glycolic acid untuk memperbaiki kulit

Assalamu'alaikum, selamat datang di blog saya! Ada yang penasaran sama zat bernama glycolic acid? Katanya, zat ini bisa banget merubah kulit jadi super kinclong lho. Bening dan mulus kalau kata orang-orang. Benarkah?

Daripada penasaran lebih baik baca deh ulasan saya tentang dua jenis bahan kimia yang dikenal sangat ampuh di dunia perawatan kecantikan ini. Bisa menyulap Anda jadi bidadari. Hehe... Mereka adalah glycolic acid (asam glikolat) dan lactic acid (asam laktat). Biasanya dipakai saat chemical peeling. Eh apaan tuh??!

Chemical Peeling

Prosedur ini merupakan serangkaian perawatan yang menggunakan cairan kimia tertentu sebagai medianya. Waduh ngeri banget ya bacanya jadi langsung kebayang air keras nggak sih?. Hehe lebay deh! Tenang guys cairan kimia yang ini relatif aman dan sudah sejak lama digunakan untuk merawat kulit kok.

Bahan kimia yang biasa digunakan di dunia perawatan kecantikan diantaranya adalah glycolic acid dan lactic acid. Perawatan chemical peeling adalah metode yang akan mengelupas sel kulit tua dan mati menggunakan cairan kimia dosis tertentu. Kenapa menggunakan asam? Ini penjelasan dari ahlinya;

"Asam bekerja memperbaiki kulit dengan dengan cara menghilangkan lapisan teratas kulit dengan cara melemahkan lipid yang mengikat mereka, dengan demikian sel-sel kulit mati serta kusam dihilangkan dan berganti dengan sel-sel kulit yang sehat," kata Dendy Engelman, MD, dokter kulit, dan direktur bedah dermatologis di Metropolitan Hospital Center.

Merawat kulit menggunakan metode ini membutuhkan ketelitian serta pengetahuan yang mendukung. Pasalnya, jenis cairan kimia yang dipakai tersebut bersifat asam serta memiliki kemungkinan "mencederai" wajah Anda. Jadi, meskipun bisa, tindakan ini sangat tidak disarankan untuk dilakukan secara bebas di rumah!

Jenis-jenis Chemical Peeling

Oke, sekarang lanjut ke jenis chemical peeling yang tersedia di tempat perawatan kecantikan profesional. Semuanya ada 3 jenis dan pembedaannya dilihat dari jenis bahan kimia yang dipakai serta kedalaman lapisan kulit yang akan dirawat. Cek penjelasan selengkapnya di bawah ini;

1. Deep Chemical Peeling (Peeling Dalam)

Peeling kategori ini merupakan yang paling keras. Peeling ini akan melibas sel kulit mati mulai dari lapisan epidermis, tengah, hingga dermis alias keseluruhan. Biasanya perawatan ini dilakukan untuk mengatasi masalah serius seperti;
a. Mengatasi kerusakan akibat sinar matahari,
b. Menyamarkan kerutan yang sudah cukup parah,
c. Memperbaiki bopeng bekas jerawat,
d. Mengatasi pertumbuhan sel abnormal pra kanker.

Cairan kimia yang dipakai untuk melakukan perawat ini adalah asam karbolat (fenol) yang punya kemampuan meresap hingga lapisan kulit terdalam.

Bagaimana cara melakukan chemical peeling di rumah? Sayangnya prosedur ini tidak disarankan untuk dilakukan di rumah. Jadi, saya akan menjelaskan tata cara yang biasa dilakukan oleh dokter spesialis kulit.
1. Pasien diberi obat penenang dan bius lokal sehingga area yang dirawat akan menjadi mati rasa,
2. Wajah dibersihkan secara bertahap,
3. Dokter akan mengoleskan asam karbolat (fenol) dengan jeda waktu setiap 15 menit.
4. Dokter akan membersihkan serta menetralisir kulit memakai air,
5. Dokter mengoleskan salep agar kulit tidak nyeri dan tidak kering.

2. Medium Chemical Peeling (Peeling Sedang)

Lanjut ke peeling medium. Sesuai namanya maka dia fokus sampai ke lapisan kulit tengah. Perawatan ini akan menghilangkan sel kulit mati di bagian kulit epidermis hingga ke bagian diantara epidermis dan dermis. Bingung?

