Ngomongin soal fashion, saya masih bingung dengan arah kiblat fashion saya. Terlebih karena badan saya yang nggak sampai 150cm, memilih outfit untuk tetap tampil kece selalu menjadi kendala. Biasanya saya nggak jauh-jauh dari jeans dan blouse.
 
Tapi sekali-kali juga pengen pakai longdress atau gamis, juga tunik-tunik cantik. Apalagi suami saya mulai protes kalau saya masih pakai jeans yang super ketat, atau blouse yang potongannya diatas bokong.
 
Sayangnya, kalau beli longdress yang ada dipasaran sudah pasti akan kepanjangan, kebesaran dan ngga pas di tubuh saya. Kadang kesal juga kenapa jarang sekali brand fashion yang menyediakan ukuran XS! Jadinya saya selalu jahit sendiri untuk longdress ataupun gamis.
 
Untungnya untuk tubuh mungil seperti saya, tunik bisa dijadikan pilihan dalam berbusana. Karena masih bisa dipadu padankan dengan legging atau celana keeper. Dan potongannya masih sesuai di tubuh mungil.
 
Tunik sendiri adalah blouse yang potongannya agak panjang, biasanya menutupi bagian bokong. Nah tunik ini adalah salah satu fashion yang saya suka karena terasa aman bokong saya ngga ter-ekspose, apalagi saya berhijab meskipun belum syar'i. Jadi suami nggak protes lagi deh.
 
 
 
Biasanya model tunik yang saya demen, yang ada bordiran dengan warna senada di bagian dada. Atau yang memiliki kancing besar berjejer. Warna tunik pun menjadi utama, biasanya saya suka berbagai warna. Mulai dari yang berwarna agak gelap, seperti maroon, navy, coklat dan hitam hinga warna bright seperti merah dan tosca. Karena syukurnya warna kulit saya masuk ke semua warna tunik yang ada dipasaran. 
 
Urusan bahan, saya suka berbagai macam bahan untuk dijadikan tunik. Yang jadi favorite bahan yang nggak njeplak di dada, biasanya seperti kaos yang lumayan tebal, katun dan satin. Bahan kaos bisa digunakan untuk acara santai, bahan katun biasanya nggak mudah melar juga mudah di cuci, dan bahansatin terlihat mewah jika digunakann ke acara semi formal.
 
 
Kalau urusan beli kebutuhan fashion, saya sih nggak terlalu pusingin harus brand A atau Z. Asal pas di badan, cocok di mata dan harga, saya pasti langsung beli. Tapi saya seringnya beli online, karena bisa lihat-lihat dulu tanpa digangguin SPG. Karena SPG suka ganggu ketenangan saya cuci mata sih.
 
Kalau beli online, saya suka fitur filter, yang bisa mem-filter warna dan ukuran tunik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya. Pun filter harga terendah atau tertinggi yang bisa disesuaikan dengan budget bulanan dalam berbelanja fashion. Atau filter newest, untuk mengetahui model dan pilihan tunik terbaru yang ada di mall online itu.
 
 
Tunik terbaru biasanya langsung habis begitu di upload oleh mall online. Karena tunik terbaru biasanya selalu ada dibagian teratas etalase mall online. Makanya saya suka cek berkala sih untuk tetap up to date dengan tunik terbaru yang ada di etalase agar ngga ketinggalan dan kehabisan.
 
Dari segi harga, budget saya pun nggak terlalu besar untuk belanja tunik terbaru. Paling mahal untuk sebuah tunik terbaru sekitar Rp. 250.000. Itupun tunik yang digunakan untuk acara-acara yang sedikit lebih formal. Tapi kalau untuk sehari-hari, masih banyak tunik terbaru dengan range harga Rp. 75.000 - Rp. 125.000. Jadi tetap fashionable nggak harus bikin suami marah-marah ya kan. Tapi syukurnya suami saya bukan tipe pelit kok hehehe..