"Besok mau kemana aja? " Tanya si bapak, semalam sebelum kami berangkat ke Singapura. Jujur berangkat liburan kali ini ga bikin itinerary kayak biasanya. Ini pergi ke Singapura yang ke-3 kalinya (maklum horang kayah, huahaha, ditabok masal). Cuman berdua lagi, udah kayak orang honeymoon aja. Bahkan pesan kamar hotel aja baru beberapa hari sebelum berangkat. Beneran belum ngebayangin mau berkunjung ke mana aja. Untungnya sebelum ke Singapura kami mau melancong dulu sehari ke Melaka. Lumayan lah punya jeda buat mikir itinerary di Singapura. Terlintas pengen pepotoan di Orchard Library.


Setelah dari Melaka kami balik ke Singapura lagi. Turun di perhentian bus di Golden Mile Tower, saya dan suami memilih jalan kaki ke hotel kami di The Great Madras sambil mikir besok mau jalan ke mana aja. Dan kepikiran mau jalan-jalan liat perpustakaan aja. Karena saya dan anak-anak suka banget ngadem di perpus. Mampir ya di tulisan saya tentang perpustakaan di Jogja di sini dan di sini.

3 Perpustakaan Keren Di Singapura


Nah, berikut cerita tentang 3 perpustakaan keren badai yang saya kunjungi saat di Singapura. Masya Allah semuanya bagus dan cantik.

1. National Library Singapore




Kami datang ke sini setelah putar-putar belanja di Bugis. Bawaannya banyak bener. Salah cara nih. Harusnya ke perpustakaan dulu baru belanja. Tapi sudah lah. Oia kami sempat nyasar. Malah masuk ke Bugis Junction. Untung tanya di petugas informasi. Sebenarnya Maps yang kami ikuti bener sih. Cuman berasa ga percaya aja kok gampang banget ternyata nemuin lokasinya. Buahaha, dasar.



Gampang Ditemukan

Pintu masuk National Library Singapore

Perpustakaan ini tepat di pinggir jalan Victoria Street no 100. Dari luar gedungnya udah magrong-magrong gagah bener. Kami masuk ke lobby dan bertanya bagian mana perpustakaan nya. Ternyata gedung sebesar itu ada banyak fungsi selain sebagai perpustakaan. Ada ruang khusus pameran, bagian khusus untuk panggung event semacam book launching. Kebetulan pas kami di sana ada book launching tapi karena terburu-buru kami ga mampir.

Terdiri Atas 13 Lantai



Kami memilih untuk menuju lantai 7 yang disebut sebagai Lee Kong Chiang Reference Library. Terutama untuk buku-buku sains dan teknologi. Ada juga Central Public Library di lantai B1. Kemudian ada Drama Center di L3-5.



Sebelum masuk ruangan kami bertanya ke petugas apakah boleh mengambil gambar. Dan ternyata boleh. Hanya diminta meng-off kan suara kamera. Okelah kalau begitu. Oia sebagai informasi tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan kecuali plain water. Di depan juga disediakan loker untuk menitip barang.

Perpustakaan Terkeren Yang Pernah Saya Kunjungi



Di dalam perpustakaan saya langsung takjub. Masya Allah. Saya edit deh tulisan saya tentang Grahatama Pustaka Jogja yang pernah diklaim sebagai perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara. Ya ampun ga ada apa-apanya dibandingkan National Library Singapore. Ini baru satu lantai lo ya yang saya kunjungi. Buku-buku ditata sesuai index. Buku yang disediakan lengkap. Saya mencari tentang buku-buku bertema social media dan blogging. Dan ketemu. Selain itu saya juga baca koran online. Karena di lantai 7 ini hanya menyediakan koran online saja. Layar monitor touchscreen untuk membaca koran juga lebar. Ada beberapa pilihan bahasa juga. Ya ampun kalau begini bisa seharian saya di sini.

Terbuka Untuk Umum Dan Gratis


Penampakan lobby 

Oia perpustakaan buka setiap hari dari Senin-Ahad pukul 10 pagi sampai jam 9 malam. Dan sering pada hari libur ada pertunjukan semacam pameran buku dan seni serta launching buku. Masuk perpustakaan ini gratis ya ukhti-ukhti. Ini untuk menjawab pertanyaan via DM instagram yang nanyain apakah masuk sini berbayar. Selain numpang ngadem eh membaca kita juga bisa meminjam buku. Dengan syarat memiliki tanda keanggotaan. Oia sepertinya ada syarat khusus untuk warga negara asing. Tapi kalau mau numpang foto-foto eh membaca mah gratis-tis. Sebenarnya ada perpustakaan yang khusus bagi anak-anak. Dilengkapi dengan fasilitas story telling juga. Tapi kami ga sempat masuk ke bagian ini. Besok deh kalau ngajak anak-anak main ke sini lagi.


2. Orchard Library



Mencari lokasi perpustakaan ini udah kayak nyari gebetan yang soleh, kaya, tampan dan setia. Susah. Huahahaha. Ya Lord. Kami sampai muter-muter di area Orchad yang kiri kanannya isinya toko branded semua. Bawaannya jadi pengen belanja aja. Untung lah tekadku kuat dan bulat kalo ga udah mampir belanja aja bukan ke perpus.