Jadi, lapisan kulit itu ada epidermis dan dermis. Diantara keduanya ada lapisan tengah. Nah, peeling ini akan menghilangkan sel kulit mati mulai dari epidermis hingga bawahnya epidermis, sebelum mencapai dermis.

Perawatan ini biasanya bertujuan untuk:
a. Mengatasi warna kulit tidak merata,
b. Menghilangkan bekas jerawat,
c. Memudarkan garis halus di wajah.

Larutan kimia apa yang dipakai? Di sini memanfaatkan cairan kimia bernama asam trikloroasetat dan kadang juga asam glikolat.

Bagaimana cara melakukan chemical peeling sendiri? Hehe jangan coba-coba deh kalau nggak mau menanggung resiko. Lebih baik ke dokter saja yaa... Nanti prosedur chemical peeling medium akan seperti ini:
1. Wajah Anda dibersihkan terlebih dahulu,
2. Asam trikloroasetat / glycolic acid dioleskan pada area kulit yang dituju. Anda akan merasakan sensasi seperti sengatan dan juga terbakar,
3. Setelahnya, warna kulit berubah menjadi abu-abu keputihan,
4. Dilanjutkan dengan membersihkan kulit dan menetralkannya dengan kompres larutan pendingin,
5. Setelah beberapa hari mungkin kulit berubah jadi merah atau cokelat. Lalu kulit akan mengelupas setelah 2x24 jam. Proses pengelupasan terjadi selama 7 hari. Di sini kulit harus selalu terhidrasi ya!

3. Superficial Chemical Peeling (Peeling Dangkal)

Ini golongan paling ringan dan cenderung paling aman sih. Mau cobain? Hehe coba dilihat dulu yaa barangkali malah kurang cocok sama kebutuhan kulit Anda, ya kan? Apa itu peeling dangkal? Yuuk dibaca kakak!

Peeling dangkal alias superficial chemical peeling adalah jenis peeling yang dilakukan untuk mengusir sel kulit mati di lapisan terluar kulit. Apakah nama lapisan kulit paling luar? Yups, lapisan epidermis.

Perawatan ini tujuannya adalah;
a. Mengatasi jerawat,
b. Memudarkan garis halus,
c. Mengatasi kulit kering,
d. Meratakan warna kulit.

Larutan kimia yang biasanya dipakai saat proses peeling dangkal yaitu asam salisilat, asam glikolat, kadang juga asam maleat.

Bagaimana cara melakukan chemical peeling wajah sendiri di rumah? Peeling dangkal juga tetap lebih recommended untuk dilakukan di klinik kecantikan oleh tenaga profesional dong. Ini prosedur yang akan Anda dapatkan:
1. Dokter akan membersihkan wajah Anda,
2. Dokter mengoleskan salicilic acid atau bisa juga glycolic acid pakai kuas,
3. Larutan didiamkan selama beberapa menit & rasanya seperti tersengat alias agak cekit-cekit,
4. Setelah kulit berubah memutih, dokter akan menetralkannya pakai cairan neutralizer. Done!


Persiapan Sebelum Chemical Peeling

Dilansir dari situs alodokter, ternyata perawatan wajah ini juga mempunyai prosedur yang sama dengan pemeriksaan kesehatan lainnya yakni wajib melalui tahap pemeriksaan. Jadi, memang ada urutan yang harus dilalui oleh para calon pasien. Kurang lebih seperti ini ya guys:

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Riwayat kesehatan ini meliputi jenis penyakit apa saja yang pernah diderita, apakah mempunyai "penyakit turunan", riwayat obat yang dikonsumsi, dan tidak ketinggalan juga wawancara tentang gaya hidup yang dijalani selama ini.

2. Pemeriksaan Fisik

Di sini dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap area kulit yang akan dirawat dan juga mengidentifikasi karakter kulit Anda untuk menentukan jenis peeling yang tepat untuk digunakan.

3. Diskusi

Terakhir, dokter akan menyampaikan tentang prosedur perawatan yang akan dilalui oleh Anda serta kemungkinan resiko yang dapat terjadi. Setelah Anda menyetujui, barulah dilakukan tindakan.

Oke jadi kira-kira seperti itulah tentang chemical peeling ya guys. Next akan saya bahas secara singkat satu per satu tentang cairan kimianya. Mulai dari glycolic acid dulu baru lanjut ke lactic acid, oke?! Read on!


