Merawat Bayi Kuning di Rumah. Konon, dengan golongan darah yang saya miliki, kemungkinan bayi kami mengidap kuning atau jaundice sangatlah besar.

Namun Alhamdulillah pada kelahiran anak yang pertama dan kedua kami tidak menemui masalah jaundice. Lalu lahirlah adek (anak kami yang ketiga) dan terkena jaundice.

Agak bingung sih iya banget, mengingat itu adalah pengalaman pertama kami memiliki bayi yang kuning.

Penyakit kuning sendiri rentan menyerang bayi yang baru lahir karena kadar bilirubin bayi yang terlalu tinggi. Meskipun pada umumnya tidak berbahaya, namun jika dibiarkan akan menyebabkan bayi mengalami kerusakan otak.

Bilirubin adalah zat kuning yang diproduksi saat sel darah merah dipecah. Pada umumnya bayi baru lahir mengolah sel darah merah menjadi bilirubin lebih tinggi. Karena organ hati pada bayi baru lahir belum sepenuhnya berfungsi layaknya orang dewasa, ketidakmampuan hati dalam menyingkirkan bilirubin secara maksimal dapat memicu tingginya kadar bilirubin dan menjadi penyebab bayi kuning – Alodokter

Lalu gimana kronologinya sehingga adek bisa menjadi β€˜kuning’? apakah bisa bayi kuning dirawat di rumah saja? bagaimana caranya merawat bayi kuning di rumah?

Satu Minggu Pertama Setelah Melahirkan

Memendam sesal karena tidak bisa memberikan abang dan kakak ASI ekslusif selama dua tahun, saya sempat kekeuh hal ini jangan terulang ke Adek.

Ini karena saya punya riwayat air ASI yang terbatas. Padahal saya makannya banyak, penggemar sayur, rajin makan kurma, susu, vitamin tapi tetap saja ASI yang keluar nggak melimpah.

Alhamdulillah untuk adek saya sukses memberikan ASI selama 5 hari di RS. Karena bayi laki-laki, adek pun tampaknya butuh banyak asupan ASI.

Kalau ada yang tanya kenapa sampek 5 hari di RS? bukankah ibu melahirkan biasanya maksimal hanya 3 hari? itu karena ada obat yang kurang saya konsumsi dan membuat jahitan sesar masih terasa sakit.

Dokter kandungan pikir saya alergi terhadap obat tersebut, padahal enggak. Jadilah obat baru diberikan ketika hari ke 3 di RS πŸ™‚

Sudah baca ini belum? 7 Perlengkapan Bayi yang Wajib Ibu Baru Miliki

Gejala Kuning

Ketika lahir, kulit adek berwarna putih kemerahan. Namun di hari ke 4 adek mulai terlihat lain.

Kulitnya menggelap, ada semburat kuning, dan dia sering tidur. Saya ingat perawat sampai mengingatkan saya adek sudah tidur berapa lama, karena idealnya bayi diberi susu dua jam sekali.

Ketika hari terakhir di RS, perawat notice banget kalau adek terlihat kuning, sementara hati kami sudah mencelos.

Akhirnya perawat cepat-cepat memeriksa kadar bilirubinnya dan kata mereka masih di batas normal. Perawat dan dokter kandungan (iya, waktu itu saya juga mengadu ke dokter kandungan kalau adek terlihat kuning), menyarankan sampai rumah adeknya dijemur aja bu, Insya Allah hilang kuningnya.

Akhirnya kami pulang ke rumah dengan hati setengah lega karena adek terlihat kuning (meskipun dokter kandungan dan perawat bilang tidak apa-apa) huhu.

Terbersit ragu di hati tentang bagaimana cara yang benar untuk merawat bayi kuning di rumah?

Setelah di Rumah

Hari demi hari setelah pulang ke rumah kami memperhatikan warna kulit adek semakin menggelap, semburat kuning makin nampak. Bagian putih pada mata juga terlihat kuning. Saya cemas.

Saya tetap disiplin susui ASI dua jam sekali tapi kok kayag nggak ada hasilnya.

Inginnya saya ke rumah sakit lagi, tapi saya ingat kalau terakhir saya pulang kadar bilirubin adek masih dianggap normal.

Lalu saya ingat kata dokter kandungan dan baca-baca di internet bahwa penyakit kuning ini bisa diatasi sendiri dengan cara memberi cairan yang cukup kepada bayi dan menjemur bayi di sinar matahari pagi.

