Tak usah cukur bulu kemaluan

 

Keberadaan bulu kemaluan sering membuat banyak perempuan merasa tak nyaman sehingga memutuskan untuk mencukurnya. Kelihatannya tampak tidak higienis, atau semata-mata karena alasan kebersihan, kamu pun memilih mencukurnya.

Padahal, keberadaan bulu kemaluan pun tak bisa dipandang sebelah mata. Memang benar jika kemaluan merupakan satu di antara organ intim yang harus selalu dijaga kebersihannya karena ini termasuk kewajiban kamu untuk tetap menjaga kebersihan rambut yang tumbuh di area tersebut.

Hanya saja, keputusan untuk mencukur bulu kemaluan justru jadi bumerang untuk dirimu sendiri ya. Sebab demi alasan kesehatan, ini dia kenapa kamu tak perlu mencukur bulu kemaluan.

Mengurangi Risiko Infeksi Jamur, Penyakit Menular Seksual Lho Serta Mencegah Iritasi Kulit

Woman Touching Her Right Leg

Kebiasaan mencukur bulu kemaluan bisa berpotensi meningkatkan risiko penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, hingga HPV lho. Untuk itu, dibanding memangkasnya, kamu disarankan untuk membiarkan rambut tersebut tumbuh.

Keberadaan bulu kemaluan pun fungsinya bisa mengurangi gesekan akibat benturan keras yang mengarah ke organ vital. Kamu yang khawatir soal infeksi jamur tak perlu risau karena bulu kemaluan pun ada untuk melindungi organ kemaluanmu dari hal tersebut.

Kebiasaan mencukur atau menarik bulu kemaluan pun sebaiknya dikurangi. Selain bisa menyebabkan kerusakan kulit, ini karena mulanya kebiasaan ini bisa memberi efek gatal sehingga kalau terlalu sering diteruskan bisa memicu iritasi.

Lebih parahnya lagi, hal ini juga bisa menimbulkan folikulitis yang artinya rasa sakit yang berakibat pada infeksi atau radang. Kalau sudah begini, lebih baik membiarkan bulu tersebut tumbuh tanpa harus diperlakukan macam-macam, kan?

Fungsinya Mengatur Suhu Tubuh Dan Menyerap Keringat

Person's Left Foot With Black Under Armour Running Shoe

Keistimewaan bulu kemaluan yang lain adalah mengatur suhu tubuhmu. Rasa pengap dan panas di sekitar area intim bisa diatasi lantaran fungsi istimewanya itu. Percayalah, rambut di tubuh membantu mengatur keringat sehingga tubuh terasa lebih sejuk. Kamu tak tahu kan, apabila suhu dalam tubuh terlalu tinggi justru bisa membahayakan nyawa sendiri.

Fungsi lainnya dari bulu kemaluan ini adalah menyerap keringat sehingga membuat area intim tetap kering. Namun, jangan lupa untuk segera mengganti pakaian atau mandi sehabis olahraga agar terhindar dari infeksi jamur.

Sekadar informasi, ada dua jenis kelenjar keringat yang terdapat pada rambut kemaluan, ekrin yang mengeluarkan keringat tanpa bau, dan apokrin yang biasanya ditemukan pada ketiak dan sekitar kemaluan.

Bahkan Menarik Pasangan Karena Adanya Feromon

Person Near Chair

Feromon sendiri adalah sejenis zat kimia yang berfungsi memikat dan merangsang lawan jenis. Nah, untuk yang sudah menikah, keberadaan feromon jelas menguntungkan untuk aktivitas pasangan di atas ranjang.

Kamu perlu tahu, rambut kemaluan yang ada di setiap perempuan sudah dibekali dengan feromon yang berguna untuk menaikkan libido pasangan. Feromon atau aroma yang dikeluarkan oleh rambut kemaluan ini bisa membuat perempuan terlihat lebih menarik.

Lebih jauh lagi, feromon ini juga dapat menandakan tingkat kesuburan seseorang.

Juga Meningkatkan Sensitivitas Tubuhmu Lho

Woman Sitting on Brown Wooden Chair Beside Coconut

Pernahkah kamu mengalami rasanya dijambak atau rambutmu ditarik oleh seseorang sampai ujung akarnya? Rasanya sakit kan? Sama halnya dengan rambut kemaluan.

Hal ini karena ujung akar rambut memiliki sensor yang spesial. Saat kamu menghilangkan rambut tersebut mungkin kamu bisa kehilangan rasa nyaman dan lembut seperti biasanya.