cafe-jabu-berastagi
 Mencari tempat untuk melepas penat dan sedikit melipir dari riuhnya kota adalah koentji untuk ngerefresh pikiran. Kalau di kota bawaannya pasti nge-mall mlulu atau melipir bentar ke taman. Adalah hal yang lumrah ya kalau kita pengennya santai sebentar dengan penatnya ibu kota dan ngerasain udara segar. Udah sering ke brastagi sebenarnya biarpun kadang hanya melipir buat makan siang atau lewat doank untuk menuju kampung tiga binanga (kampung suami).

Brastagi sendiri menyimpan pesonanya. Kalau kesini langsung disambut sama dinginnya udara dan hiruk pikuk kota kecil yang menggeliat. Mulai dari pasarnya, kedai kopinya, Wisata gundalingnya, bahkan culture yang ada didalamnya. Kali ini tujuan saya ke Brastagi adalah hunting tempat ngopi yang merupakan hidden gem yang asik untuk tempat melepas penat dan nongkrong baik sama keluarga atau kawan. Udah sering terdengar tentang JABU ini sebenarnya dan baru kali inilah kesampaian (thanks to google dan instagram yang membuat apapun menjadi mudah dicari)

Pencarian tempat ngopi ini berawal dari rasa penasaran saya sama JABU ini. Letaknya tak jauh dari pintu masuk ke wisata gundaling (sebelum gundaling ya ini). Jalan kesana pun tergolong sepi dan kiri kanannya sawah dan beberapa hotel dan perumahan penduduk. Susah susah gampang nyari cafe ini pake google maps. Pintu masuk ke tempat ini adalah Palang penanda JABU dengan jalanan kecil. Akhirnya sampailah kami ke JABU ini.

Kami sampai disana berkisar jam 11 siang, awalnya skeptis ini beneran tempatnya atau nggak karena sepi banget. Tapi mikir juga yaiyalah secara baru banget buka dan kami customer pertamanya. First Impression saya, saya jatuh cinta sama tempat ini. beneran senang karena nemuin tempat ngopi yang beneran asik banget. Mulai dari ambience nya, bangunannya, dan penataan menu yang saya nggak nyangka ternyata Brastagi juga bisa nge-hype kayak Medan (maafkan saya yang katrok banget ya tuhan).

JABU ini merupakan cafe yang mengusung konsep bangunan rumah tua yang didesain apik dengan bebatuan warna coral dan tanaman kiri kanannya. Meja dan kursi kayu dengan open bar menjadi daya tarik. Kesan lapang pun langsung terasa saat memasuki cafe ini. Pemandangan sekitar sawah dan bukit hijau jadi penyejuk mata ngeliat yang segar segar. Betah banget berlama lama disini. Jadi keingat Bandung kala berada disini, beneran sedikit terobati kangennya dengan hadirnya JABU ini.


Menunya sendiri campuran menu internasional dan lokal ya. Untuk kopi nya juga bisa kita pilih banget mulai dari varietas kopi dan cara penyajiannya. Nah karena saya udah kepengen banget kopi  dari perjalan medan - berastagi yang memakan waktu 1,5 jam dengan terkantuk kantuk, jadinya nyoba Kopi karo semi wash dengan teknik Vietnam Drip. Kalau suami apalagi kalo bukan Hot Lemon Tea (dianya bukan penggemar kopi btw.. tapi penggemar es teh manis). Range harga untuk beverage nya (hot/cold) berkisar 25 ribuan - 40 ribuan.

Sebenarnya pesen bento kids dan nasi gorengnya, cuman nggak kepoto. makanannya enak apalagi bento nya. Niatnya buat Aidan eh malah emak bapaknya yang lahap makannnya (maafkan ya nak kamunya sih nganggurinnya lama kan laper). Tempat ini juga kids friendly karena ada halaman besar yang bisa dipake buat lari larian. Tapi tetep ya diperhatikan takutnya ada kendaraan yang lalu lalang. Sebagai informasi, sebenarnya disini tersedia liquor juga. Ask bartendernya yang sesuai keinginan kamu.

Baiknya kesini itu kalau kata mereka adalah sore menjelang malam. Selain nuansa yang gloomy dan dingin, jadi makin mantap nimatin minumannya katanya. Tapi menurut saya nuansa siang juga gak kalah okenya untuk dinikmati bersama keluarga ya. Super recomended.


JABU BERASTAGI
Jl. Perwira no.68 , Gundaling 1, Kab.Karo
Opening hours :11am-12pm
Instagram : @jabuberastagi