Glycolic Acid

Kenalan dulu deh sama si pendatang baru di dunia skincare knowledge saya. Iya kalau buat saya sih ini istilah yang baru. Jujur saja saya baru tahu tentang zat ini ya sekarang. Dari dulu ke mana saja? Hihi... Glicolic acid adalah salah satu golongan zat yang bersifat asam.

Tahukah Anda? Sifatnya yang asam ini akan menimbulkan reaksi relatif keras saat bersentuhan dengan permukaan kulit Anda. Dia akan serta merta mengelupas sel kulit yang dilewatinya.

Jadi, si glycolic acid ini merupakan AHA (alpha hydroxy acid). Zat AHA ini sudah sangat umum digunakan di dalam berbagai jenis produk meliputi toner, milk cleanser, serum, moisturizer, dan tentunya facial peeling.

Asam glikolat terbuat dari gula, tapi dia bukan gulali. Hehe... Saya kurang tahu proses jelasnya tapi sepertinya gulanya difermentasi hingga menghasilkan si AHA ini.

Glycolic acid ini banyak dipilih oleh para praktisi perawatan kulit serta dokter kulit karena telah terbukti handal dalam meningkatkan kesehatan serta kecantikan berbagai jenis kulit yang berbeda.

Dilansir dari byrdie.com Krista Eichen, ahli kecantikan berlisensi dan juga presiden dari brand Sanitas Skincare menuturkan bahwa asam glikolat memiliki molekul yang berstruktur kecil sehingga memudahkan untuk masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Kemudian ia melanjutkan bahwa ketika tiba di sana, zat asam itu akan membersihkan kelebihan minyak dan juga sel-sel kulit mati. Menghasilkan kulit yang lebih halus, lebih cerah, dan juga tampak lebih muda, paparnya. Mau???


Manfaat Glycolic Acid

Kalau ditanya manfaatnya, sudah tidak diragukan lagi karena sangat banyak. Dilansir dari situs byrdie.com zat ini setidaknya berguna untuk;
1. Menstimulasi produksi kolagen secara alami,
2. Menyamarkan garis halus dan kerutan,
3. Mencerahkan warna kulit,
4. Meratakan warna kulit,
5. Memudarkan bintik hitam akibat penuaan,
6. Mengatasi komedo serta jerawat,
7. Mengatasi kekusaman kulit.

Banyaknya manfaat di atas adalah berkat ukuran zat yang sangat kecil. Engelman berujar bahwa glycolic acid merupakan zat asam berukuran paling kecil dari semua jenis asam yang digunakan di dunia kecantikan.

Pokoknya ini hasilnya bakal bagus banget, super duper mengagumkan! Tapi ada syaratnya!!! Untuk mendapatkan manfaat tersebut Anda harus melakukan peeling dengan prosedur yang benar. Tidak sampai di situ saja. Perawatan pasca chemical peeling juga harus dilakukan secara teliti dan tepat. Jika tidak? Jangan tanyakan akibatnya, yang pasti bakalan HOROR!!!

Eh iya hampir lupa dong. Glycolic acid ini aman digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui lho (dengan dosis dan prosentase yang tepat).

Lactic Acid

Berbeda dengan glycolic acid yang terbuat dari bahan dasar gula, lactic acid ini dibuat dari sour milk atau susu asam. Zat asam yang satu ini jauh lebih ramah terhadap kulit dibanding glycolic acid. Apa pasal? Yups, penyebabnya adalah kadar keasaman yang lebih rendah sehingga tidak begitu mengiritasi kulit.

Dengan keramahannya, alhasil dia cocok untuk diaplikasikan pada Anda yang memiliki jenis kulit kering serta sensitif. Kabar baiknya lagi, proses recovery setelah peeling menggunakan lactic acid juga lebih cepat lho! Duh, bingung nih mau pilih yang mana... Cuss konsul ke dokter spesialis kulit gih! Hihi


Manfaat Lactic Acid

Manfaat lactic acid sejatinya mirip dengan "seniornya" glycolic acid. Dilansir dari situs healthline.com manfaat asam laktat diantaranya sebagai berikut;
1. Mengatasi hiperpigmentasi,
2. Mengatasi noda hitam akibat penuaan,
3. Mengatasi kekusaman wajah,
4. Mencerahkan warna kulit,
5. Mengecilkan pori-pori.

