Beberapa tahun terakhir ini, tampaknya orang-orang nggak cuma makin melek teknologi, tapi melek skincare juga. Gimana kalau kedua hal ini digabungkan? Well, jadilah ERHA.DNA: Smart Skin Solution yang baru aja resmi dilaunching ini. Selama 20 tahun Erha banyak berperan dalam kecantikan dan kesehatan kulit konsumen di Indonesia, termasuk mendalami konsep perawatan kulit dan menghadirkan berbagai produk over the counter (OTC).
Menyambung postingan yang pernah aku tulis mengenai tes DNA yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis kulit, di mana kayanya susah banget untuk menemukan skincare yang langsung cocok dan tepat untuk kondisi kulit kita. Kita seringkali mengorbankan 3 hal: Cost, Time Spent, dan Trial and Error.


Selama ini mungkin kita taunya jenis kulit ya ada 4, yaitu kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif. Namun, ternyata kulit kita itu punya 16 karakteristik jenis kulit yang berbeda. Klasifikasi ini adalah pendekatan baru yang diberikan Baumann Skin-Type Indicator (BSTI) melalui 4 parameter ciri kulit, yaitu kering atau berminyak, sensitif atau resisten, berpigmen atau tidak, dan berkerut atau kencang. Kalau mengira-ngira sendiri yah pantes aja susah, wong banyak banget. Perlu banget diagnosa yang akurat supaya kita bisa merawat kulit sesuai dengan kebutuhannya.

Nah, untuk mempermudah konsumen dalam mengidentifikasi jenis kulitnya, ERHA menghadirkan inovasi barunya, yaitu ERHA.DNA. ERHA.DNA adalah sebuah sistem pintar berbasis artificial intelligence (AI) dan DNA, yang bisa menentukan jenis dan kondisi kulit secara akurat sehingga bisa memberikan personalized product (skincare) yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Sistem  pintar ERHA.DNA ini terdiri dari 3 rangkaian sistem terpadu: Smart Assistant (ERHA.DNA Mobile App), Smart Innovation (Test Kit), dan Smart Treatment (Personalized Skincare Products). Lebih lengkapnya tentang sistem pintar ERHA.DNA udah pernah aku tulis di postingan ini.

Minggu lalu aku sempat hadir di acara launching ERHA.DNA di Treasury Tower. Kurang lebih hal yang dijelaskan di sana adalah hal yang udah aku tulis di atas. Inovasi ini lahir dari aspirasi ERHA untuk menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan solusi praktis dan efektif. Hadirnya ERHA.DNA ini tidak lepas dari proses yang cermat dalam mengkombinasikan pemilihan teknologi yang tepat dan membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun. Hasilnya adalah inovasi yang science-based, evidence-based, dan lengkap dari segi teknologi dan rangkaian produk.

Andres Antonius, Business Innovation Senior Manager Derma Global Ventura menjelaskan bahwa sistem ERHA.DNA ini dianalisa dengan teknologi berbasis AI dan DNA. AI menganalisa melalui kuesioner di ERHA.DNA Mobile App yang kita jawab dan melalui sampel saliva dari rangkaian tes menggunakan ERHA.DNA Test Kit. Nanti melalui algoritma unik dan hasil tes DNA, akan ditentukan rangkaian produk paling cocok untuk jenis kulit kita. Wow, canggih!

Launching ERHA.DNA sebagai Smart Skin Solution ini menjadi sebuah momen penting perjalanan ERHA selama 20 tahun di Indonesia. Nggak hanya untuk ERHA, peluncuran ini sekaligus menjadi milestone bagi Derma Global Ventura sebagai holding company yang menaungi ERHA. Selain menjadi bagian dari revolusi perawatan kulit Indonesia, ini juga memberikan kontribusi besar dalam menjaga kualitas kesehatan kulit orang Indonesia, begitu tutup Alfons Sindupranata.
Seperti yang udah aku sebutin, aku juga dapet serangkaian produk dari ERHA yang udah disesuaikan sama kondisi kulit aku yang kering. Aku dapet 5 produk ERHA.DNA, yang terdiri dari Cleanser, Sunscreen, Essence, Day Moisturizer, dan Night Moisturizer.

Overall, dari Essence, Day dan Night Moisturizernya teksturnya hampir mirip, berwarna putih milky dan ringan, pas dipakai juga nggak lengket. Yang aku suka, produk ERHA.DNA ini hampir nggak ada baunya gitu, jadi aman banget buat yang punya kulit sensitif karena nggak ada kandungan perfumenya.

Cleansernya teksturnya bening dan nggak banyak busa, which is sangat bagus untuk kulit yang kering. Setelah dibilas nggak ninggalin efek keset ketarik gitu, tapi mukanya tetap terasa bersihnya. Sangat oke dipakai pagi/malam hari karena dia gentle banget sih.

Last but not least, sunscreennya teksturnya lebih kental daripada essence, day moisturizer, dan night moisturizer tapi sama aja nggak terasa lengket dan juga nggak ninggalin whitecast.

Jika dipakai rutin, rangkaian ini bisa membantu kulit jadi lebih lembab. Essensenya disarankan untuk dipakai di malam hari, tapi aku biasanya juga pakai di siang hari karena menurutku nggak cukup lembab kalau pakai Day Moisturizer aja.