Akhirnya saya jalankan apa yang saya baca. Batasannya tiga hari. Kalau tiga hari nggak ada perubahan, saya harus ke RS lagi.

Soal menjemur, sebenarnya adek sudah saya jemur tiap pagi, dan saya tetep kekeuh memberi ASI eksklusif.

Tapi karena adek makin hari makin kuning, saya juga curiga kalau sebenarnya mungkin air ASI saya tidak mencukupi kebutuhan adek. Karena adek bayi laki-laki, kebutuhannya akan ASI banyak, dan ASI saya tidak bisa provide kebutuhan dia. Adek jadi sering rewel di malam hari, tidurpun ga nyenyak.

Dari yang saya baca, dehidrasi pada bayi juga bisa menyebabkan kuning. Akhirnya dengan berat hatiiiiiii banget, saya minta suami beli sufor.

Jadi setelah beberapa hari di rumah, saya mengalah memberikan ia sufor dan ASI juga. Dan besoknya langsung dimulai treatment jemur + susu setiap dua jam sekali. Susu formula dan ASI saya beri bergantian, dan mohon jangan hakimi saya akan hal ini.

Menjemur Bayi

Saya menjemur adek dengan pancaran sinar matahari pagi yang pertama, sekitar pukul 07.00 hingga 07.30 pagi, dimana sinar matahari belum terlalu terik.

Jadi adek saya letakkan di stroller, lalu saya buka baju dan celananya, sehingga ia berjemur dengan pampers saja. Untuk mata saya sampirkan saja kain tipis supaya matanya terlindung. Adek dijemur selama kurang lebih 10 menit.

Setelah berjemur, saya susui adek setiap dua jam sekali.

Hari pertama menjalankan treatment ini hasilnya belum signifikan. Maksudnya kulit adek masih gelap kekuningan. Tapi kami teteup kekeuh. Saya bilang ke diri sendiri kalau batasannya tiga hari saja. Kalau masih ga ada perubahan maka saya akan ke RS lagi.

Dan Alhamdulillah setelah tiga hari perubahannya signifikan sekali. Setelah satu minggu berlalu, kulit adek sudah kembali normal dan itu membuat kami serumah-rumah rasanya lega banget ya Alloh.


Penutup

Kami memang sudah punya anak tiga, namun baru ketemu dengan penyakit kuning pada bayi ketika anak yang terakhir. Cemas? pastinya.

Saya sebagai Ibu yang baru melahirkan rasanya susah hati melihat bayi saya terlihat kuning. Rasanya kayag kami harus belajar seperti punya bayi yang pertama kalinya hahah.

Golongan darah saya dengan bayi memang berbeda. Konon katanya hal ini bisa memperbesar kemungkinan bayi menderita kuning.

Belum lagi kemampuan ASI saya yang memang terbatas sejak anak yang pertama. Apapun usaha saya untuk memperbanyak ASI, tetap sedikit produksinya πŸ™

Meskipun berat, saya harus memberi sufor agar adek tidak dehidrasi. Seperti adek yang kuning, kemungkinan besar juga itu karena saya egois mau kasih ASI ekslusif padahal ASI saya terbatas. Setelah dibantu sufor, memang terlihat bedanya. Adek bisa tidur lebih nyenyak dan kuning perlahan hilang.

Jadi bersyukurlah jika produksi ASI anda banyak, dan bisa menyimpan sampai berbotol-botol di kulkas. Itu artinya anda bisa mengabaikan sufor karena ASI adalah asupan bayi yang terbaik.

Untuk semua ibu-ibu yang punya bayi kuning, kuatkan hati ya. Sedih pastinya, tapi percayalah kalau kuning bisa diatasi dalam satu minggu dengan perawatan yang tepat. Untuk di awal silahkan ke dokter untuk memeriksa kadar bilirubin bayi, dan minta saran dokter.

Based on pengalaman adek, jika kadar bilirubin masih di batas normal (meskipun bayi sudah terlihat kuning), bayi kuning bisa dirawat di rumah dengan cara dijemur di sinar matahari pagi dan diberikan susu setiap dua jam sekali. Insya Allah setelah treatment dalam 7 hari bayi bisa kembali normal.

Jadi itu pengalaman kami merawat bayi kuning di rumah. Apa anda juga punya pengalaman dengan bayi kuning? silahkan tulis di komentar πŸ™‚

Advertisements