Dalam rangka memperingati Hari Stroke sedunia pada tanggal 29 Oktober, aku ikut menghadiri temu blogger yang diadakan digedung kemenkes dengan pembicara Dr. Cut Putri Ariani dan Dr. dr. H. Al-Rasyid Sp.S (K) membahas Pencegahan dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Stroke.

Stroke merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah jantung, dan merupakan penyebab kecacatan nomor satu bagi orang yang selamat dari serangan stroke. Stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, umumnya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak. Stroke merupakan penyakit tidak menular dan dapat dicegah. Faktor resiko Stroke diantaranya merokok, hipertensi, diabetes, sakit jantung, kurang aktifitas fisik, pola makan buruk, alkohol dan narkotik.

Berdasarkan riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2018, kejadian stroke di Indonesia menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementrian kesehatan RI bekerjasama dengan perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia berbagi tips mudah mengenali gejala stroke.

Bagaimana mengenali Stroke? SEGERA KE RS istilah kata apabila menemukan tanda-tanda seperti :

  • SEnyum tidak simetris, atau mencong kesatu sisi, sulit menelan air minum secara tiba-tiba. 
  • GErak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan.. 
  • bicaRA pelo, tiba-tiba bicara tidak nyambung. 
  • KEbas / baal serta kesemutan separuh badan. 
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi secara tiba-tiba. 
  • Sempoyongan, sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Juga mengalami gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.
Kalau gejala stroke terlihat, seperti mati rasa, lemah, lumpuh pada wajah, lengan ataupun kaki pada sisi tubuh, gangguan visual, gangguan bicara, pingsan,  pasien harus segera dibawa ke UGD RS dalam waktu kurang dari 2 jam. Pasien perlu secepatnya mendapatkan penanganan  tim medis dalam waktu periode emas stroke yaitu 4,5 jam untuk mencegah resiko kematian dan juga cacat permanen. Sesampainya di rumah sakit, pasien perlu melakukan CT Scan untuk mengetahui jenis stroke nya. Jadi jangan coba-coba menusukkan jarum ke jari, tetapi segera ke UGD RS supaya lebih cepat ditangani dengan benar.

Deteksi dini faktor resiko Stroke dan promosi hidup sehat sejak dini perlu digalakkan dan diterapkan agar memperkecil kejadian faktor resiko dan stroke. Jika sudah terlambat, penangannya akan lebih sulit. Langkah pencegahan sangat penting untuk menghindari serangan stroke. Menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk stroke.

Faktor resiko stroke ada 2 macam yaitu faktor resiko stroke yang bisa dirubah dan yang tidak bisa dirubah. Faktor yang tidak dapat dirubah seperti umur, jenis kelamin, ras tertentu dan juga faktor genetik. Sedangkan faktor yang bisa dirubah seperti hipertensi, obesitas, merokok bisa di cegah dan dihindari dengan merubah pola hidup yang sehat. Makan makanan yang bergizi dan juga membatasi makanan yang mengandung garam, gula dan lemak secara berlebihan.

Stroke terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah diotak. Juga bisa terjadi karena ada pendarahan, karna pecahnya pembuluh darah diotak.

Pencegahan stroke ada 2 macam yaitu :
  1. Primer,  dengan prilaku hidup sehat, mencegah kejadian stroke awal melakui identifikasi faktor resiko dan mengobati faktor-faktor resiko tersebut.
  2. Sekunder, dengan mencegah kekambuhan stroke pada pasien yang pernah mengalami stroke dan juga tetap mengobati faktor-faktor resiko.
Selain itu faktor resiko stroke bisa dicegah dengan cara dari diri sendiri, dengan memeriksakan diri secara berkala melalui rumah sakit atau posbindu. Olahraga secara teratur, hindari stres karena stres merupaka. pemicu hipertensi. Hentikan kebiasaan merokok dan juga diet seimbang. Juga dengan memantau dan memeriksa tensi darah secara rutin agar gejala stroke dapat diatasi sejak dini.

Upaya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Kardioserebrovaskuler dengan mengkampanyekan perilaku CERDIK. Kita harus CERDIK :
C : Cek kesehatan secara berkala
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin beraktifitas fisik
D : Diet sehat
I : Istirahat cukup
K : Kelola stres

Data menunjukkan 1 dari 4 orang mengalami stroke. Jangan sampai kita menjadi salah satu diantaranya, #DontBeTheOne
Mari kita terapkkan perilaku hidup sehat agar kita bisa lebih berdaya, lebih produktif dan bermanfaat buat orang di sekeliling kita. Diakhir acara aku berkesempatan foto dengan narasumber dan teman-teman blogger :)

#TanpaStrokeSDMUnggul