Setiap wanita pasti menginginkan wajah yang cantik dan menawan bukan?. Salah satu hal penunjuang yang bisa membuat wajah seorang wanita menjadi lebih cantik adalah make up atau kosmetik, khususnya wanita yang sudah dewasa. Namun banyak wanita menggunakan merek kosmetik berbahaya demi kecantikan mereka.

Merek kosmetik berbahaya menurut bpom
Borneonews.com

Saya yakin semua wanita di atas 17 tahun sudah pintar menggunakan kosmetik, make up, dan alat kecantikan lainnya, meski pun beberapa di antaranya masih belajar selain itu tidak mengetahui apakah produk tersebut aman atau berbahaya.

Diantara usia remaja tersebut ada yang belum tahu betul tentang kosmetik, sehingga mereka asal asalan mengunakan kosmetik. Oleh sebab itu mereka kadang membeli kosmetik yang rada murah yang sesuai dengan kantong mereka sehinggah bisa membeli produk kosmetik berbahaya.

Karena tuntutan tersebut, banyak wanita yang rela mengeluarkan uang lebih demi membeli kosmetik terbaru dengan kualitas terjamin Tapi sayang tidak semua wanita pintar memilih kosmetik yang bagus dan cocok di pakai di wajahnya., dan lebih memilih kosmetik dengan harga yang jauh lebih murah di banding komsetik yang original dan brand ternama seperti wardah, dan tidak melihat komposisi yang sudah tertera di belakang kemasan produk.

Kosmetik Berbahaya Menurut Badan BPOM 2019

Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali produk kosmetik berbahaya, hal tersebut di utarakan oleh BPOM selaku badan pengawasan obat dan makanan di Indonesia.

Ketika melakukan pengawasan di lapangan BPOM sering menemukan kosmetik dengan bahan yang berbahaya seperti Merkuri yang bersifat Karsinogenik. Efek samping dari Merkuri jenis itu adalah bisa membuatr cacat wajah dan merusak lapisan kulit di wajah jika dipakai terlalu berlebihan.

Selain itu BPOM juga mengadakan investigasi terhadap toko online yang menjual kosmetik Online yang berbahaya, mereka juga banyak menemukan Kosmetik yang tidak layak pakai bahkan Ilegal (merek kosmetik berbahaya), belum ada ijin edar dari pemerintahan.

Biasanya sebelum di edarkan kosmetik harus mengalami proses uji laboratorium, jika produk tersebut lolos edar, akan mendapat surat resmi dari BPOM.

Lalu bagaimana bisa beredar kalau itu adalah merek kosmetik berbahaya?
Menurut PLT Kepala BPOM menuturkan jika pada awalnya kosmetik tersebut lolos uji dan layak untuk di edarkan dan mendapat Surat Ijin Edar dari BPOM. Lama kelamaan mereka mengubah bahannya mengandung zat yang berbahaya.

Bahan berbahaya yang biasanya di gunakan pada kosmetik berbahaya curang adalah Merkuri, Hidrokinon, Asam Retinoat, Klindamisin, Serta bahan pewarna berbahaya yang mengandung Pewarna Merah k30 dan dan Merah K10. Bahan tersebut di larang keras di gunakan dalam produk kosmetik, karena tidak aman bagi kesehatan kulit, yang pasti bisa merugikan penggunanya dalam jangka panjang (kosmetik berbahaya)

Daftar Efek Samping Kosmetik Berbahaya Menurut Badan BPOM

Menurut Press release yang di terbitkan oleh BPOM, Menambahkan bahan tersebut ke dalam kosmetik bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti :

1. Asam Retinoat :

Disalah gunakan oleh pihak produksi kosmetik sebagai pengelupas kulit berupa zat kimia yang bersifat teratogenik

2. Merkuri :

Di salah gunakan sebagai bahan pemutih wajah atau pencerah kulit yang bersifat Karsinogenik, yang bisa membuat kanker kulit, dan teratogenik yang bisa menyebabkan cacat pada janin.

3. Hidrokorin :

Sama seperti Merkuri, bahan ini di salah gunakan sebagai pemutih wajah, namun bedanya pada efek sampingnya.

Hidrokorin memiliki efek samping menyebabkan iritasi pada kulit, dan juga bisa mengakibatkan gejala Ochronosis (menyebabkan kulit menjadi gosong) yang bisa terlihat selama 6 bulan pemakaian. Kemungkinan gejala tersebut bersifat Irreversible (tidak bisa di pulihkan) sehingga tergolong kosmetik berbahaya.