Kind of bored with review, review and review product.
It's been so long since I actually wrote as a beauty blogger. There are 3 reasons why: I have been very busy, I have been extremely exhausted, and I have been clueless about my personal life. But behind it all there is something very valuable. Yes, the time.

Selain di dunia maya as a beauty blogger i still have another life in my real life.
Pekerjaan yang sangat menyita waktu, tenaga dan fikiran terkadang buat aku lupa bahwa apa yang aku kerjakan dan lakukan sekarang membuat aku seperti tidak sadarkan diri.  Aku merasa seperti mesin dan robot yang selalu bekerja tanpa mengenal waktu dan lelah. 

Crazy worker is my middle name, maybe. Sampai tiba suatu waktu aku sadar apa yang aku kerjakan sejauh ini berada di titik jenuh. Aku sadar aku perlu dunia diluar ini yang membuat ku bisa lebih hidup. Apapun itu. Bagaimanapun juga, sekuat apapun kaki ku melangkah, setinggi apapun aku mengangkat wajah, aku tetaplah seorang perempuan. 

Keramaian ibu kota, kemacetan dan hiruk pikuk yang sudah menjadi makanan ku setiap hari dari senin sampai minggu membuatku muak. Aku ingin sesuatu yang lain dari ini. Walaupun aku tahu itu sulit. Banyak yang harus aku kerjakan disini. 



Bandung menjadi tempat pelarian ku sehari saja. Tidak mudah mengosongkan waktu 1x24 untuk pergi berlibur tanpa mencampurkannya dengan pekerjaan. Entah angin apa yang membawa ku berani ke kota itu lagi. Keputusan macam apa yang sudah aku buat. Beberapa kali kesempatan ku tolak mengunjungi kota yang sudah menyimpan sejuta masa lalu kelam. Sampai akhirnya aku menginjakkan kaki ku di kota Bandung setelah hampir 2 tahun lebih aku pernah berjanji tidak akan bertamu lagi kesana. 

Jauh diluar harapan. Aku yang sudah ingin berjuang melawan masa lalu dan menurunkan egoku. Niatku yang ingin menyatukan diri dengan alam. Menghirup udara yang segar dan melihat pemandagan yang tidak dapat kutemukan di ibu kota atau mungkin saja bisa menemukan nyawa dan hidupku yang baru ternyata hanya sebuah mimpi. Bodoh nya aku, tidak mempersiapkannya dengan matang. Atau ekspektasiku yang terlalu tinggi. Entah. Jarak tempuh sekitar 9-10 jam pulang pergi Jakatra-Bandung-Jakarta ditambah 7 jam kegiatan dan aktifitas yang menurutku bisa kulakukan di Jakarta terbuang begitu saja. Sedih, marah dan kecewa. Waktuku yang sangat berharga terbuang sia-sia begitu saja. Bodohnya aku. Kenapa aku bisa ada disitu. Kenapa aku mau dengan semudah itu. Dan kenapa aku bisa duduk di kursi itu yang kurasa sudah sangat tidak nyaman saat perjalanan pulang. 
Tapi biarlah, semua sudah lewat dan berlalu. 

Tidak perlu ada penyesalan, namun bisa jadi pembelajaran. 
Dari situ pun akhirnya aku tahu sebuah kenyataan yang tidak kuharapkan. 
Mungkin bandung akan menjadi akhir (lagi). 
Mungkin hari itupun akan menjadi hari terkahir.
Aku tidak tahu. 
Walaupun aku tetap berharap, 

If i could turn back the time..