Asian games adalah event olahraga multinasional terbesar di skala benua Asia yang diadakan 4 tahun sekali. Indonesia sangat beruntung karna berkesempatan dan terpilih menjadi tuan rumah perhelatan akbar ini, karna menampung lebih dari 40 negara peserta. Dua kota terpilih sebagai household venue yaitu Jakarta dan Palembang, sehingga pastinya membutuhkan persiapan matang untuk mensukseskan acara salah satu stake holdernya seperti SDM, panitia yang bertanggung jawab perhelatan ini bernama INASGOC, membuka kesempatan sebesar-besarnya kepara para pemuda-pemudi bangsa untuk menjadi #bagiandarisejarah negara INDONESIA.

Saya tidak melewatkan kesempatan tersebut, pengalaman seumur hidup dan euforia yang dirasakan pasti berbeda dengan yang pernah saya lakukan sebelumnya, maka saya pun mencoba mendaftar. Silahkan lihat semua info lengkap mengenai volunteer disini.
 
Menjadi calon volunteer (relawan) AsianGames 2018 adalah status para peserta terpilih yang telah terdaftar di situs resmi asian games 2018 untuk mengikuti test ditahapan selanjutnya seperti psikotest dan saya adalah salah satu diantaranya, saya mendaftar di gelombang kedua perekrutan volunteer AG2018, saya mendaftar diantara bulan februari sampai awal maret, waktu itu syarat yang saya baca untuk kelengkapan berkas pada saat mendaftar online adalah, SKCK, KTP elektronik dan foto diri.
 
Tahapan :
 
1. Saya agak rempong untuk mengurus SKCK untungnya polri sekarang sudah berbenah, dan untuk urusan administrasi seperti ini saya menggunakan aplikasi hp, seperti download polisikita, lalu pilih dan klik sesuai kebutuhan kita. semua urusan siap selama 1 hari dengan lanjut ke poltabes setempat.
 
2. Scan semua kelengkapan tadi dan unduh ke komputer sewaktu kita mendaftar online.
 
3. Setelah semua isian form pendaftaran di unggah di website resmi tadi, kita tunggu sampai email berikutnya tentang pemberitahuan, apakah kita lulus berkas atau tidak untuk mengikuti ujian tahap pertama di kota yang telah kita pilih menjadi volunteer misal Jakarta atau Palembang.
 
Setelah menunggu cukup lama antara iya atau tidaknya saya terpilih menjadi peserta test, ternyata diakhir bulan april, saya dikirim email seperti ini.
 
 
Senang bukan main, langsung dengan terburu-buru saya pesan tiket PP Medan Jakarta, khusus untuk ikut test ini saja (untuk harga jangan ditanya tak sebanding dengan pengalaman yang didapat).
 

Psikotest, FGD dan interview

Tahapan ini adalah awal mula kita diterima atau tidak menjadi volunteer diajang AG2018, untuk berada ditahap ini saja saya merasa bangga bagaimana tidak dari 30ribuan berkas pendaftar yang lulus berkas ada 17ribuan untuk pilihan Jakarta dan 4ribuan pilihan Palembang, saya adalah salah satu peserta terjauh yang dipilih menjadi peserta test karna memilih venue Jakarta yang berasal dari Medan dengan umur yang tentu tidak muda lagi dan juga menikah, lalu apa lagi tantangannya, yaitu ongkos, ingat karna kita adalah relawan, ya harus rela semuanya, materi, waktu dan tentu saja uang. 
 
Sehingga berangkatlah saya ke Jakarta pada tanggal 2 mei sebelumnya saya minta reschedule tanggal ujian menjadi tanggal 3 mei karena harus naik pesawat ke Jakarta dan ini adalah pengalaman pertama kali saya naik pesawat Garuda airlines.
 
 

Di cerita ini saya mengalami sedikit drama, saya tidak tahu harus menginap dimana, dengan kehepotan saya mengurus berangkat yang mendadak, dimana suami ngambek dan tak mau mengantar saya ke bandara, uang seadanya, saya beranikan diri menginap dirumah teman baru yang baik hati menumpangi saya selama 2 malam dan seorang sahabat yang mau mengantar saya naik motor dari rumah ke bandara KNO (cerita sahabat ini ada disini), dalam pesawat saya tak berhenti untuk berdoa, Ya Allah berikan yang terbaik.
 
Akhirnya saya mendarat dengan aman di Soekarno Hatta International Airport, untuk sampai kerumahnya saya diberi directory naik bus damri dari bandara terminal 3 arah rawamangun, sampai ke stasiun bus Rawamangun lalu nyambung naik angkot 02 (first time naik angkot jakarta) menuju gang langgar, kalau sudah sampai baru si Bella jemput,  sampai depan gang saya langsung menghubungi teman baru itu, oh ya, cara saya memilih teman untuk numpang nginap demi ikut test ini agak termanajemen ya, hehe, pertama karna saya tahu akan test di Jakarta, saya menghubungi semua teman disana, dan mengerucut ke arah lokasi, rumah teman mana yang lokasi nya dekat dengan lokasi test saya, karna lokasi saya di dekat bandara halim, maka terpilih lah si Bella (teman dari komunitas beauty) dan dia bersedia, rumah dia daerah Jaktim, Rawamangun. yang cuma 12 ribu naik gojek menuju lokasi test. THANKS GOD.
 
ini dia si Bella.