Intinya sih mirip-mirip lah dengan glycolic acid. Karena memang cuma beda terget perawatannya saja. Itupun bedanya tidak terlalu jauh, hanya selapis. Jadi, intinya yang penting konsultasi dulu dengan dokter SPKK. Eittsss... ke dokter yang asli yaa, jangan yang abal-abal!

Efek Chemical Peeling

Efek setelah peeling wajah pada dasarnya tidak jauh berbeda antar individu, dengan syarat jenis kulit serta masalahnya sama. Hal paling umum yang sering saya jumpai yaitu efek kulit menjadi kemerahan seperti udang rebus serta kulit yang mengelupas. Selain itu kulit Anda juga akan menjadi sangat kering dan terasa kaku. Tidak jarang juga disertai pengelupasan.

Peeling dangkal akan menimbulkan pengelupasan paling ringan, sebaliknya peeling dalam akan menyebabkan pengelupasan kulit yang lebih dramatis. Di sini hidrasi menjadi begitu penting. Pada umumnya kulit bisa kembali normal dalam rentang waktu antara 5-7 hari lamanya.

Kemudian peeling juga memiliki resiko. Jangan dikira wajah mulus baday bak porselain itu bisa didapatkan dengan cara mudah ya. Nih saya berikan info resiko yang bisa Anda terima (dilansir dari situs alodokter). Simak ya?!
1. Perubahan warna kulit (jadi over hitam atau putih),
2. Bekas luka,
3. Infeksi,
4. Gangguan jantung, ginjal, dan hati (efek deep peeling).

Cukup seram kan resiko yang bisa Anda alami? Namanya nasib sial kan tidak tahu akan menimpa siapa, kapan, dan di mana. Sekedar saran nih saya punya sedikit tips setelah melakukan chemical peeling;
1. Jangan pakai produk exfoliant (yang bisa mengeksfoliasi kulit),
2. Jangan gunakan sejenis sikat wajah,
3. Hindari sinar UV sepenuhnya,
4. Aplikasikan sunscreen dengan rajin,
5. Pakai topi dan payung (bila perlu).

Hmm kalau Anda sudah mantap mau melakukan treatment ini alangkah baiknya untuk berdiam diri di dalam rumah saja hingga kondisi kulit betul-betul membaik. Soalnya kan sinar UV tidak bisa Anda ukur sendiri, apalagi hanya dengan ilmu kira-kira. So, it's better to stay on the safe side!

Oh iya perawatan ini tidak bisa dilakukan sembarangan sesuai keinginan Anda ya. Jika sampai dilakukan secara berlebihan dikhawatirkan akan merusak stratum corneum. Tahukah Anda apa itu?

Stratum corneum merupakan lapisan epidermis terluar yang bertugas sebagai penghalang (barrier) serangan patogen. Nah kalau lapisan ini sampai rusak kira-kira apa yang akan terjadi? Siapkan mata untuk membaca dengan seksama!


Jika fungsi barrier kulit sampai rusak, hasilnya adalah kulit akan sangat rentan terhadap infeksi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Kulit akan menjadi sangat sensitif dan mudah teriritasi. Terkadang kulit juga mengalami proses penuaan tanpa Anda sadari. Semacam suatu hari tiba-tiba muncul keriput. Gitu.

Takeaways

In sum, menurut pendapat saya antara glycolic acid dan lactic acid ini sama bagusnya. Zat golongan acid ini harus digunakan di bawah anjuran dokter spesialis atau dermatologis untuk meminimalisir terjadinya hal buruk. Saya pribadi cenderung merekomendasikan langkah aman ketimbang coba-coba.

Jadi, tetaplah berada di jalan yang benar wahai pembaca yang budiman. Hehe... Kalau maksa banget pengen coba produk home peeling maka saran saya pilih yang pH-nya antara 3 dan 4. Lalu tingkat keasamannya sekitar 5%. Gunakan seminggu sekali dulu, kalau oke boleh 2 kali. Dan kalau terjadi hal buruk, stop pemakaian dan langsung pergi ke dokter spesialis kulit.

Well, sudah dulu yaa saya closing. Sekian dulu untuk edisi hari ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya, inshaa Allah!

Punya pertanyaan terkait topik ini? Atau mau request artikel? Cuss ah yuk langsung tinggalkan pesan di kolom komentar. Let's comment! Xo ^_^



(diens)