Masalah kelebihan zat gizi atau sering disebut Obesitas (kegemukan) kini menjadi perhatian karena prevalensi kejadian tiap tahunnya semakin meningkat. Hal ini menjadi tantangan yang besar dalam mencegah pertumbuhan penyakit kronis di dunia. Obesitas juga dipicu pertumbuhan industri dan ekonomi, serta perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan, atau diet dengan tinggi kalori.
Berdasarkan data WHO tahun 2017, sekitar 850 juta penduduk berusia dewasa mengalami obesitas, sedangkan 640 juta anak-anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun mengalami berat badan berlebih. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2015, diperkirakan terdapat 23% orang dewasa mengalami obesitas, dan wanita lebih banyak yang mengalaminya dibanding dengan pria.
Apasih penyebab obesitas??? ciri-ciri obesitas apa sih?? apa resiko jika terkena obesitas?
Penyebab obesitas adalah sebagai berkut.

1. Peningkatan Konsumsi Makanan Cepat Saji (fast food).



Jaman yang semakin praktis tentu menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang mengemari makanan cepat saji ini, selain praktis, enak dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam pembuataannya. Namun tau kah sobat, ternyata penyumbang kalori terbanyak adalah dari makanan cepat saji yang akan menambah berat badan sobat. 

2. Kurangnya Aktivitas Fisik.



Mager (malas gerak) sudah menjadi kebiasaan sobat muda nihh, dibandingkan olahraga bermain "gadget" lebih asik dari pada menghabiskan waktu diluar rumah. Hal inilah yang menjadi alasan sobat malas melakukan aktivitas fisik. Tetapi sesungguhnya, jika sobat sudah melakukan jalan kaki selama 30 menit atau melakukan aktiitas fisik kecil seperti push up, sit up dan flang selama kurang lebih 15 menit, sobat sudah membakar 1800-2800 kalori dalam seharinya. Jika sobat melakukan aktifitas fisik paling tida 3 kali dalam seminggu sobat akan mendapatkan tubuh yang ideal.

3. Diet yang Salah.



Siapa sih yang pengen punya badan langsing bak artis-artis korea? Sehingga memutuskan untuk diet demi mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Sobat, sesungguhnya diet malah akan membuat sobat gemuk. Loh kok bisa? Faktanya banyak sobat yang salah tanggap dengan kata 'diet'. Diet harus mengurangi porsi makan, diet tidak boleh sarapan, diet tidak boleh makan malam, kalimat itu sering sekali terdengar, tetapi sesungguhnya hal itulah yang membuat sobat jadi gemuk. Menurut dokter yang ahli dalam bidang Gizi, diet yang benar itu adalah merubh pola makan, pagi sarapan dengan karbohidrat dan protein yang seimbang kemudian siang makan dengan karbohidrat, protein, serat dan lemak, cemilan makan buah-buahan atau jus buah tanpa gula dan susu kental manis dan untuk makan malam protein dan serat. Diet memang harus menguragi porsi makan tetapi tidak mengurangi jadwal makan. Nah, sudah taukan sekarang, mulai deh perbaiki asupan ya sobat..

Hal-hal di atas merupakan penyebab terjadinya obesitas lalu bagaimana dengan ciri-ciri dan resiko dari obesitas? tenang sobat, jika anda bertanya demikian maka inilah jawabannya,
ciri-ciri orang yang terkena obesitas, Obesitas terjadi ketika indeks massa tubuh seseorang adalah 30 atau lebih besar. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. berikut adalah ciri-ciri orang yang beresiko obesitas :
1. Cepat lelah

Jika tubuh kamu gemuk dan mudah merasa lelah, itu pertanda kamu sudah masuk ke dalam kategori obesitas. Selain ciri di atas, tubuh juga sering terasa lesu sepanjang hari.

2. Diabetes

Salah satu penyebab diabetes adalah hormon tidak seimbang di dalam tubuh karena gaya hidup tidak sehat. Maka itu, orang yang mengalami diabetes biasanya memiliki berat badan berlebih.

3. Sulit bernapas

Sesak napas pada tubuh yang memiliki berat badan berlebih bisa disebabkan oleh banyaknya lemak di dada yang memberi tekanan pada paru-paru.

4. Sakit jantung

Terlalu banyak lemak di dalam jantung bisa membuat proses memompa darah menjadi sulit. Banyaknya lemak dari tubuh dengan berat badan berlebih biasanya menyebabkan kolesterol dan penyumbatan jantung.

5. Haid tidak teratur

Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan haid tidak teratur. Hal ini biasanya terjadi karena banyak lemak yang disimpan di sekitar rahim dan ovarium pada tubuh obesitas.

Wahhh, sobat termasuk gak nih??, sobat yang beresiko obesitas sebaiknya mulai merubah pola makan dan lingkungan ya, obesitas jika tidak ditangani akan membawa sobat kekematian, terdengar ngeri ya.. tetapi ini benr adanya sobat, sudah banyak kasus orang meninggal dalam perharinnya karena obesitas. 

