Hai konnichiwa!
Cuaca akhir-akhir ini lagi gak enak banget! Apalagi aku, seorang yang tinggal di Jakarta, rasanya tuh Jakarta emang udah bener-bener banyak banget polusi udaranya. Sumpah sih mataku tuh perih banget kalau keluar rumah, mau naik motor maupun jalan kaki doang. Napas pun rasanya berat karena polusi ini. Dan gak ngerti kenapa, akhir-akhir ini kulitku kering banget padahal udah pakai skincare pagi maupun malam. Rajin banget pakai skincare tapi muka tetap kusam, kering, gak enak banget deh pokoknya.


Ngomongin soal perawatan wajah, sejujurnya aku ini agak susah buat cari skincare yang cocok untuk kulitku. Karena, aku sejujurnya skin type-nya oily, tapi entah akhir-akhir ini kulitku berminyak tapi kering. Dan bener-bener susah banget sih untuk skin type oily buat cari skincare yang cocok untuk kulit ini. Salah dikit, kulit malah breakout. Kalo gak breakout, eh terlalu kering. Tapi ujung-ujungnya berminyak parah pas lagi pakai makeup. Duh, pusing gak sih?

Selain diatas, sebenernya nih ada 3 consumer pain points - time spend, cost, trial & Error. Eh, eh, maksudnya gimana deh? Jadi ada 3 masalah yang sering nyulitin wanita dengan skincarenya, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk si skincare itu berhasil atau enggaknya, biaya pembelian produk atau jasa kecantikan, dan juga sering-sering nyobain produk yang ceritanya buat tipe kulit kita, seperti yang kuceritakan diatas, nyobain banyak produk sampai akhirnya kita bisa temuin apa yang kita mau.

Kutipan Narasumber, dr. Leslie Baumann, seorang peneliti dan ahli kecantikan dari Amerika, katanya jenis kulit itu dibagi menjadi 4 kategori dasar, yaitu level sebum, sensitifitas, pigmentasi, dan elastisitas. Nah dari kategori dasar itu kita bakal dapat ada 16 jenis kondisi kulit yang berbeda. WHAT 16?!! Tau 4 jenis kulit aja udah susah perawatannya, gimana 16 dong?! Nah karena ada banyak jenis kulit dan sekarang teknologi semakin canggih, ada nih yang namanya tes DNA untuk mengetahui jenis kulit kita sendiri.


DNA merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Tes DNA adalah prosedur yang digunakan untuk mengungkapkan secara akurat, informasi mengenai genetik dalam tubuh seperti potensi, resiko, dan kebutuhan untuk setiap individu yaitu berkaitan dengan banyak hal seperti kebutuhan suplemen dan nutrisi, intensitas olahraga yang sesuai, hingga perawatan kulit yang tepat. Banyak banget manfaat dari tes DNA ini yaitu memberikan informasi yang akurat mengenai kualitas kolagen, elastisitas kulit, pigmentasi kulit, dan menjawab kebutuhan spesifik lainnya mengenai kondisi dari kulit kita yang sebenarnya. Di negara maju udah pakai tes DNA untuk mengetahui kondisi kulit dan mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai loh!

Kalo dipikir lagi, bingung gak sih kita harus tes DNA kemana? Apakah harus ke laboratorium dulu kalo mau tes DNA? Apakah harganya bakal mahal banget? Apakah bakal seakurat itu? Eits, enggak kok sist. Pengecekan DNA kini bisa dilakukan sendiri dengan mudah dan akurat! Dan tentunya, hasilnya bakal akurat loh.

Hasil survei JakPat.net mengenai teknologi DNA yaitu dari 537 responden, hanya 15 responden yang mengatakan bahwa kinerja produk yang mereka gunakan sesuai dengan harapan. Sisanya mereka masih belum puas dengan hasilnya dan rata-rata menderita dengan hasilnya yang malah jauh dari yang diinginkan. Selain itu, dari konteks pertanyaan mengenai skin DNA treatment, 85% responden percaya akan tes DNA untuk kulit, sisanya responden lebih memilih untuk mencoba perawatan kulit dengan teknologi tinggi (hi-tech).

Gimana gimana? Jadi tertarik gak nih untuk cek DNA untuk mengetahui jenis kulit dan perawatan apa aja yang kita butuhkan secara akurat? Kalau kalian masih kepo dengan penjelasan mengenai DNA. kalian boleh banget mampir ke website https://www.smartskinsolution.com/ dan nantikan produk yang bisa cek DNA secara mudah, hanya lewat rumah sendiri aja loh!