Assalamu'alaikum, selamat datang di blog saya! Hari ini saya mau bahas tentang puasa tapi bukan puasa makan melainkan puasa skincare. Ada yang pernah dengar? Oh iya kisah hari ini based on true story alias kisah nyata lho! Hihi

Pertama-tama Anda harus paham dulu dengan konsep puasa yang saya maksud di sini. Soalnya kalau ada salah pemahaman sedikit saja bisa merusak seluruh prosesnya. Jadi, harap untuk membaca hingga tuntas ya. No skip, please!

Apa itu Puasa Skincare?

Definisi sederhana dari puasa skincare adalah berhenti dari segala jenis perawatan kulit berbasis produk pabrikan untuk jangka waktu tertentu. Tujuan skincare fasting adalah untuk mengistirahatkan kulit sebagai upaya untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Banyak orang melakukan terapi ini saat kulit sudah mengalami masalah serius seperti misalnya breakout atau munculnya jerawat yang tak terkendali. Ini fakta ya. Termasuk saya juga melakukan terapi ini pas kulit sudah bermasalah. Padahal tidak harus nunggu ada masalah kulit juga sih kalau mau coba cara ini.

Apakah puasa skincare sama dengan detox wajah? Hmm sama nggak yaa... Well, kalau dilihat sekilas dari tujuannya memang agak mirip ya. Namun ada perbedaan mendasar antara keduanya. Apakah itu???

Puasa skincare tidak selalu bertujuan untuk mendetoks wajah. Detoks juga tidak selalu dibarengi skincare fasting. Oya detoks di sini maksudnya adalah mengeluarkan racun dari dalam kulit. Bingung nggak? Hehe...

Intinya, puasa skincare tujuannya adalah untuk mengistirahatkan kulit dari paparan berbagai produk perawatan berbasis kimia. Sedangkan detoks punya tujuan untuk membersihkan kulit dari berbagai racun dan polutan. Gitu.

Oke, saya share mulai dari cerita awal saya berhenti pakai skincare ya. Siap? Go!

Pengalaman Puasa Skincare

Sejak masa remaja akhir saya mulai tertarik dengan skincare. Telat banget kan? Biarin! Hehe... Meskipun pakainya hanya produk skincare basic untuk remaja tapi tetap saja itu berinteraksi langsung dengan kulit. Dan tetap juga asalnya dari bahan kimia. 

Lalu setelah tahun demi tahun silih berganti dan sekian puluh purnama pun terlewati #halah, mulailah muncul masalah. Dari yang paling umum yaitu jerawat.

Saya yang masih belum tahu banyak mengenai cara merawat kulit hanya mengatasinya dengan mencoba produk-produk yang diiklankan di layar kaca. Hasilnya? Lumayan, meski masalah yang sama selalu saja muncul kembali. Hiks

One day, saya menikah dan kemudian merencakan kehamilan. Secara naluriah saya ingin anak saya mendapatkan yang terbaik. Sayapun memutuskan untuk meninggalkan segala jenis produk perawatan yang selama ini saya pakai. Sayang? Tentu tidak. Ini kan untuk masa depan generasi penerus saya (dan untuk saya juga). Hehe tetep ujung-ujungnya saya!

Bisa dibilang, saya adalah tipe orang yang hampir tidak pernah bisa lepas dari jerawat. Di postingan-postingan saya sebelumnya tentu tidak jarang Anda menemukan tema jerawat, kan?. Memang sesuram itulah hari-hari saya dulu, sebelum kenal cara di bawah ini.

Cara Puasa Skincare 

Untuk caranya gampang banget. Benar-benar tanpa keribetan deh menurut saya. Semoga Anda juga bakal setuju. Eh tapi serius kok sejak mulai puasa tuh skincare regimen memang jadi jauh lebih ringkas, seringkas dompet saya di akhir bulan! Hihi

Oya dulu awalnya saya menggunakan skincare pabrikan yang tersedia di pasaran. Jadi bukan produk racikan dokter yaa. Gonta-ganti mulai dari Pond's dan sempat juga pakai campur-campur ini itu. Maksudnya campur tuh begini, misal facial wash sama krim tuh mereknya nggak sama, gitu.

Terus menjelang puasa skincare itu saya masih rutin pakai krim wajah juga, tapi untuk maskernya sudah beralih ke herbal. Kadang meracik sendiri masker DIY dan kadang juga pakai yang ready to use kayak masker spirulina. Bisa dibilang prosesnya perlahan-lahan. Dan ini penting banget supaya kulit tidak kaget!

