Selingkuh

Berteman dan berhubungan (pacaran) dengan beberapa laki-laki, membuatku bisa menarik sebuah kesimpulan. Laki-laki memiliki senjata ampuh, alasan klasik agar keinginannya tersalurkan.

Yaitu sebuah status yang ngeri-ngeri sedap (ngeri bagi kita perempuan pasangan si laki-laki, dan sedap buat mereka yang menjalani) 'adik-kakak' antara dia dan teman atau mantan. Ada yang pernah mengalami hal sama? Pasangan kita punya 'adik' angkat yang perhatiannya bahkan melebihi perhatian doi ke kita?

Biasanya, karena tak ingin hubungan mereka disebut sebagai perselingkuhan, si laki-laki menyebut perempuan itu sudah seperti adiknya. Pun sebaliknya, karena tak ingin disebut perebut laki orang, si wanita bilang doi sudah seperti kakaknya sendiri.

Well, perselingkuhan sendiri banyak sekali jenisnya. Ada yang terang-terangan, ada juga yang samar-samar.

Yang terang-terangan adalah ketika seseorang mengakui perselingkuhannya. Dan perselingkuhan itu sendiripun memiliki nama (selingkuh).

Berbeda dengan perselingkuhan samar-samar. Keduanya terkadang tak menyadari. Atau menyadari namun tak pernah ada status. Ada juga yang ketika seseorang itu nyaman dengan yang bukan pasangannya, itu juga di sebut selingkuh, loh! Selingkuh hati!

Kira-kira, ya, seperti itu tadi. Alasan klasik 'adik-kakak' adalah alasan yang tepat agar mereka bisa bersama tanpa takut disebut tukang selingkuh. Mereka bebas bergandengan tangan, nonton, dan berduaan menghabiskan waktu bersama.

Lalu, bagaimana jika memiliki pasangan seperti ini?

Menurut pengalaman pribadiku, biarkan saja. Cukup lihat dan perhatikan. Toh jika jodoh tak akan ke mana.

Marah, boleh. Kesal, wajar. Tapi jangan sampai terus-terusan sehingga terbuang waktu dan pikiran kita untuk hal mubazir.

Lebih baik fokus ke diri sendiri. Baik itu kuliah, keluarga maupun kerjaan. Kalau kata orang jaman sekarang, " Tinggal ngopi wae!". (*)