kampung ujung labuan bajo, wisata kuliner kampung ujung, wisata kuliner malam di labuan bajo, rekomendasi tempat makan ikan di labuan bajo
(Kain dari sesebapak di Kampung Ujung Labuan Bajo. Dokpri)

Halo sobat muslimah semuaaaa, aku mau lanjut tulisanku soal Labuan Bajo. Nah kali ini giliran kuliner malamnya yang mau aku review. Jadi setelah perjalanan selama kurang lebih 12 jam (karena ini dari pagi dan baru merapat di dermaga Labuan Bajo sekitar jam 6 sore lewat), aku pun berjalan gajauh dari pelabuhan Labuan Bajo sampai Kampung Ujung.

Kampung Ujung Labuan Bajo

kampung ujung labuan bajo, wisata kuliner kampung ujung, wisata kuliner malam di labuan bajo, rekomendasi tempat makan ikan di labuan bajo
(Tenda-tendanya udah bagus. Dokpri)

Kampung Ujung ini merupakan jalanan "ujung" daerah barat dari Labuan bajo yang merupakan batas antara daratan dengan lautannya. Sayangnya ini malam hari, dan aku hanya melihat kegelapan yang menyelimuti serta kebulan asap-asap yang dihasilkan dari bakar-bakaran para penjual makanan olahan laut disini.

Modelnya kayak dibikin tenda-tenda putih dan berderet sepanjang trotoar yang emang khusus buat para pelanggan makanan disini. Kita tinggal milih kok mau di kedai apa makannya. Dan disini makannya duduk di kursi plastik atau dengan kursi panjang (tergantung yang jualannya ya).

Lalu siap-siap, kalian di serbu oleh sesebapak penjual kain tenun ikat khas Manggarai Barat dan kalaupun mau beli, bisa banget ditawar. Dan kalo soal tawar-menawar udah hak perogratifnya mamer aku hehe. Tadinya gamau beli lho guys, karena kita ke Kampung Ujung ini adalah destinasi untuk kita makan malamnya, ya mau gamau makannya disini, entah kenapa saat itu tidak menemukan tempat kece untuk makan malam.

Olahan seafood

kampung ujung labuan bajo, wisata kuliner kampung ujung, wisata kuliner malam di labuan bajo, rekomendasi tempat makan ikan di labuan bajo
(ikan-ikan dan seafood. Semua fresh! Dokpri)

Saat pertama kali yaitu sepulang dari trip pulau-pulau, kita masuk dan harus deposit per orang adalah 60K, kalian akan dikasih tiket gitu. Lalu kita mulai deh milih sesuka hati kita mau makan di pelapak mana. Nah sayangnya waktu pertama kali kita gatau kan mau dimana, pakai feeling mamerku aja dan aku mah ikut-ikut aja wkwk.

Kita pilih di gerobaknya yang terang dan satu ekor ikan udah di bandroll 50 K dong, pokoknya ini harga yang aku inget. Intinya kalo kesini prefer makan ikannya satu ekor berdua. Dan ikan yang paling enak adalah ikankakap merah, ekor kuning, kerapu macan, garopa merah, cumi-cumi, udang bahkan lobster.

Dan aku terkejut saat tau harga losbter mencapai lebih dari 500K untuk satu ekor nya (agak gede sih) duh tapi makan kalo sambil nyesek ya gajadi daging atuh. Karena memang ikannya itu masih fresh yang langsung di supply oleh para nelayan di Labuan Bajo yang selepas dari laut (untuk menangkap ikan). Hal ini bisa kita cek-cek langsung ke ikan-ikan yang masih segar itu dengan cek insang yang masih kemerahan, bentukannya dan warna dari si ikan masih keliatan seger aja gitu. Tentu nya yang menentukan pilihan adalah mamer aku, karena expert dalam pemilihan ikan, makanya aku memilih ikan kerapu macan yang ternyata duh sumpah ini ikan enak banget.

Memilih ikan di Kampung Ujung Labuan Bajo


(Ikan bakar di malam pertama datang, yang ini kurang enak. Dokpri)
Aku menjatuhkan pilihan pada kerapu macan yang bentuknya tentu ada loreng-loreng nya ya guys. Dan ga nyangka banget rasanya bisa seenak ini. Untuk kali pertama aku makan di kedai, itu rasanya B aja gitu. Kayak ada yang kurang dari segi sambal dan juga hasil bakaran ikannya.

Dan pada malam kedua, alhamdulillah kita dapat rekomendasi dari dirver yang sehabis mengajak kita keliling-keliling wisata darat Labuan Bajo ini. Wah, betapa senangnya ketika ada menu sop ikan kuah kuning. Dan ini bisa dimakan bareng-bareng.

Rasanya? Endol! Beneran, sampai mamer aku meraih-raih apa aja bumbu di dalamnya untuk dipraktekan ketika di rumah hehe. Intinya yang aku rasakan itu ada komposisi asam dan gurihnya melebur jadi satu, serta rasa rempah seperti kunyit (karena sop nya warna kuning) tidak meninggalkan bekas di area tenggorokan maupun langit-langit mulut kita, udah deh endol pokoknya. Ditambah dengan tekstur ikan yang supeeeer lembut, aku sampai kaget bisa makan ikan yang selembut itu guys. Lembut nya lebih dari kapas bahkan wkwk, serupa sama tofu gitu deh.

Tentang Kampung Ujung untuk wisata kuliner Labuan Bajo


Tapi, kalo buat kantong traveller bisa bocor ini mah, karena sekalinya pengen makan ikan segar harus merogoh kocek yang lumayan dalam di Kampung Ujung ini. Semoga pemerintah Manggarai Barat ini bisa berbenah dari segi proses penangkapan ikan (yang jujur aja aku ga ngerti ada gimana-gimananya di dalemnya) karena secara logika aja, Labuan Bajo tempat melimpah ruahnya ikan, lha kok bisa mahal.

So, semoga teman-teman tercerahkan ya dengan tulisan aku soal Kampung Ujung Labuan Bajo ini. Kalo mau ada komen di kolom komentar yuk kita berbagi cerita soal makan ikan. Oya, ada satu cerita ke skip, kalo aku sehabis pulang dari Labuan Bajo, selama satu bulan aku menolak makan ikan. Rasanya blenger guys saat di Labuan Bajo, sekali makan diminta ngabisin dongggg, karena beranggapan aku doyan ikan. Eh gatau nya aku nya malah sampe gamau makan ikan dulu wkwk.