Banyak yang mengalami kulit breakout parah pas berhenti pakai rangkaian produk tertentu. Ini adalah salah satu akibat dari kulit Anda yang shock. Ibarat kata, yang tadinya beku eh tiba-tiba disiram air panas, ya pecah lah. Harusnya pelan-pelan. Ini cuma perumpamaan sih. Tapi nangkep ya maksud saya apa?

Kemudian jurus selanjutnya adalah tinggalkan rangkaian produk skincare Anda secara bertahap. As I said before, kalau ditinggal mendadak takutnya kulit bisa jadi stress, apalagi kalau lagi cinta-cintanya sama produk itu. Ya kan?!

Lalu ingatlah untuk selalu dan senantiasa mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Nah, di sini saya mau tekankan sesuatu. Cairan yang dimaksud di sini adalah air mineral berkualitas. So, bukan minuman semacam susu, thai tea boba, cokelat panas, it's a big no no! Minumlah air putih yang cukup.

Tak banyak yang menyadari kalau air putih penting banget untuk menjaga kecantikan kulit. Seperti yang sudah Anda ketahui, lebih dari 70% tubuh manusia terdiri dari air. Jadi, kalau kurang cairan bisa saja Anda jadi layu sebelum waktunya (penuaan dini maksudnya).

Sampai di sini jelas ya guys? Kalau masih bingung caranya bisa tanya saya lebih lanjut di kolom komentar. Nanti bakal saya jawab as soon as I can

Berapa Lama Puasa Skincare

Ada yang bingung sebaiknya puasa skincare berapa hari? Hmm... To be honest, di sini tidak ada patokan saklek tentang berapa waktu ideal untuk melakukan bagian dari detoks kulit ini. Tapi bukan berarti tidak ada panduan yang akan saya bagikan.

Hanya saja puasa skincare saat berjerawat ataupun saat ingin lepas dari krim dokter biasanya membutuhkan waktu lebih panjang. Saya pernah mengalami jerawat yang parah akibat sering ganti skincare. Mungkin waktu itu kulit wajah saya stress berat dan tengah melakukan demonstrasi besar-besaran.

Kalau diceritakan saat jerawatan di sini mungkin akan panjang. Sampai bisa tuntas dan bersih butuh waktu sampai bertahun-tahun. Seserius itu akibat dari salah tindakan. Makanya, buat kulit jangan coba-coba! Saya sih sudah kapok.

Intinya, proses rehat ini sebaiknya dilakukan sampai kulit Anda kembali sehat seperti sedia kala. Ciri kulit sehat itu yang seperti apa? Secara umum, kulit yang sehat adalah yang seperti kulit bayi. Iya, saya serius banget ini ngomongnya.

Ketika kulit Anda sehat, tidak akan ada yang namanya minyak berlebih maupun breakout yang bikin gemas. Misalkan ada minyak pun masih dalam batas wajar. Dan biasanya hanya muncul di masa pubertas alias remaja saja.

Review Puasa Skincare

Penasaran dengan perjalanan puasa skincare saya? Baca sampai habis ya. Seru banget sih kalau diingat-ingat. Di awal-awal nggak pernah membayangkan kalau saya bisa punya kulit yang sehat dan jauh dari jerawat menyebalkan.

Setelah sekitar 1 tahun melakukan proses yang panjang dan penuh ketelatenan, akhirnya kulit saya jadi jauh lebih baik. Tidak ada drama apapun kecuali kadang kulit terasa kering di awal. Kalau terjadi seperti itu tinggal pakai masker yang bisa melembabkan, misalnya masker alpukat.

Saya tidak pernah pakai makeup. Jadi, saat membersihkan wajah tidak perlu terlalu pusing. Cukup pakai sabun wajah lalu toner saja sudah cukup. Wajah segar dan super enteng dalam sekejap. Yeayyy! Buat yang pakai makeup bisa dihapus pakai baby oil atau mineral oil dulu yaa.

Sudah setahunan saya lepas dari krim wajah. Yups, saya tidak pernah lagi memakai krim wajah apapun. Untuk menjaga kelembaban kulit, saya mempercayakannya pada extra virgin olive oil alias minyak zaitun.

Apa yang saya rasakan sekarang? It makes me so happy and grateful. Yass...saya bersyukur banget bisa menemukan cara ini. Kulit halus, pori-pori tidak megar (yups dulu pori-pori saya megar gaes), dan bye jerawat nakal!