3 Mei, hari ujian jam 1 siang

Morning Jekardah,,,, suasana berbeda dikala jam 5 pagi di Medan itu masih gelap dan sunyi, disini sudah seperti pasar, insting being local yang ditempah waktu kuliah dulu bekerja dengan baik, uniknya mereka tinggal di gang sempit dan gang itu beraspal mennnn, rumah yang saya tinggali adalah rumah keluarga Bella dengan Ayah, Ibu, Bella dan adiknya, cukup besar dibanding dengan rumah tetangganya, dan FYI, si Bella jam 7 pagi harus wisuda kelulusan SMA nya, mereka repot, saya tak mau merepotkan, saya ikut bangun, bantuin emaknya dandan, dan saya ditinggal dirumah menunggu berangkat jam ujian, maka di jam 10 pagi itu saya bergegas mandi dan segera pergi dari rumah itu untuk cari sarapan sekaligus makan siang sendiri. Ini penampakan gang dari depan rumahnya.

 
Kepala saya berputar untuk naik gojek menuju tempat makan yang kalau bisa yang tidak ada di Medan, pilihan jatuh ke Domino pizza yang lokasinya dekat dengan terminal bus rawamangun, wah surgaaaa, enak kenyang murah. Saya beli langsung set lunch sekalian, berati banyak yaaa.
 
 
 
 
cuma 20an ribu saja.
 
Setelah jam 12 (saya makan dan santai hampir 2 jam), ingin sekali saya naik bajaj jakarta menuju lokasi test dari resto domino itu, ternyata mahal sekaliiii ongkosnya, lalu beralih lagi ke gojek, dan pukul 12,30 saya sampai dilokasi test, yang ternyata adalah kompleks latihan dan Asrama AURI,
 
 
 
 
 
                                          
 
Kami dibariskan untuk menuju kelas jadilah saya dikelas ini dan ketemu teman baru, gadis Tangerang city, hehe.
 
dapat teman baru
 
teman sebelah bangku saya
 
suasana sebelum ujian dalam kelas.
 
Selama 5 jam test berakhir dan untung nya saya bawa bekal minum, hari hujan deras, kami semua diruangan AC yang membuat saya bolakbalik ke toilet. Soal-soal tertulis yang membuat saya bingung, segalanya campur aduk. Untuk tahu apa saja yang ditest dan bagaimana saya akhirnya bisa lulus klik link ini


 
Setelah jam 6 sampai rumah Bella, sehabis maghrib kami merencanakan sesuatu yaitu jalan-jalan naik motor, hahaah alias jajan malam, and thats all about piza, yang saya heran kenapa bisa murah ya jajanan pizza mereka, enak banyak lagi, sampai muntah deh.
 
nyoba es kepal milo yang katanya lagi hits
 
Oh iya kami kedaerah Tebet dalam, dimana lokasi ini mirip daerah Dr, mansyur kalau di Medan. Jam 10 kami sampai rumah, main hp, hubungin suami dan tidur, packing semua barang karna besok saya langsung pulang.
 

4 Mei, hari untuk pulang

Bangun siap-siap, jam 9 pagi sudah ready saya pengen sekali ke Kokas (Mall Kota Kasablanka) karna searching Daiso ada di Kokas supaya ada membeli oleh-oleh khusus buat suami, iya di Medan tidak ada. Maka kesanalah saya, wahh ini mall mirip seperti pavilion KLCC ya.
 
Saya pulang dengan jadwal naik pesawat Lion Air pukul 16.00, perkiraan dari bus rawamangun ke bandara terminal 1b itu 2 jam, maka terburu-buru lah kami mengejar jalan-jalan ke mall dengan waktu singkat tambah kemacetan, membeli makan siang dan naik bus diantar oleh Bella sampai stasiun.
 
Finally, saya sampai di bandara tepat pukul 3 untuk check-in, fyi, saya kena check random, tas saya dibongkar dan tersiarlah si celana dalam dan di pertontonkan orang banyak, tengsin deh.
 
Drama tidak berakhir disini guys, sambil menunggu si pesawat singa datang, saya mengecas hape di gate, dan saya lihat-lihat memperhatikan orang seperti biasa, ada artis juga yang menutupi identitas dengan masker wajah, tapi tetap keliatan sih, soalnya dia norak ahahaha.
 
Pukul 4 gate dibuka, kami para penumpang berbaris dengan entengnya saya ikut baris, tanpa ingat 1 pun barang yang tertinggal, ikut jalan sambil naik ke bus menuju pesawat, disitulah saya geger gegap gempita kawan, Hape saya tinggal masih ter-cas di gate tunggu tadi, maka agak lari-lari drama, akhirnya si hape terkejar masih bertengger disarang colokan itu, THANKS GOD. 
 
Akhir cerita saya sampai rumah, tanpa dijemput siapapun (ga boleh manja), jam 10 malam tidak lama kemudian suami pulang.
 

Alasan kenapa harus jadi volunteer

Malas saya membahasnya, hehehe, bukan demi uang, "wong malah kita kerja ga dibayar koq mau sih", ini ajang internasional, yang apabila berpartisipasi didalamnya, menumbuhkan semangat mental leader, teamwork dan semua itu dihargai dengan sebuah sertifikat yang berlaku di skala internasional,  #bukanvolunteerbiasa karna kita akan #jadibagiandarisejarah Indonesia yang belum tentu lagi jadi tuan rumah perhelatan akbar ini dan akan menjadi #pengalamanseumurhidup yang tak tergantikan oleh apapun, so masih pusing juga, ya sudah diam-diam sajalah dirumah.
 
Akhir kata, setelah semua perjuangan cerita diatas, saya lulus test dan diundang ketahap test selanjutnya, sambil berlinangan air mata, saya memutuskan mengundurkan diri, oleh sebab yang tak mungkin saya ceritakan disini, semoga kawan-kawan yang turut serta dapat membanggakan negara kita, INDONESIA.
 
Terimakasih atas kesempatannya.
 
MERDEKA. 
 
NB : cerita lain mengenai volunteer asian games 2018 (klik)