Teruntuk gadis kecilku, semoga Allah sentiasa bersamamu :')

Selalu Terkenang

NR_96

Rinai senja kian memayungiku
Meretas rindu di sela sela masa
Keteduhan kian menjamu sendu
Riuh tersiar kesegala penjuru
Masih bisakah aku mengingatmu?

Untuk sesaat aku tersadar
Bayangmu kini tak lagi hadir
Melipur di setiap suka jua dukaku
Hanya potretmu yang kian terbujur
Kian lusuh termakan waktu

Aroma afeksi  berhembus menjelma candu
Serupa bayu yang hantarkan haru
Layaknya gradasi yang hidupkan imaji
Menggugah intuisi dalam sederet ilusi

Izinkan aku sejenak bersyair
Untuk sekadar membuka kekata
Perihal kisah insan sehati
Terhalau buana tak bertepi
Terpaut takdir Sang Maha Pasti

Selaksa aroma kasturi berpadu filantropi
Mengilhamkan syahdu ditengah nuansa pagi
Elok nyiur mendayu merona biru
Biaskan nada dari bilik nestapa

Selintas saja sketsa memori
Lantunkan gita di seputaran kalbu
Memantik hati dwi betari
Indah jenama menelusup sukma
Utas janji bertabur kasih

Kembali, aku terpaku diam membisu
Mengulang luka yang lama terpatri
Kian terdampar, membelenggu relung atma
Mengubur diri dalam kumpulan kepahitan
Ya Rabbi, bisakah ia kembali?

Sekali saja, biar kugubah serangkai diksi
Butiran kosa kata yang mengamerta
Agar tak lantas pupus namamu
Dalam setiap detik dan hariku
Mengenangmu dalam setiap dimensi waktu

Andainya saja kau tahu 
Akalku nyaris tak pernah jemu
Melukiskanmu dalam setiap lembaran hidupku
Melahirkan senyum dalam raut muramku
Meski realitanya tak semanis dulu

Garut, 18 November 2018