Lalu bagaimana cara mengatasi obesitas? Tenang sobat, disini akan dibahas tips and trik mengatasi obesitas bagi sobat yang ingin memiliki badan yang sehat alami danbentuk badan yang ideal.
tips and trik mengatasi obesitas :

1. Buatlah jadwal menu makanan dan takarannya.

Misalnya, Anda bisa makan pagi jam 7, lalu dilanjutkan makan selingan pagi sekitar pukul 10, selanjutnya makan siang pukul 12 siang, lalu makan selingan sekitar pukul 4 sore, dan makan malam pukul 6 atau 7 malam.

Berikut adalah contoh menu makan yang pas bagi orang yang ingin menurunkan berat badannya.

Makan pagi

nasi yang seukuran ½ gelas belimbing
1 butir telur yang dimasak orak-arik
1 mangkuk sayur bening. Sayur bening (sayur yang tidak bersantan) berisi ⅓ gelas wortel yang sudah dipotong-potong, dan buncis yang sudah dipotong-potong sebanyak ⅓ gelas
1 potong buah pepaya sekitar 55 gram.

 

Selingan pagi

1 gelas susu skim 200 ml
1 potong buah melon sekitar 55 gram

 

Makan siang

¾ nasi dalam gelas belimbing atau 2 centong rice cooker sekitar 100 gram nasi.
Tumis tempe sebagai sumber protein nabati. Potong kotak-kotak kecil 2 potong tempe berukuran sedang, lalu tumis dengan sedikit minyak (⅔ sendok teh), dan tambahkan kecap.
1 mangkuk sayur sop ayam. Sayur sop berisi potongan daging dada ayam sekitar 25 gram, potongan wortel sebanyak ½ gelas, potongan kol putih sebanyak ½ gelas, dan potongan jagung sebanyak ¼ gelas.

 

Selingan sore

1 gelas susu skim (tanpa lemak) 200 ml
1 buah apel

 

Makan malam

¾ nasi dalam gelas belimbing atau 2 centong rice cooker sekitar 100 gram nasi.
1 potong sedang daging yang dimasak semur
1 porsi capcay. Capcay berisi aneka sayuran yang sudah dipotong-potong seperti wortel sebanyak ¼ gelas, sawi sebanyak ¼ gelas, kembang kol sebanyak ¼ gelas, dan 1 buah bakso.
1 buah jeruk segar

2. Melakukan Aktivitas Fisik.

Olahraga bisa menjadi cara untuk menjaga kebugaran fisik dan memaksimalkan fungsi tubuh, seperti apapun bentuk tubuh kita. Namun, orang yang mengalami obesitas perlu memilih jenis olahraga yang tepat agar bisa membantu meraih berat tubuh yang ideal.
Beberapa manfaat olahraga lainnya adalah meningkatkan sirkulasi darah dengan menurunkan kolesterol, menjaga otot tubuh, meningkatkan tingkat metabolisme, meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, menghindarkan dari diabetes, dan masih banyak manfaat lainnya. Berikut beberapa olagraga yang cocok bagi penderita obesitas :

1. Jalan kaki Jalan kaki adalah salah satu olahraga terbaik dan termudah yang tak membutuhkan peralatan apapun serta bisa dilakukan dimana saja. Jalan kaki adalah olahraga low impact moderat atau olahraga yang gerakan kedua kakinya masih menempel di lantai sepanjang sesi olahraga. Rutin jalan kaki akan meningkatkan kekuatan dan mobilitas terutama pada bagian bawah tubuh serta mampu membantu menurunkan berat badan dengan cara yang aman. Dalam sehari, kita dianjurkan untuk jalan kaki minimal selama 10 hingga 15 menit.

 2. Latihan kekuatan Latihan kekuatan membawa banyak manfaat bagi
mereka yang mengalami obesitas. Latihan kekuatan dapat memperbaiki postur tubuh seseorang yang selama ini membawa ekstra berat tubuh, meningkatkan range of motion (kemampuan gerakan) pada persendian, membentuk otot, dan meningkatkan metabolisme, bahkan ketika tubuh beristirahat. Untuk bisa rutin melakukan latihan kekuatan kamu bisa berlatih di pusat kebugaran atau melakukannya di rumah dengan bantuan personal trainer.

3. Bersepeda Bersepeda adalah jenis olahraga lainnya yang cocok bagi mereka yang mengalami obesitas dan ingin membakar kalori dengan dampak minim pada persendian. Bersepeda tidak membentuk otot tubuh, namun mampu membantu merampingkan tubuh dan membentuk bokong, paha, serta pinggang. Area-area tersebut adalah yang paling sering dijadikan tempat timbunan lemak.

4. Jogging Jogging adalah aktivitas aerobik yang tidak hanya baik bagi mereka yang mengalami obesitas, namun juga mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menurunkan tingkat kematian, serta krusial untuk kesehatan secara umum. Menurut Harvard Health Publishing, ketika berat tubuh mencapai berat 56kg, kamu kemungkinan bisa membakar sekitar 180 kalori dengan melakukan jogging sekitar setengah jam.

Nah, bagaimana sobat apakah artikel ini membantu, semoga dengan melaksanakan tips-tips diatas sobat bisa mengatasi obesitas baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang disekitar sobat..
Salam sehat..