embung sriten
pose paripurna di tengah panas :D 



Assalamualaikum emak-emak. Gimana kabar dompet pasca lebaran? Apa kabar cucian dan setrikaan?. Hahahaha. Kalau dompet sudah kayak panty liner, tipiisss. Mudah-mudahan invoice segera cair setelah lebaran ini ya. Kalau kabar cucian dan dan setrikaan, Alhamdulillah laundry langganan sudah pada buka. Matur nuwun ya para pemilik laundry kiloan. Kalian memang penyelamat. Halagh. Hahahaha.





Nah, libur lebaran kemarin kami menyempatkan jalan-jalan juga biar kayak orang-orang. Piknik tipis-tipis ke kabupaten sebelah alias ke Gunung Kidul. Dan destinasi kami salah satunya Embung Bathara Sriten di Nglipar, Gunung Kidul.

embung sriten


Udah lama pengen main ke Embung Sriten. Dulu kami udah nyempetin main ke Gunung Purba Ngalenggeran. Nah, kemarin jatahnya main ke Embung Sriten. Yang posisinya lebih tinggi daripada Ngalenggeran. Di pucuknya Gunung Kidul gitulah kira-kira.

embung sriten

Terletak di Dusun Sriten, kecamatan Nglipar. Dari jalan utama sih mudah menemukannya. Dan jalan menuju ke atas juga bisa dengan mobil. Bahkan ketika sampai di atas saya takjub soalnya ada yang pakai bis. Padahal jalan menuju puncak Embung Sriten ini, Masya Allah ya sodara-sodara. Ngeri-ngeri sedap. Kiri-kanan jurang. Dan jalurnya lumayan bikin deg-deg an kayak orang jatuh cinta. Huahahaha. Untungnya sopirnya sembada. Kyaaaa. Bisa di cek di google maps ya



embung sriten

Sampai di atas kami langsung disuguhi pemandangan Jogja lantai satu di bawah. Berasa kkecil banget melihat Jogja nun di bawah sana. Tak terlihat. Kalau untuk embungnya sendiri sih ga terlalu besar. Dan airnya juga ga sebening Embung Potorono di Pleret. Tapi bisa dimaklumi sih. Ada penampung air di daerah tinggi dan tandus kayak Gunung Kidul aja itu udah keren banget. Sayangnya kemarin kami sampai di sana sekitar jam 10 pagi yang puanasnya terasa menyengat banget. Kami hanya sampai di bukit dekat Embung saja. Tidak punya nyali untuk ke bukit di seberangnya. Panase rek. Dasar manusia lemah -____-


Di sekitaran embung tersedia warung-warung kecil. Meskipun yang disediakan ga begitu kumplit sih. Dan yang menyenangkan ada mushollah kecil yang enak banget buat leyeh-leyeh. Air bersih juga tersedia. Kamar mandinya juga bersih. Bahkan saya menyempatkan mengambil foto mushollanya. Di ketinggian segitu ada sebuah tempat salat itu rasanya syahdu banget.


Untuk view, masya Allah. Amazing gaes. Cantik luar binasa. Apalagi kalau sunset atau sunrise sepertinya lebih badai lagi viewnya. Ga rugi naik sampai ke atas. Agak nyesel kenapa ga dari tahun-tahun kemarin kami main ke sana. Padahal kami terhitung doyan main yang berbau air-air kayak embung gini. Mampir juga ya di postingan saya tentang Embung Salakan, Potorono
Saran saya sih kalau mau naik ke Embung Sriten, usahakan naik mobil pribadi atau nyewa mobil sekaligus sopirnya. Karena memang medannya menanjak dan agak tajam di beberapa tikungan. Usahakan juga mobilnya dalam keadaan fit. Kalau siang hari bisa bawa payung untuk melindungi dari panas. Dan bawa makanan sebagai persediaan. Dan untuk anak-anak diperketat pengawasannya. Karena kiri-kanan jurang ya ibu-ibu.

Selamat menikmati Jogja dari lantai dua ya. Embung Sriten salah satu tempat rekomended yang wajib dikunjungi saat ke Gunung Kidul selain pantai-pantainya yang cantik membahana.