Ingat dulu pernah jerawatan penuh hampir semuka ada 40-an biji jerawat. Coba dong gimana saya bisa semangat. Buat Anda yang ingin mengikuti langkah saya, intip tips sukses ala Diens di bawah ini yaa...?! ^_^

Tips Puasa Skincare

Berdasarkan pengalaman puasa skincare yang sudah saya lewati, ada beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan. Ini penting banget sih menurut saya. Saya baca di berbagai forum serta editorial juga mayoritas seiya sekata.


1. Kenalan

Mau apa-apa harus ada tahap perkenalan dulu, pastinya. Jika tak kenal maka? Kenalan dulu! Yups kenali karakter kulit dan juga kebutuhan kulit Anda saat ini. Gali lebih dalam tentang masalah apa yang sedang dihadapi.

Saya waktu itu sepertinya akibat dari pola makan kurang sehat, pola istirahat yang kacau, dan juga kurang bahagia. Hehe... Faktanya, stress itu berpengaruh sekali lho pada kesehatan dan kecantikan kulit. Percayalah.

Jadi, coba dikorek-korek dulu yuk masalah Anda apa saja. Jika sudah diketahui semua, ayolah lanjut ke tips berikutnya.


2. Tahap

Lakukan puasa secara bertahap. Bukan ujug-ujug berhenti grak tanpa aba-aba. Bahaya banget, takutnya kulit belum siap malah jadi berantakan, ya/nggak??? Tahapannya seperti apa? Pastinya tidak seribet tahapan mau nikah kok. Heu

Mulailah dari mengurangi pemakaian skincare dengan kandungan bahan kimia tertinggi. Pelan saja, misal tadinya pakai 2 kali sehari maka sekarang dikurangi jadi 1 kali saja per hari. Ini cuma contoh ya guys.

Secara bertahap, tinggalkan produk yang mengandung retinol, AHA, dan zat asam lainnya. Hindari juga skincare berupa scrub. Intinya, di sini Anda harus meninggalkan yang namanya proses "regenerasi buatan". Gitu.


3. Hijrah

Maksudnya pindah dari skincare lama ke skincare yang lebih mild alias lebih sopan ke kulit. Yups, yang namanya puasa skincare ini bukan serta merta kulit dilarang menggunakan produk perawatan apapun. Beda sama puasa ramadhan!

Saya sendiri menggunakan pembersih wajah non scrub dan non zat asam, dilanjut dengan toner 2 in 1 dari Pond's, kemudian aplikasi pelembab wajah berupa extra virgin olive oil, ditutup dengan bedak tabur buat bayi. Done!

Kadang masih pakai masker alami seperti masker buah pisang dan pastinya masker spirulina kesayangan. Dulu suka juga pakai masker tomat tapi berhubung sifatnya acidic banget, saya break dulu saja deh sama dia. Nanti baikan lagi kalau selesai masa skincare fasting, ya?! Muah!


4. Pola

Pola apa? Pola tidur, pola makan, pola stress. Itu saja intinya. Seimbangkan pola ketiganya maka niscaya program kecantikan ini akan berjalan lancar. Hasil yang didapatkan juga tidak akan mengecewakan. 


5. Konsisten

Prinsip saya, hasil yang baik didapatkan dari usaha yang serius. Maka kalau memang sudah memutuskan untuk melakukan skincare fasting, jangan sampai terputus di tengah-tengah. Bersabarlah dengan proses yang ada. 

Pada umumnya puasa ini akan menampakkan hasil yang signifikan mulai dari 2 minggu hingga 1 bulan pertama. So, do it and observe the result!


Takeaways

Last but not least, selalu berhati-hatilah dalam merawat kulit. Puasa skincare ini memang tergolong masih lumayan populer sampai sekarang. Tapi bukan berarti boleh diikuti dengan asal. Konteks puasa ini tidak sesederhana yang Anda pikirkan, wahai netizen. Ada trik khususnya agar Anda sukses melakukannya.

Oh iya kalau mau penjelasan dari ahlinya maka bisa banget pergi dulu ke dokter spesialis kulit untuk melakukan konsultasi. Di sana selain memang ahli di bidangnya, alat-alatnya juga lengkap. Jadi bisa diperiksa dulu sampai tuntas.

Oke deh sekian dulu ya cerita saya di hari yang mendung ini. Meski dingin dan anak susah ditinggal tapi saya nggak ingin tips ini hanya saya ketahui sendiri. Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya, inshaa Allah!

Punya pertanyaan, kritik, atau saran? Yuk langsung tinggalkan pesan di kolom komentar?! Xo ^_^


(diens)