Perpustakaan Dalam Mall



Sebagai informasi perpustakaan ini ada di dalam mall Orchard Gateaway ya sodara-sodara. Turun di MRT Somerset terus naik ke atas menuju L4. Karena di sanalah perpustakaan itu berada. Kalau nyasar tanya ke petugas informasi yang sayang nya susah bener nyari kotak bertuliskan 'Information' di dalam mall. 




Saat naik ke lantai yang dimaksud kita jangan muter ke kiri tapi ambil ke kanan ke sebuah lorong gitu. Terus aja masuk, mentok sampai ketemu itu perpustakaan. Depan perpustakaan itu ada konter khusus para pecinta kartu gaming itu loh. Banyak orang disitu yang main kartu.

Perpustakaan Yang Sangat Instagramble



Masuk ke Orchard Library ini kayak masuk ke toko buku modern. Ga keliatan kalau ini perpustakaan. Ga ada petugas jaga di depannya. Terdiri atas dua lantai. Lantai pertama tepat pintu masuk berisi buku-buku non fiksi dan ilmu pengetahuan populer. Mulai dari label Lifestyle, Sains, Visual, Space, Food, dll. Buku-buku di sini kebanyakan adalah buku-buku kekinian populer.

Lantai bawah surganya Fiksi



Kemudian saya turun ke lantai bawah. Nah sering kan liat rak buku bergelombang yang difoto dari atas. Nah di sinilah foto tersebut diambil. Ya Allah perpustakaan ini surga bagi para pecinta buku-buku fiksi. Lantai bawah isinya 'FICTION' semua. Sudah kayak hidupmu aja hahahaha. Perpustakaan ini rekomended. Buat yang mau berkunjung ke Singapura please ya, masukkan tempat ini ke dalam daftar kunjung kalian. Percaya deh sama saya tempat ini wajib didatangi minimal sekali seumur hidup. Meskipun kalian bukan pembaca buku kalian pasti suka masuk perpustakaan ini.




Desain Modern


Tampilan depan Orchard Library

Di desain modern dan sangat ergonomis serta cantik banget difoto. Mau diambil dari sudut manapun tempat ini akan selalu sesuai dengan komposisi fotografi. Para fotografer akan betah di dalam sini untuk mengambil gambar.




Buat pecinta novel maka perpustakaan ini adalah lautan yang susah nyari tepinya. Saya sendiri langsung nyari buku-buku nya JK Rowling dan Dr. Karl May. Sayangnya saya ga menemukan karya-karya nya Karl May karena bagian dengan index 'May' sedang di pindahkan untuk penataan ulang. Huhuhuhuhu, sedihnya tidak bisa berfoto dengan buku bersampul kisah si Winnetou dan cinta pertama saya abang Old Shatterhand. Di lantai bawah ini juga disediakan fasilitas audio untuk mendengarkan kepingan CD berisi novel- novel fiksi. Jadi buat orang yang tidak suka baca bisa dengerin novel di sini. Enaknya.




Perpustakaan ini buka setiap hari Senin-Ahad jam 10.00-21.00 waktu Singapura. Masuknya juga gratis dan bisa meminjam buku juga dengan syarat tertentu. Ntar kalau kalian ke sana bisa ya tanya-tanya ke petugas.

3. Esplanade Library




Untuk teman-teman pecinta seni dan musik wajib datang ke Esplanade Library ini. Perpustakaan yang berada di pusat seni Singapore tepatnya di Gedung Esplanade ini memang mengangkat tema seni dan musik. Isi perpustakaan ini juga sangat musik banget.



Perpustakaan Khusus Seni



Buku-buku dan jurnal ilmiah bertema seni disediakan lengkap di sini. Selain buku dan jurnal juga disediakan piringan dan CD musik berbagai periode. Pecinta The Beatles bisa menemukan CD album The Beatles lengkap di perpustakaan ini. Kita juga bisa mendengarkan fasilitas audio dengan kualitas suara yang sangat memadai. Headset nya empuk tanpa gemericik sedikitpun.




Sering Ada Pertunjukan Seni



Selain menyediakan loker dan juga wifi kencang, perpustakaan ini menyediakan panggung untuk pertunjukan seni dan musik. Bahkan saat kami berkunjung ke sana baru saja ada perform anak-anak yang menampilkan seni musik biola.



Menemukan perpustakaan ini juga mudah. Masuklah lewat pintu utama Esplanade kemudian menuju lantai dua. Ikuti saja papan petunjuk. Atau tanya ke petugas informasi di dekat pintu masuk. Sama enna dua perpus sebelumnya. Perpustakaan Esplanade ini buka setiap Senin sampai Ahad dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam. Dan gratis terbuka untuk umum.






Traveloka Xperience




Karena 3 perpustakaan di atas bukanlah tempat wisata yang populer untuk dikunjungi di Singapura maka ga heran datang ke tempat-tempat tersebut butuh usaha. Bahkan sempat bertanya ke beberapa orang lokal yang mereka juga ga tahu tempatnya.


