Masih anget banget kan berita tentang Transgenderakhir-akhir ini?

Nah.. aku pengen banget nihsharingsama kalian semua tentanghot issue ini. Selain itu, ini akan menjadipsycho-talkpost pertama aku. Nantinya aku bakal lebih sering bahasissue-issueyang sedang marak di masyarakat dari sudut pandang psikologi.

Sebelum itu, let me introduce myself to youbanyak banget di antara kalian yang tidak tahu bahwa aku seorangpsikolog, yap ! aku seorang psikolog yang legal dan memiliki surat ijin praktek. Pada tahun 2014 aku sudah menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi dengan peminatan klinis. Tahun 2016 aku pun sudah menyelesaikan pendidikanMagister Profesi Psikologidengan peminatan pendidikan.

Kalian pada tau dong sama Mas F atau yang lebih di kenal dengan nama miss LL (disingkat aja kali yah biar aman, tapi aku yakin kalian semua tahu lah. LOL). Dia lagi heboh banget karena tidak mau mengakui bahwa dirinya seorangtransgender,bahkan akhir-akhir ini dia sedang mengaku bisa hamil gitu(gosip up to date banget aku). Nah tahu gak sih kalian, apa itutransgender? Transgender adalah sebuah penamaan bagi seseorang yang memiliki indentitas gender (gender identity – perasaan sebagai wanita/pria), ekspresi gender (gender expression – cara berkomunikasi, berpakaian, berdandan, body language, dsb) atau perilaku yang tidak sesuai dengansex(jenis kelamin)ketika mereka dilahirkan.

Kalau kita balik ke kasus mas F, jadi dia dilahirkan sebagai seorang pria namun memilikisenseatau perasaan sebagai seorang wanita. Pernah dong baca atau melihat film seseorang yang terjebak di tubuh yang salah, nah seperti itu perasaannya. So, karena mas F merasa dirinya adalah seorang wanita yang terjebak di tubuh pria, jadilahsaat ini ia ingin menunjukkan identitas dia sesuai dengan yang dirasakan.

Transgender apakah selalu berganti jenis kelamin? Tidak.Yuk kita bedain apa sihsexdangenderitu. Jadisexitu adalah jenis kelamin ketika kita lahir dan sudah tertulis secara sah/resmi di akte kelahiran.Gender adalah segala hal yang kita tunjukkan kepada orang lain atau lingkungan seperti perilaku, aktivitas, cara berpakaian, roles dalam masyarakat, dan apapun yang bisa menunjang dirinya untuk memberitahu kepada lingkungan bahwa dirinya seorang wanita atau pria.

Hal ini serupa dengansexual orientation,karena tidak setiap transgender pasti menyukai sesama jenis.Why is that?karenasexual orientationitu lebih kepada daya tarik fisik, perasaan romantis, dan emosi seseorang kepada orang lain. Ini sudah sangat berbeda dengan indetitas apa yang ingin ditunjukkan seseorang kepada orang lain. Jadi, seorang transgender bisa aja memilikisexual orientationsebagai gay, lesbian, bisexual ataustraight.Buat lebih jelasnya kalian bisa liat ke table di bawah ini :

Person identity (source : Google)

Sampai sini sudah paham dong guys tentang gender, sex dan sexual orientation,selanjutnya kita langsung fokus membahas lebih detail tentang transgender yah. Sebagian dari kalian pasti bertanya-tanya,“kenapa sih bisa orang jadi seperti itu?” “kenapa sih menyalahi kodrat tuhan” “ih ga kasian yah sama ortunya? dosa tau!”, banyak komentar dan pandangan dari masyarakat tentangtransgender. Tapi tau kah kalian bagaimana perasaan mereka dan bagaimana sih seseorang bisa menjaditransgender.

Penyebab (Causes)

Seseorang menjadi transgender bisa karena banyak hal menurut American Psychologist Association(2011)seperti pengaruh genetik, hormon (pre-natal hormon levels), experience atautraumatic eventdi masa-masa remaja atau dewasa awal yang mempengaruhi dan berkaitan dengan perkembangan identitas diri.Seseorang yang mengalamikrisis identitas akan merasa kesulitan dalam bergaul, mengekspresikan diri dan bahkan tak jarang menjadi korbanbullying.

Tau kah kalian kalau sebenarnya mereka pun tidak ingin terjebak di dalam tubuh yang salah. Mereka ingin loh bisa bermain, berdandan, berteman, berekspresi, dan bisa mencintai orang lain sama seperti kalian. Waktu mereka jatuh cinta pun rasanya sama seperti kalian, hanya saja mereka sulit untuk mengekspresikannya karena merasa ada di badan yang salah dan norma di Indonesia tidak membenarkan.

