Bulan Juli 2019 lalu, saya dan beberapa kawan blogger memperoleh undangan untuk menghadiri acara pengundian hadiah tabungan online berbasis aplikasi bernama SOBATKU. Acaranya diselenggarakan di Atrium Ambarukmo Plaza, salah satu Mall terkemuka di kota Jogja.

Desain by : canva
SOBATKU memiliki kepanjangan Simpanan Online Sahabatku, merupakan aplikasi fintech yang dikeluarkan oleh Koperasi Simpan Pinjam Sahabat Mitra Sejati, bekerja sama dengan Bank Sahabat Sampoerna sejak 2 tahun yang lalu.  

Diluncurkannya aplikasi SOBATKU ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh KSP Sahabat Mitra Sejati untuk menarik generasi milenial agar mau menjadi anggota koperasi. Generasi milenial yang saat ini banyak yang berada di usia produktif merupakan generasi yang unik. 

Lahir dalam era pergantian abad menyebabkan banyaknya sistem kehidupan yang bertransformasi akibat adanya kemajuan teknologi. Termasuk dalam gaya hidup dan cara berbelanja. Salah satu yang menonjol dari generasi ini adalah no gadget no life. 

Hampir sebagian besar waktu dari generasi milenial dihabiskan bersama gawainya, termasuk dalam melakukan aktivitas harian. Seperti berbelanja maupun dalam melakukan pembayaran. 

Inilah yang kemudian menuntut para penyedia jasa keuangan untuk beradaptasi mengikuti trend dari para milenial yang suka dengan sesuatu yang instan,  dan senang melakukan pembayaran cashless

Dalam acara pengundian Grand Prize SOBATKU ini, saya memperoleh pengalaman baru. Karena saat itu adalah kali pertama saya menggunakan QR Code untuk melakukan pembayaran. Quick Response Code Payment atau QR Code Payment adalah metode pembayaran tanpa uang tunai dengan memindai atau scanning kode yang berwujud dimensi.

Memang di event SOBATKU tersebut,  di samping ada acara utama berupa pengundian grand prize 100 juta untuk nasabahnya, tersedia juga aneka stand jajanan yang pembayarannya hanya bisa dilakukan dengan menggunakan apikasi SOBATKU. 

Jadi pengunjung yang belum memiliki aplikasi SOBATKU dapat download dulu, kemudian melengkapi syarat yang dibutuhkan, dan top up melalui transfer rekening atau setor tunai di alfamart.

Saya dan teman sewaktu mengikuti acara SOBATKU (doc. Agatha Vera) 
Karena penasaran, saya pun memanfaatkan layanan itu. Apalagi stand-stand yang ada menjual menu yang menarik semua. Bahkan beberapa tenant menawarkan cashback bagi pembelinya.  

Setelah download aplikasi dan mengisi saldo secukupnya,  saya pun mulai hunting makanan yang saya inginkan. Dan pilihan saya jatuh kepada nasi ayam geprek keju.

Pengalaman belanja memakai QR Code (doc. Mini Geka) 
Ternyata melakukan pembayaran melalui QR code ini mudah sekali. Saya tinggal scan code yang ada di tenant, dan akan keluar jumlah tagihan yang harus saya bayarkan. Kemudian saya masukan pin, dan saldo akan terpotong sesuai tagihan. 

Jadi metode ini menguntungkan pembeli maupun penjual. Karena pembeli tidak perlu  menunggu kembalian, dan penjual pun tidak perlu menyiapkan uang recehan. Transaksi menjadi cepat,  mudah,  dan praktis. 

Di lain waktu, saya juga pernah merasakan sangat terbantu dengan adanya pembayaran transaksi dengan QR payment ini. Kali ini saya memanfaatkan layanan gopay. 

Waktu itu saya akan belanja di sebuah mini market. Biasanya sebelumnya saya ambil uang dulu di ATM yang berada tidak jauh dari mini market tempat saya biasa berbelanja. Sewaktu saya mau mengambil uang,  saya baru sadar kalau dompet saya ketinggalan. 

Mau balik ke rumah kok kejauhan. Tiba-tiba saya ingat, saldo gopay saya masih lumayan. Kebetulan beberapa waktu lalu saya baru saja menang hadiah kuis di instagram, dan hadiahnya saldo gopay. Jadi cukuplah untuk membeli beberapa barang yang memang sangat saya butuhkan.  

Akhirnya meluncurlah saya ke mini market yang menerima pembayaran via gopay. Setelah pilih-pilih barang,  segera saya ke kasir dan saya infokan saya membayar dengan gopay. 

Dengan cekatan mbak kasir mengitung belanjaan saya. Setelah ditotal segera saya aktifkan akun gojek saya, dan saya pilih menu pembayaran. Kemudian saya masukkan pin dan keluarlah barcode yang kemudian saya serahkan ke mbak kasir, dan selesai. Pembayaran sudah saya lakukan.  

Belanja dengan QR Payment Gojek (doc. Pri) 
Dari dua pengalaman tersebut saya pun kemudian menyimpulkan, pembayaran dengan QR Code ini sangat memudahkan. Sayangnya selama ini QR Code hanya bisa digunakan terbatas pada tempat/merchants tertentu yang sudah bekerja sama dengan aplikasi keuangan yang kita gunakan. 

QR Code Belum bisa digunakan secara terbuka. Padahal cara pembayaran dengan QR Code ini selain praktis dan mudah, juga aman. Asal gawai ada dalam genggaman dan sinyal kuat, kita tinggal scan bar code dan memasukkan pin. 

Semua transaksi akan lancar dan aman. Berbeda dengan pembayaran melalui kartu yang perlu digesek yang memungkinkan terjadinya kejahatan scam. 

Dalam kaitannya dengan QR Payment ini, belum lama ini saya memperoleh informasi. Kalau Bank Indonesia pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia lalu, merilis standar untuk penggunaan QR Code di Indonesia atau QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Standardisasi QR Code ini berfungsi agar satu kode bisa dipakai untuk layanan pembayaran yang berbeda. Misalnya, satu kode di satu penjual merchant bisa digunakan untuk pembeli yang melakukan pembayaran menggunakan Go-Pay atau Ovo.

Selain itu standarisasi QR Code ini dibuat untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

QRIS sendiri disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Setelah melalui berbagai uji coba dan akhirnya resmi diluncurkan, implementasi QRIS dalam skala nasional direncanakan akan berlaku secara efektif pada 1 Januari 2020 mendatang. 

Dengan layanan ini diharapkan kemudahan dan keamanan transaksi keuangan semakin kita dapatkan. Semoga rencana ini berjalan sesuai yang diharapkan dan semakin menggairahkan perekonomian kita. 
#feskabi2019
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk