penyebab ketoasidosis

Assalamu'alaikum, selamat datang di blog saya! Hari ini saya akan membahas tentang sebuah kondisi yang berhubungan dengan penyakit gaya hidup, diabetes. Sebenarnya bukan mau bahas diabetesnya sih. Melainkan kondisi yang merupakan salah satu efek samping dari tingginya gula darah.

Ketoasidosis adalah kondisi komplikasi yang seringkali menimpa para diabetesi. Namun benarkah ini hanya bisa terjadi pada penderita diabetes saja? Atau jangan-jangan orang biasa tanpa diabetes juga bisa mengalami? Baca terus ya.

Jawabannya bisa "keduanya benar". Keduanya, yakni yang sehat dan penderita diabetes bisa mengalaminya. Pada manusia yang sehat, ketoasidosis bisa terjadi saat Anda melakukan diet keto tanpa anjuran dan bimbingan dari ahlinya. 

Sementara pada diabetesi, kondisi ini terjadi akibat tubuh tidak dapat mensintesis karbohidrat menjadi tenaga. Akibatnya tubuh menggunakan lemak dan mengolahnya menjadi energi. Proses ini menghasilkan residu bernama zat keton. Keton yang menumpuk lalu menyebabkan ketoasidosis diabetic.

Apakah yang Dimaksud Ketoasidosis?

Ketoasidosis adalah suatu kondisi di mana terdapat zat bernama keton dalam jumlah yang melebihi ambang batas normal. Kalau menurut saya, ini semacam ketosis yang terjadi di luar kendali hingga menjadi ketoasidosis.

Jika Anda mengalaminya maka kondisi tubuh Anda akan berubah menjadi asam. Akibatnya tubuh jadi lebih lemah sehingga mudah terkena berbagai penyakit. Selain itu tubuh yang asam juga lebih rentan mengalami infeksi.

Kondisi ketoasidosis paling parah bisa terjadi di kala dia menyerang penderita diabetes. Akibatnya bisa fatal mulai dari sekedar pusing hingga koma. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang lebih baik tentang "penyakit" ini.

Jadi, apa yang menyebabkan asidosis pada diabetes ketoasidosis? First of all I do want to tell you this, diabetes ketoasidosis adalah sebuah kondisi komplikasi serius yang menimpa para penderita diabetes. Ini terjadi akibat tingginya produksi asam darah yang bernama keton. Kenapa bisa begini?

Awalnya, ini dilakukan oleh tubuh karena tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengolah gula menjadi energi. Akibatnya, tubuh mencoba mencari bahan lain sebagai alternatif untuk diolah jadi energi. 

Nah, bahan yang dapat diolah menjadi energi tanpa membutuhkan bantuan enzim insulin adalah lemak. Tapi apa jadinya kalau lemak terus menerus dibakar?

Apesnya, pengolahan lemak menjadi energi ini menghasilkan "limbah" bernama keton. Penumpukan keton yang menggunung mengakibatkan ketoasidosis diabetes. Kira-kira seperti itulah kisahnya ya gaes. Sampai di sini jelas? ^_^

Beberapa tips di bawah ini mungkin bisa dijadikan acuan untuk mencegah terjadinya ketoasidosis. Terutama bagi para diabetesi ya?! Check this simple diabetic ketoacidosis guidelines!


1. Disiplin

Selalu tanamkan dalam pikiran Anda bahwa mengkonsumsi makanan sehat serta berolahraga secara teratur adalah hal wajib. Dengan demikian Anda akan termotivasi untuk melakukannya secara disiplin. Meski klise, gaya hidup yang tepat adalah satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya penyakit ini.


2. Monitor

Cek kadar gula darah serta kadar keton dalam darah secara berkala dan berketerusan. Sesuaikan dengan target pengobatan yang sedang Anda jalani. Kadang ada rasa malas dan ini adalah hal yang sangat manusiawi. Namun cobalah ingat kembali tujuan awal Anda agar bisa kembali semangat.


3. Komitmen

Berjanjilah pada diri Anda sendiri untuk minum obat diabetes secara teratur sesuai arahan dokter. Jika Anda mengalami diabetes tipe 1, lakukan suntik insulin secara teratur. Di samping itu, pertahankan terus gaya hidup sehat ala diabetesi.


4. Perhatikan

Khusus bagi para diabetesi diharapkan untuk memberikan perhatian lebih di saat tengah mengalami hal-hal yang berefek buruk bagi diabetes. Misalnya saja saat mengalami infeksi dan stress. Selalu monitor kadar gula darah dan keton secara kontinyu dan juga teratur.


5. Obat

Diabetesi harus mengkonsumsi obat secara teratur untuk mengontol kadar gula dalam darahnya. Jika Anda sedang mengkonsumsi obat baru, berikan perhatian lebih pada reaksinya. Siapa tahu akan muncul reaksi yang tidak diinginkan. 

Jika Anda terlanjur mengalami penyakit diabetes, selalu minum obat dari dokter dengan rajin. Tidak ada alasan untuk tidak minum obat!


6. Cairan

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan. Maka tak heran jika berulang kali saya mengingatkan untuk cukupi kebutuhan cairan Anda. Tidak usah berlebihan sampai kembung namun yang penting cukup saja.


Kesimpulan


Jadi, bisa ditarik benang merah bahwa kondisi ketoasidosis bukan hanya bisa dialami oleh penderita diebetes. Pada keadaan tertentu orang yang sehat dan tidak punya riwayat diabetes juga bisa kena. So, be careful!

Sudah tahu kan bagaimana zat keton diproduksi oleh tubuh? Kalau memang seperti itu berarti golongan yang rawan mengalami ketoasidosis selain diabetesi adalah para pelaku diet keto. Yups! Ini bukan isapan jempol belaka.

Makanya diet ini tidak bisa dilakukan sembarangan mengingat resiko besar di baliknya. Ada yang punya niat ingin menjalani diet ini? Selalu konsultasikan dengan ahlinya ya agar semua berjalan dengan baik.


Takeaways

Ketoasidosis bisa menimpa siapa saja. Namun para penderita diabetes memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menerima resiko tersebut. Maka dari itu saya menekankan bagi Anda yang telah menderita diabetes maupun memiliki resiko tinggi (keturunan diabetesi) agar waspada sejak awal.

Sakit diabetes seringkali dikaitkan dengan hal yang menyangkut keturunan. Ingat! Meski faktor genetik memegang peran yang cukup besar namun diebetes bukanlah warisan. TIDAK!!! Semua ini tetaplah akibat dari gaya hidup.

Kesadaran diri lebih dibutuhkan dibanding hal lainnya. Meski benar tidak dapat disembuhkan, penyakit ini masih bisa dikontrol. Caranya? Lakukan diet sehat dan kendalikan ego serta nafsu. Ya! Nafsu ingin kembali pada gaya hidup lama.

Sulit? Pastinya akan lebih sulit jika harus jatuh pada ranah komplikasi diabetes, seperti diabetic ketiacidosis, contohnya. Tapi tetap saja keputusan kembali kepada Anda. Well, sepertinya sekian dulu ya untuk hari ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya, insyaa Allah! Punya pertanyaan tentang tema ini? Yuk langsung tinggalkan pesan di kolom komentar? Happy discussion! Xo ^_^


Referensi: diabetes.org.uk


(diens)