Saya yakin deh bukan cuma saya aja yang punya tumpukan buku yang masih tersegel dan berdiam diri di sudut rak! Entah belum sempat dibaca, belum niat, atau memang terlampau sibuk, jadi buku-buku itu belum disentuh sama sekali. Di satu sisi pasti sedih sih karena pas beli buku itu pasti niatnya untuk langsung dibaca tuntas. 

Orang Jepang, seperti yang kita ketahui memang punya BANYAK istilah untuk segala hal, juga memiliki istilah untuk kebiasaan ini. Tsundoku namanya. Tsundoku berasal dari kata ‘tunde oku’ yang berarti ‘membiarkan sesuatu yang menumpuk dan ditulis’. Namun seiring perkembangan zaman dan bahasa, tsundoku dapat diartikan menjadi ‘kondisi atau keadaan ketika seseorang membeli buku, tetapi tidak membacanya.’ (sumber

Ternyata istilah ini sudah dikenal dari era Jepang modern atau era Meiji yang berkisar antara tahun 1868 – 1912, lho. Sudah lama sekali ya! Lalu, apakah fenomena ini merugikan? Well, sayangnya iya. Tercatat beberapa kasus di Amerika dimana salah satunya dialami oleh seorang pria bernama Frank Rose yang akan mendonasikan 13.000 bukunya ke perpustakaan karena ia tak kunjung membacanya! Ia gemar membeli buku ketika masih bekerja dengan rencana akan mulai membacanya di masa pensiun kelak. Namun ketika ia telah pensiun, ia malah kebingungan sendiri karena bukunya sudah berjumlah ribuan!

Kalau menurut saya pribadi, secara tidak langsung tsundoku ini berpengaruh terhadap psikis seseorang karena berkaitan dengan bagaimana ia mengelola keuangannya. Kalau dibiarkan dan tidak berhati-hati jelas dompet bisa jebol secara sia-sia dan berujung mubadzir (apalagi kalau buku yang belum dibaca mulai digerogoti rayap huhu #truestory). Makanya saya juga sekarang mulai mengerem untuk membeli buku kalau tidak benar-benar berkomitmen akan menyelesaikannya dalam waktu dekat.


Melihat kegelisahan ini, ditambah dengan pesatnya teknologi digital, adaa aja solusi yang ditawarkan untuk mempermudah kita mendapatkan akses buku tanpa harus membelinya: pinjam! Lah memang masih zaman pinjam-pinjam buku? Iya dong, salah satunya bisa diakses melalui bolehbaca.com


Apa Itu BolehBaca?
Boleh baca adalah sebuah situs pinjam-meminjam dan jual beli buku murah yang lengkap dan aman. Dengan konsep online marketplace, BolehBaca menyediakan layanan peminjaman buku yang terjamin kualitasnya: baik, dan bukan bajakan. Koleksi bukunya juga ada banyak banget dan mencakup berbagai genre, mulai dari buku filsafat hingga popular, semuanya ada~

Biaya langganannya juga terjangkau banget kok, cukup dari Rp.12.000 per bulan, kita bisa meminjam dan menukar buku sepuasnya sesuai dengan paket langganan yang dipilih.

Nggak cuma itu, sebagai pengguna kita juga bisa bertindak sebagai owner dengan cara menjual ataupun meminjamkan buku yang kita miliki. Nah setiap buku yang terpinjam, kita akan mendapatkan keuntungan seperti passive income. Seru abis, kan!


Apa Keuntungan Menjadi Reader BolehBaca?
Reader atau pengguna yang ingin meminjam bisa mendapatkan keuntungan seperti biaya berlangganan yang sangat terjangkau (mulai dari Rp.12.000 – Rp.25.000), kepraktisan pengambilan buku pinjaman seperti ambil langsung ke rumah owner, ekspedisi rekanan, atau FREE DELIVERY untuk area Kota Malang, dan tentunya, Reader juga turut berkontribusi memberantas peretasan buku dan peredaran buku bajakan.

Menurut saya pribadi sih dengan menjadi reader di BolehBaca, kita benar-benar akan menghemat waktu untuk keliling toko buku, menghindari pembelian buku impulsif yang malah numpuk di pojokan kamar (hehe), dan hemat banget karena harga langganannya ramah kantong.

Untuk yang domisili Malang juga bagai mendapat oase di tengah padang pasir nggak sih karena ternyata ada free ongkir nya (yah walaupun belum sampai kabupaten sih, hehe). Buat yang di luar Malang juga bisa pilih buku yang sesuai dengan domisilinya karena saya lihat sudah ada juga kok owner yang domisilinya di Jakarta dan Bekasi. ^^


Apa Keuntungan Menjadi Owner BolehBaca?
Owner atau pengguna yang ingin menyewakan bukunya di BolehBaca bisa mendapatkan keuntungan seperti passive income dari setiap buku yang terpinjam, tidak mendapatkan potongan apapun alias 100% gratis biaya administrasi dari BolehBaca, dan jangan sedih maupun gundah takut buku yang dipinjamkan tidak kembali karena Reader diharuskan untuk mengunggah dua identitas dan uang jaminan sebagai syarat meminjam buku.

Cara memilih paket


Cara meminjam

Sebagian koleksi buku pinjaman


Baca juga: BooksActually

Oh ya, BolehBaca ini juga punya perpustakaan offline lho yang namanya Boba Library yang terletak di Lowokwaru, Malang. Wah mungkin suatu saat nanti mau main kesana dan lihat koleksi buku-bukunya secara langsung! Seru ya makin banyak tempat literasi di Malang ☺

Anyway inovasi BolehBaca nggak sampai disini aja, lho. Mereka juga punya beberapa fitur lainnya yang membantu pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang concern dengan pendidikan mereka. Diantaranya:
  • BolehBelajar
    Layanan penyedia belajar privat untuk jenjang pendidikan SD-SMA dan Umum.
  • BolehTerjemah
    Penyedia jasa terjemah dan proofreading atau penyuntingan artikel seperti jurnal, abstrak, skripsi/tesis/disertasi, dll.
  • BolehReferensi
    Website yang memuat beragam referensi akademik yang kredibel.
  • BolehBeasiswa
    Menyediakan bimbingan persiapan beasiswa termasuk TOEFL dan IELTS untuk beasiswa luar dan dalam negeri.



In the end, keberadaan BolehBaca sebagai startup literasi (dan pendidikan) amat sangat saya dukung! Kenapa? Karena dengan akses yang mudah seperti ini, kedepannya akan sangat membantu masyarakat atau individu yang membutuhkan tapi masih bingung mau mulai dari mana. Dan secara personal, kantor pusat dan kegiatannya terletak di Malang, yah walaupun semuanya bisa diakses secara online sih, tapi dengan tumbuh dan berkembangnya BolehBaca di Malang, membuktikan bahwa penyebaran fasilitas pendidikan dan literasi yang mulai merata dan tidak hanya terfokus di kota-kota besar saja.

FINALLY, ayo buruan pilih yang sesuai dengan kebutuhan kamu dan jangan lupa untuk gunakan referral code saya: DiazBLG014 yang berlaku untuk BolehBeasiswa dan BolehBelajar. Kalian akan mendapatkan potongan harga up to Rp.50.000 lho! Lumayan banget kan untuk jajan pentol! Hehehehe… Selamat membaca! Feel free to tag me, yah, kalau sudah pakai kodenya ☺