Seseorang bisa menjadi transgender karena hormon testosteron dan esterogen yang tidak sesuai, misal memiliki tubuh laki-laki namun hormon testosteron lebih rendah dibandingkan esterogen begitu juga sebaliknya. Selain itu, faktor genetik seperti adanya kelainan kromosom dan identity confusionketika memasuki tahap perkembangan penemuan jati diri. Tidak adanya figure dan pola pengasuhanyang tepat sebagai seorang pria maupun wanita membuat seorang anak mengalami kebingungan dalam menentukan identitas dirinya. Hal ini lah yang pada akhirnya bisa memunculkan anak menjaditomboy,karena mungkin lingkungan sekitar sudah membentuk dia seperti itu.

Bagaimana cara mengetahuinya?

Ketika seseorang sudah memiliki perasaan bahwa dirinya sudah “tidak cocok” atau “not fitting in antara jenis kelamin dan identitas yang dirasakannya. Hal ini bisa terjadi disegala usia, seperti beberapa klien aku ada yang mereka menyadari saat SMP/SMA atau bahkan diusia yang lebih tua. Bahkan beberapa waktu lalu aku sempat melihat video tentang transgender, ada seorang pria yang baru memutuskan untuk menjadi transgender di saat dirinya sudah menjadi seorang tentara.

Beberapa orang yang telah menyadari bahwa dirinya transgender dan dapat menerimanya, ia akan mulai mengeksplorasi diri, seperti wanita berdandan seperti pria dan bergaul dengan pria begitu juga sebaliknya. Di saat seperti inilah para transgender merasa bahagia atas dirinya. Bahkan tak jarang mereka melakukan transsexual. Nah.. ini dia yang banyak orang belum tahu, transgender belum tentu berganti kelamin loh (melakukan operasi kelamin), sedangkan orang yang sudah melakukan operasi kelamin seperti mas F dan mbak MB (yang sedari awal sudah membuat pengakuan) kita bisa sebut sebagai transsexual woman (from male to female). Jika dari perempuan melakukan operasi kelamin menjadi laki-laki dapat disebut transmale atau transsexual male.

Prosedurtranssexualharus dilakukan dengan prosedur yang legal ya guys, jadi pihak rumah sakit akan memberikan surat pernyataan bahwa seseorang sudah berganti kelamin. Bedanya adalah ada beberapa negara yang bisa merubah surat-surat kependudukan sesuai dengan jenis kelamin yang baru, namun ada juga yang tidak. Sebagian besar transgender yang sudah dapat sesuai antara perasaan dan tubuhnya maka akan memiliki kebahagiaan yang lebih dibanding sebelumnya.

Namun,tidak semua orang dapat semudah itu menerima keadaan. Ada banyak orang yang tetap tidak bisa menerima ketidaksesuaian itu dan akhirnya mengalami depresi karena merasa malu dengan keadaannya, bahkan lingkungan pun tidak dapat mengarahkan/memberikan bantuan yang tepat bagi dirinya.

Transgender = Mental disorder?

Banyak banget yang tanya ke aku, apa transgender itu gangguan jiwa yah? Keadaan psikologis bisa disebutmental disorderbila itu menyebabkan stress yang negatif dandisability,sedangkan seseorang yang merasa dirinya transgender tidak semuanya merasakan hal ini. Pendapat tentang transgender dan penyimpangan orientasi sexual sejak dahulu menjadi perdebatan dan saat ini masih dalam revisi-revisi. Ketika aku masih kuliah S1 sempat diberitahukan bahwa hal seperti ini sudah dihapuskan dari DSM IV, namun saat ini ada beberapa ahli yang menyatakan bahwa di DSM V ini dapat didiagnosa sebagai gender dysphoria.So, sampai sekarang masih belom ada yang pasti ya guys tentang ini. Yuk.. setidaknya kita berusaha untuk tidak menjadi seseorang yangjudgementalterhadap orang lain.

Harus bagaimana dong?

