Holla
Postingan kali ini adalah collab antara aku dengan Atha. Jadi kami ini sebenarnya masih terikat hubungan kekeluargaan. Ipar-iparan gitu deh ceritanya. Karena punya profesi, status dan passion yang sama, akhirnya sepakat untuk blogging bareng seputar kehidupan yang dekat dengan kehidupan kami, motherhood dan parenting.
 
Dan topik pertama yang di angkat adalah "Me time untuk Ibu". Nanti aku juga bakalan kasi link ke blognya Atha. Baca terus sampai selesai ya.
 
Berkaitan dengan topik tersebut, aku pribadi ingin mengangkat dari sisi alasan-alasan kenapa seorang ibu "harus" meluangkan waktu untuk me time. 
 
Apa saja alasan-alasan yang akan aku paparkan? Tapi sebelum menuju ke point tersebut, kita bahas dulu tentang, butuh apa nggak sih sebenarnya me time ini?
 
Butuhkah Ibu Waktu Untuk Me Time?
 
 
 
 
Jika dihadapkan pada pertanyaan seperti ini. Jelas aku akan menjawab: "Ya! Sangat butuh!"
 
Bahkan bukan sekedar butuh, melainkan HARUS!
 
Seperti definisinya, me time adalah waktu untuk sendiri tanpa digubris oleh hal-hal lain yang bertujuan untuk mengembalikan tenaga. 
 
Bok.. Percayalah. Jadi ibu itu butuh tenaga super ekstra untuk mengkoordinasikan badan, hati, pikiran, dan mood agar tetap kooperatif.
 
Oke. Disini aku nggak mau dengar dengan komentar harus bersyukur. Harus ikhlas. Dan lainnya sebagainya itu. Karena ini nggak ada hubungannya. Mau ikhlas mau nggak. Mau bersyukur mau nggak. INGAT YA! TUBUH MANUSIA ADA KAPASITASNYA. Jangan kejam keleaaan. LOL.
 
Kenapa Ibu Butuh Dan Harus Me Time?
 
 
Pada dasarnya, semua manusia di bumi ini butuh dan harus meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Perlu waktu untuk santai, rileks dan melonggarkan urat-urat yang sudah menegang. Mengembalikan sistem kerja otak.
 
" Me Time = Mengoptimalkan Sistem Kerja Tubuh Dan Otak "
 
Jadi ibu itu bukan hanya nungguin anak dari kecil terus seiring berjalannya waktu jadi gede sendiri. Anak harus di didik. Di stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya setiap saat. Diperhatikan asupan gizinya. Kalau si ibu tidak dalam kondisi yang fit, baik mental maupun fisiknya ya dadah bye bye. 
 
Lagian ya me time ini sendiri sebenarnya adalah aktifitas yang sangat manusiawi. Hak semua orang kok. Harus dan wajar untuk dilakukan. Tidak hanya oleh seorang ibu. Sah-sah aja lah. 
 
"Me Time Hak Semua Orang"
 
Tapi perlu juga disadari, bahwa ketika menjadi seorang ibu, kesempatan seperti ini seakan tertutup dan menyempit untuk kita lakukan.
 
Why?
 
Bukan semata karena kesibukan sebagai seorang ibu. Tapi juga perkara opini dari orang sekitar. Komentar orang-orang yang seringnya negatif jika melihat seorang ibu meluangkan waktu untuk diri sendiri.
 
Ketika ada seorang ibu, meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Melakukan aktifitas yang ia sukai. Orang akan langsung dilabelkan dengan julukan-julukan negatif.
 
"Egois" | "Tidak sayang anak" | "Lasak"
 
Belum lagi kalimat-kalimat menyudutkan yang ironisnya kerap keluar dari mulut sesama perempuan juga.
 
 
Herannya lagi, suami sendiri malah ngebebasin dan mau berbagi peran. Tapi kadang rang-orang yang belingsatan. Ngapa yak? Heran...

Bok, kalau nggak bisa membantu orang untuk bahagia. Jangan halangi kebahagiannya. 
 
Ini adalah moment termiris selama aku  jadi seorang ibu. Seringnya yang membuat penat hati dan pikiran itu tuh bukan ketika mengurus anak saja. Tapi yang paling menguras energi adalah menghadapi ekspektasi berlebih (dan juga tak manusiawi) orang kepada kita karena status "seorang Ibu" yang kita sandang.
 
Jadi begini ya, kenapa orang lebih toleran ketika ada seseorang yang meluangkan waktu untuk refreshing karena penat dengan aktivitas (katakanlah) kerja, kuliah, sekolah dan baru selesai ujian?
 
Kenapa?
 
Oke, mungkin karena dia butuh reward untuk perjuangan hidupnya. Aku setuju. Dan tidak akan pernah menjengkali hal tersebut.
 
Tapi orang tidak bisa berempati atau toleran kepada seseorang ibu, yang dalam hidupnya tidak hanya berjuang untuk diri sendiri. Tapi setiap hela nafas seorang ibu juga didedikasikan kepada keluarganya. Untuk anaknya. Untuk tubuh kecil yang tidak berdaya dan butuh sokongan dari ibunya. Bayangkan ya, seorang ibu hidup tidak untuk diri sendiri bok. Ada nyawa lain dalam nyawa seorang ibu.
 