Seringnya saya benar-benar mengandalkan google maps dan tanya sana-sini. Untung nya sebelum berangkat saya udah pesan paket internet M1 dan kartu EzLink via Traveloka Xperience. Penting banget memiliki dua kartu tersebut saat berkunjung ke Singapura. Memudahkan untuk apdet informasi yang membutuhkan internet dan juga sebagai kartu pembayaran MRT dan bus. Nah selain menyediakan tiket pesawat dan Hotel ada fitur seru nih di Traveloka. Fitur Xperience sendiri adalah salah satu fitur baru di aplikasi Traveloka. Menyediakan berbagai layanan yang berkaitan dengan perjalanan. Ada 12 layanan di Traveloka Xperience ini. Yakni: Atraksi, Bioskop, Event, Hiburan, Olahraga, Spa & Kecantikan, Taman Bermain, Transportasi, Tur, Pelengkap Perjalanan, Makanan & Minuman, Dan Kursus & Workshop.

Kartu internet M1

Saya pesan beberapa hari sebelum berangkat. Untuk kuota sebesar 100 GB hanya dibanderol 122 ribu. Bisa internetan sepuasnya. Saya dan si bapak bisa tetringan wifi. Internet nya lancar. Bisa diandalkan untuk googling dan Google maps nya sangat membantu.




Cara Membeli




Cara pembelian juga gampang. Pilih fitur Traveloka Xperience, kemudian pilih ‘pelengkap perjalanan’. Pilih kartu SIM yang kita inginkan. Saya kemarin beli MCard 100 GB Data $12. Setelah konfirmasi pembelian saya mendapat kode voucher via email.

Cara Menukarkan Voucher


Tukarkan kode voucher di gerai Cheers 

Kemudian kode voucher ini saya tukarkan di bandara Changi. Keluar pintu kedatangan setelah imigrasi belok ke kiri nah di deretan kios-kios itu ada gerai Cheers. Tunjukkan kode voucher yang kita miliki nanti pelayan gerai Cheers akan memberikan kita SIM Card tanpa pembayaran apapun lagi. Dan mereka akan meminta paspor kita untuk registrasi dan kartu langsung bisa digunakan.

Kartu EzLink


Tukarkan kode voucher di konter Changi Recommends

Ez-Link card adalah kartu pembayaran untuk transportasi MRT dan bus kota selama di Singapura. buka aplikasi Traveloka kemudian pilih Xperience. pilih ‘transportasi’ lalu pilih ‘Singapore’. akan ada banyak tawaran pass untuk kereta dan bus. Pilih yang Kartu Ez-Link Singapura.
Setelah konfirmasi pembayaran kita akan mendapatkan kode voucher yang akan dikirimkan via email.

Cara Menukarkan Voucher



Cara penukarannya gampang. Setelah keluar dari imigrasi bandara Changi ambil ke kiri. di bagian depan ada counter Changi Recommends. Tunjukkan kode voucher dari email kita. Nanti akan ditukarkan dengan kartu Ez-Link. Kartu Ez-Link ini tidak perlu diregistrasi. Langsung bisa digunakan. Kemarin saya membeli dua kartu Ez-Link seharga 198.376 rupiah. Satu kartu Ez-Link di Traveloka Xperience senilai 98-an ribu. Sedangkan jika beli langsung di Singapura seharga $12. Lebih murah beli di Traveloka Xperience. 

Cara Penggunaan





Masing-masing berisi $10. Saldo menetap $5 dan saldo yang bisa kita gunakan untuk membayar MRT/bus senilai $5. Jika saldo kita habis bisa kita top-up kembali di stasiun MRT. Di mana di setiap stasiun MRT ada mesin penjualan kartu otomatis yang berfungsi juga sebagai pembayaran top-up saldo Ez-Link. Ikuti aja petunjuknya di layar. Oia kalau malas bayar di mesin ini bisa juga top-up di gerai-gerai Seven-Eleven yang banyak tersebar di Singapura. Cara menggunakannya juga gampang tinggal di tap saja di pintu masuk stasiun yang kita tuju. Begitu saat keluar tap kan lagi kartu kita di mesin pintu masuk stasiun.



Nikmti Traveling Seru Bersama #XperienceSeru 



Nah, gampang kan kalau mau blusukan ke Singapura. Dijamin liburan kita lancar jaya, insya Allah. Saya sih menyarankan beli ke-2 kartu tersebut via Traveloka. Karena sampai di Singapura kita tinggal nuker voucher aja di gerainya di bandara Changi. Dan harganya lebih murah beli via Traveloka daripada beli langsung di sana. Dijamin perjalanan kita bakalan tambah seru dengan #XperienceSeru dan menyesal tidak mencoba lebih banyak layanan dari Traveloka Xperience ini. Besok lagi mau mencoba atraksi, hiburan dan kursus & workshop di luar negeri dari #XperienceSeru nya Traveloka ini. aamiin. 



Dan kalian para mamak, mau nyobain yang mana nih? Ayuk liburan, kerja mulu, kaya kagak, eh. Hahahaha.