Saya suka! Saya suka!

Saat akan bersiap naik kereta, maka ada tanda menunggu bagi yang akan naik kereta yakni di batas kuning, tanda: jangan dulu naik. Kita persilakan dulu orang yang mau keluar kereta. Tanda hijau keluar kereta.

Suasana bersih, kamar mandi, dan mushala juga ada. Ramah untuk disabilitas juga.

Masuk ke gerbong kereta, di sepanjang gerbong pun bersih, tidak ada yang buang sampah. Peraturan di kereta pun patut diacungi jempol yakni tidak boleh makan dan minum di kereta jadi ide bagus sehingga kereta tetap bersih.


Saat naik MRT, kita bisa melihat pemandangan dari atas kota Jakarta. Terlihat gedung-gedung tinggi menjulang dan melihat ke bawah, terlihat kendaraan mobil motor lalu lalang dan kepadatan kota Metropolitan. 



Ada juga pemandangan terowongan dan perjalanan berakhir di bawah tanah. Seru karena banyak juga yang mencoba transportasi nyaman yang satu ini.

Kemudian saya membayangkan orang-orang pekerja kantoran di jam-jam sibuk, mereka sangat bisa memanfaatkan layanan MRT ini. Bukan tidak mungkin 10 tahun ke depan akan mengubah sedikit banyaknya memukul rata karakter orang Indonesia menjadi berkarakter maju dan disiplin.

Hal yang terpenting adalah bisa menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan raya, dan orang lebih memilih memakai jasa transportasi umum.


Jadi agak kurang tepat rasanya jika kendaraan pribadi membludak di jalanan, tanpa ada penekanan dalam jumlah kendaraan di jalan. Terlebih saat ini untuk kredit motor dan mobil semakin mudah.

Berbicara tentang transportasi unggul, maka berkaitan erat dengan produktivitas orang-orang Indonesia. Di kota-kota besar di Indonesia yang memiliki produktivitas tinggi, aktivitas perdagangan jual beli, aktivitas kantor, kegiatan antar jemput anak sekolah, anak kuliah, dan seterusnya, maka transportasi unggul tersebut membantu produktivitas warganya.




Selain memberikan solusi transportasi modern berteknologi tinggi, juga memberi kenyamanan, keamanan dan keselamatan warganya.

Maka pengalaman menggunakan transportasi umum jika aman, nyaman, akan membuat warganya betah, dan menjadi konsumen tetap. Dengan berbagai pertimbangan orang-orang akan memilih transportasi umum dibanding pribadi.

Pengalaman saat saya traveling menggunakan transportasi MRT pembayaran dilakukan di kantor penjualan tiket. Pembayaran bisa dilakukan dengan e money, atau kalau mau tunai bisa, tapi tetap deposit dulu, dan bisa refund begitu sudah selesai digunakan. Kami memilih kartu single trip. Perjalanan dari Lebak Bulus ke Bundaran HI pun memakan waktu hanya 30 menit.

Biaya MRT plus deposit Rp 15.000. Sekali perjalanan Rp 15.000. Dengan deposit, 6 orang menyiapkan sekitar 170.000, tapi sesudahnya bisa refund, sudah bisa diambil lagi. Untuk anak di bawah 90 cm gratis.

5 tahun kinerja transportasi perlu diacungi jempol. Berikut infografis resmi dari kemenhub


Pembangunan prasarana transportasi pun gak kalah bagusnya. Kenaikan jumlah prasarana transportasi pun menjadi pelengkap dari sarana transportasi yang bisa membangkitkan perekonomian di Indonesia.

Keselamatan, keamanan dan kenyamanan merupakan syarat utama dari transportasi umum. Menggunakan transportasi kereta MRT kemarin juga menjadi daya tarik bagi kami yang berdomisili di Bandung untuk mencoba transportasi modern berteknologi tinggi. Transportasi MRT ini menggunakan tenaga listrik. Senangnya bisa menikmati fasilitas MRT Jakarta.

Saya dan adik ipar pun sepakat bahwa MRT lebih cepat melajunya daripada KRL. Dan serunya selain kami bisa traveling, sekaligus menikmati fasilitas transportasi kereta MRT bersama anak dan keluarga. Aska happy naik kereta, dan seperti mimpi bisa melihat bangunan jakarta yang tinggi dari atas kereta. Untuk bisa melihat update tentang transportasi dan kemenhub website resminya www.dephub.go.id di akun instagramnya @kemenhub151 Transportasi unggul, Indonesia Maju! []