Serangkaian proses panjang akan dijalani oleh umat manusia setelah kematian. Mulai dari alam kubur atau alam barzakh, kiamat, hari berkumpul (padang mahsyar), hingga nantinya sampai kepada penentuan masuk surga atau nerakanya seseorang atau yang disebut dengan shirath. Tentu semua tahapan ini tidak mudah dan membutuhkan persiapan berupa bekal amalan yang tentunya diperoleh selama hidup di dunia.

sumber: bajuberkah.cpm









Untuk itu, mengingat adanya serangkaian proses yang akan dijalani ini, sudah seharusnya umat muslim bisa menelaah lebih dalam lagi mengenai amalan yang selama ini sudah dikerjakan dan mencari tahu lebih banyak mengenai hari kebangkitan. Hal ini bertujuan agar ada motivasi untuk terus memperbaiki amalan selama hidup di dunia sehingga ketika sampai masanya nanti, bekal yang sudah dikumpulkan bisa cukup membawa seorang mukmin ke syurga-Nya Allah SWT.

sumber: message4muslims.co












 Mencari tahu lebih banyak mengenai hari kebangkitan dan hari dikumpulkan kelak, tentu tidak akan terlepas dari yang namanya pembahasan mengenai tahapan dan tempat-tempat yang akan dilalui manusia. Salah satu tempat yang sering diperbincangkan adalah padang Mahsyar. Dimana ditempat inilah kelak manusia akan dikumpulkan setelah hari kiamat tiba.

Lantas yang sering juga menjadi pertanyaan dan perbincangan adalah ”bagaimanakah keadaan manusia kala itu?”. Apakah manusia pada waktu itu mengenakan pakaian atau malah tidak berpakaian sebagaimana bayi yang ketika lahir? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini, tidak sembarang hal bisa dijawabkan, sebab harus ada landasan yang kuat untuk bisa menjawab hal ini.

Untuk itu, dilansir dari buku ”Perjalanan Hidup Setelah Mati” karya ustadz Labib Mz diterangkan bahwa di padang Mahsyar, manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang. Penjelasan ini diperkuat dengan adanya pembahasan dari Ibn ‘Abbas ra ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW beriri dihadapan kami memberi pengajaran dan Beliau bersabda: ”Wahai mausia, kamu sekalian akan dikumpulkan keada Allah SWT dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki dan dalam keadaan belum dikhitan, sebagaimana kali kita diciptakan seperti itu pula kita akan dikembalikan sebagai suatu janji yang telah Kami tetapkan, dan Kami sungguh akan melakukannya”.

sumber:islam-today.ru












 Berdasarkan sabda Rasulullah diatas, telah jelas bahwa manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang sebagaimana pertama kali ia diciptakan oleh Allah SWT. Lantas, mucul pertanyaan baru yang sering juga didengar yaitu: ”siapakah yang pertama kali akan diberikan pakaian di padang Mahsyar?”.

Untuk menjawab pertanyaan ini, masih dari lansiran yang sama yaitu ”Perjalanan Hidup Setelah Mati” karya ustadz Labib Mz diterangkan bahwa diriwayatkan dari ‘Ibad ibn Katsir dari Abu Zubair dari Jabir ra berkata, “Tukang adzan  dan membaca Talbiyah pada hari kiamat keluar dalam keadaan adzan dan membaca talbiyah”. Yang pertama kali memakai pakaian dari surga adalah Nabi Ibrahim as  kemudian Nabi Muhammad SAW, kemudian para nabi dan rasul.

Tukang adzan dan dan tukang baca talbiyah. Tukang adzan dan pembaca talbiyah akan didatangi oleh malaikat diatas singgasana yang terbuat dari cahaya berwarna merah dan ikat pinggang mereka dari zamrud hijau dan memakai baju dari emas. Mereka diiringi (dari kubur mereka) menuju padang Mahsyar oleh tujuh puluh ribu malaikat. Hadits ini ada dalam kitab Minhaj ad-Din. Oleh Imam al-Hulaimi.

sumber: islam_ru











Selain itu, Al-Baihaqi meriwayatkan (dengan sanadnya dalam kitab al-Asma; wa as-sifat) dari Ibn ‘Abbas ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Kamu akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang bulat, dan orang pertama yang memakai pakaian surga adalah Nabi Ibrahim as kemudian duduk di atas kursi di sebelah kanan ‘Arsy. Setelah itu, diberikan pula kepadaku pakaian dari surga, ketika itu tidak satupun manusia yang tegak berdiri, kemudian diberikan pula kepadaku sebuah kursi dan aku duduk menghadap ‘Arsy”. “Hadist ini menerangkan bahwa Nabi Ibrahim as adalah manusia pertama yang memakai pakaian pada hari kiamat. Kemudian Nabi Muhammad SAW (seperti yang dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits tersebut).

Maka secara keseluruhan, sudah jelas bahwa orang pertama yang akan memakai pakaian di padang Mahsyar adalah Nabi Ibrahim as, kemudian disusul  Nabi Muhammad SAW. Beruntung sekali bagi orang yang diberi pakaian dari surga saat itu, karena siapa yang memakainya, maka ia telah memakai pakaian yang melindungi dirinya dari busuknya bau keringat yang terdapat di Mahsyar dan akan terhindar dari dahsyatnya sengatan sinar matahari serta kedahsyatan-kedahsyatan lain yang ada di padang mahsyar.