"Setiap Orang Butuh Reward Untuk Setiap Perjuangannya, Termasuk Perjuangan Seorang Ibu"
 
Jadi jika kamu menghalangi atau menyepelekan me time-nya seorang ibu. Itu sama aja kamu merenggut kelangsungan hidup anaknya. Keharmonisan rumah tangganya, baik sengaja maupun tidak. Sadar maupun tidak (mau) sadar.
 
"Ibu Yang Bahagia Kunci Keharmonisan dan Keutuhan Keluarga"
 
Karena bagi seorang ibu, me time bukan semata happy-happy-in diri sendiri. Tapi ketika seorang ibu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Dia sebenarnya sedang dalam misi bertahan. Jadi jangan sadis boss.
 
"Me Time Bagi Ibu Adalah Strategi Pertahanan"
 
Jika dalam perang, pertahanan dilakukan untuk menstabilkan situasi dengan tujuan kemenangan. Begitu juga me time yang kita para ibu butuhkan. Kita butuh menstabilkan diri kita demi kebahagian dan kelangsungan rumah tangga dan keluarga yang harmonis.

I must take care of myself, so i can take care of those i love.
 
Jadi, Ibu sangat butuh meluangkan waktu untuk dirinya sendiri dan melakukan aktifitas-aktifitas yang ia cintai.
 
Me Time Ala Madamabi
 
 
 
Aku sendiri punya beberapa aktifitas me time yang cukup simpel sebenarnya. Rata-rata bisa dilakukan di rumah ketika anak tidur dan tidak memakan banyak waktu. Kebetulan aku dari dulu memang suka mengembalikan mood dengan "menyepi" di rumah. Jadi me time-ku juga sesederhana itu. Selain untuk menenangkan dan menstabilkan diri, aku senang dengan aktifitas me time yang "menghasilkan sesuatu". Apakah itu?
 
Nah ini dia beberapa aktifitas me time favoritku. Semoga bisa menjadi alternatif kegiatan juga untuk kalian yang ingin meluangkan waktu untuk bersantai sejenak dari aktifitas seorang Ibu ya.
 
1. Ngopi
 
Iya! Jadi ngopi tuh udah masuk dalam list rutin aktifitas harianku. Rasanya setiap esapan kopi dipagi hari mampu mengangkat kepenatanku hingga membawanya menguap di udara. Dan siap untuk diisi dengan hal-hal serta cerita yang baru. 
 
Sugesti kali ya. Tapi kalau positif, why not?
 
2. Delivery Makanan Via Ojek Online
 
Alhamdulillah ya, dunia semakin praktis aja. Kalau dulu aku harus masak sendiri (makanan yang simpel kayak kentang goreng misalnya) untuk teman merefleksikan diri. Tapi emang kadang butuh juga untuk nggak ngapa-ngapain. Terima bersih aja. Order terus tunggu lalu santap deh. Wkwk.
 
Kenapa ini masuk dalam aktifitas me time? Karena good food = good mood. Hehe.
 
Sebenarnya, me time dengan cara order makanan ini tuh lebih kepada menghargai dan menservice diri sendiri. Jadi kalau pesan makanan rame-rame kan kita ngga boleh ego dong. Harus ngikutin kemauan bersama. 
 
Tapi kalau ngorder makanan ketika me time. Kita melayani diri sendiri dengan mengikuti kemauan sendiri tapi tetap tidak ada yang tersakiti.
 
3. Dandan
 
Dandan walaupun nggak kemana-mana. Masih dalam rangka menservice diri sendiri juga. Jadi ketika dandan gini, aku merasa aku hanya harus fokus pada diriku. Pada wajahku. Bagaimana aku ingin wajahku akan terlihat dicermin. 
 
Dandan untuk bangkitin mood ini tidak harus selalu full make up gitu sih. Kadang aku lagi pengen aja di rumah pake lipstick tanpa mandi dulu. Aneh? Ya suka-suka bok. Tetap ngga bikin ayam tetangga kabur kok. Kan cuma di rumah aja dandan tanpa mandinya. Haha. 
 
4. Perawatan 
 
Mirip ya sama yang diatas. Tapi kalau perawatan ini lebih kayak ngelulur, hair spa dan maskeran yang memang ada efek relaksasinya. 
 
Lagian jaman sekarang juga banyak sekali produk-produk yang dirancang untuk home treatment. Mudah didapat dan mudah digunakan.
 
5. Baca Novel Dan Nonton Film
 
Dua hal ini adalah rutinitas yang sudah aku lakukan dari duluuuu sekali. Dari jaman dedek-dedek gemes sampe mak-mak rempong. 
 
Kisah di film dan novel tuh kayak ngasih warna aja dalam hidupku. Walaupun fiktif tapi aku selalu berhasil kebawa dalam kisah yang aku baca dan saksikan. Dan itu selalu membawa aura dan semangat positif.
 
6. Blogging
 
Nah blogging ini adalah me time yang menghasilkan yang aku bilang tadi. Bukan hanya perkara menghasilkan materi ya. Tapi menghasilkan "karya". Ada sesuatu yang bisa dihasilkan itu tuh sesuatu bok. 
 
****
 
Itu dia sudut pandang aku untuk topik perdana di #MomderfulStories ini dan beberapa aktifitas Me Time yang sering aku lakuin sebagai referensi. Semoga bermanfaat dan nggak usah dibawa tegang bok bacanya. Namanya juga postingan curcol. Bebas dong yak. Wkwkwk.
 
Silahkan baca juga postingan Atha untuk tema ini di blognya ya.
 
 
Sampai ketemu di postingan aku dan postingan collab ini selanjutnya ya. 
 
XOXO
 
Madamabi___