Kalau kalian punya temen, saudara, keluarga atau siapapun yang kalian tahu bahwa dirinya punya kecenderungan transgender atau sudah memutuskan untuk menjadi trasngender/transseksual, ini yang kalian harus lakukan :

  • Kalian harus dapat memahami terlebih dahulu tentang “transgender” secara utuh, sebelum kalian berinteraksi dengan mereka. Sehingga tidak adajudgment“ngawur” yang akan membuat orang lain tersakiti.
  • Jaga sikap dan perkataan ketika kalian ada di sekitar mereka. Netral lah guyss…
  • Jangan sok tahu tentang para transgender dan dengan seenaknya bersikap (bila memang tidak tahu sebaiknya diam). Jangan dengan mudah meminta mereka untuk terapi hormon, melakukan pengecekan medis, dsb karena tidak semua dapat menerimanya.
  • Jangan salah mengartikan bahwa yang berpenampilan tomboy atau cuek seperti pria dapat disebut sebagai transgender.
  • Tetap menjalin komunikasi yang terbuka dengan mereka.
  • Dapat men-supportmereka yang telah memilih jalan sebagai transgender. Tidak mudah memang apalagi itu merupakan keluarga sendiri, oleh karena itu pehaman akan transgender sangatlah penting.
  • Kalian yang sudah memutuskan menjadi transgender carilah komunitas yang sesuai dengan diri kalian dan yang dapat menerima kalian dengan baik. Selain itu, dapat mengarahkan kalian menjadi pribadi yang lebih positif dan berprestasi mungkin.
  • Pahamilah hukum-hukum negara terkait dengantransgender issuedengan baik, bagi kalian yang sudah memutuskan menjadi transgender.
  • Jangan memaksakan orang lain dapat menerima kalian, karena tidak semua dapat semudah itu menerima sesuatu yang “tidak biasa”.

Well, kalian sekarang sudah tahu dong mas F dan mbak MB itu apa? Kalau kalian tanya “kenapa sih transgender jadi trend?” ya karena “netijen jaman naw” sudah mulai open minded tentang transgender. Masyarakat sudah mulai mau merangkul para transgender untuk dapat hidup normal sama seperti mereka. Media yang nggak ada habisnya bahas tentang transgender, baik yang cuma modal sensasi atau prestasi menjadi satu sinyal positif bagi para transgender untuk menunjukkan diri mereka apa adanya. Sebenarnya dari dulu sih sudah banyak transgender, cuma bedanya dulu masih dianggap sangat tabu jadi media pun tidak akan berani menyorot. Beda dengan sekarang yang sudah makin bebas.

Di sini aku netral dan memandang semua manusia adalah sama meskipun pilihan hidup mereka berbeda-beda. Kalian yang punya nilai-nilai yang bertentang dengan temen-temen transgender, jangan mudah untuk menghakimi. Lebih baik kalian diam dan mundur bila memang tidak merasa nyaman berada di dekat mereka dibandingkan menghakimi.

Seseorang menjadi transgender bukan satu keputusan yang mudah, oleh karena itu butuh adanya konseling dari para profesional, dukungan dari keluarga, mengikuti prosedur medis tertentu,terapi hormon bagi mereka yang tetap ingin menjalani hidup sesuai kodratnya (untuk beberapa orang yang mengalami gangguan hormon),dansocial supportuntuk meminimalisir diskriminasi

Oya, Mas F bisa jadi seheboh itu sebenarnya pengen mendapatkan pengakuan ataupunpenerimaan yang baik dari masyarakat, terlebih lagi dia seorangartis. Namun, karena dia muncul karena sensasi dan netizen menanggapi semakin negatif, jadilah si mas F menjadi-jadi untuk membuat sensasi. Kalian nggak tau kan meskipun mas F sepede itu di instagram atau televisi, belom tentu kan kalau malem engga nangis jejeritan karena stres dengan kondisinya. Siapa tahu kan hati seseorang LOL.

Transgender yang berprestasi juga banyak loh, salah satunya Dena Rachman kan yang punya prestasi di bidang fashion. Dia pun juga santai untuk mengakui bahwa dirinya transgender. Jadi kita netijen yang budiman, mending dukung yang baik-baik aja lah ya, yang cari sensasi tidak perlu dikasi ladang gandum LOL.

Okay,

That’s all guys.

Aku harap sharing kali ini bisa bantu kalian buat lebih paham tentang transgender dan menanggapiissuetentang mas F. I hope you enjoy and take it as a usefulinformation or something.

Kalau kalian ada kritik, saran atau pengen cerita-cerita sama aku bisa kontak aku diIG : @tephietephatauAsk.fm : @tephtephie

Thank you for reading,

 

 

 

Source :

American Psychological Association.(2011).Answers to Your Questions about :transgender people, gender identity, and gender expression.Retrieved fromhttps://www.apa.org/topics/lgbt/transgender.pdf

Levitt, H & Ippoito, R. (2014). Being Transgender : The Experience of Transgender Identity Development.Retrieved fromhttps://www.researchgate.net/Heidi_Levitt/publication/

 
 

 

The post Transgender become a trend? appeared first on Tephie's Daily Life.