rekomendasi menu sahur, menu sahur praktis, sayur timun bening menu prkatis, menu andalan saat sahur, sahur di 10 hari terakhir
(Sayur timun bening. rekomendasi menu sahur untuk 10 hari terakhir. Dokpri)

Hai hai kembali lagi yang tidak speerti biasanya karena hari ini spesial setelah menghadapi malam pertama di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, barulah muncul insight terbaru soal menu sahur untuk menghadapi hari-hari di 10 hari terakhir yang kalo aku pribadi selalu merasa banyak lemasnya daripada semangatnya.

Tercetus menu sahur  untuk 10 hari terakhir

Dan seperti biasa ya gengs, ketika mendekati akhir bulan disetiap bulannya akan ada aja yang aku posting berkaitan dengan kegiatan aku di komunitas ibu muda Indonesia yang bulan ini bertema "coba dulu". Artinya di "coba dulu" ini luas banget sih maknanya dan insight yang aku dapat juga banyak banget. Perjuangan buat bisa menentukan mana nih yang akhirnya aku jadikan headline untuk aku bahas, dan kini aku  berakhir pada penetapan menu yaitu sayur timun bening yang rasanya it's not to bad lah. Beneran seumur hidup, baru pas puasaan ini kan tinggal di rumah mertua dan beberapa hari menjelang hari terakhir ini membuat sayur timun dan akhirnya aku makan juga. 

Awalnya aneh ya, kok timun disayur? Kan setau aku ya timun itu paling banyak dilalap atau dibuat asinan atau acar gitu kan ya, atau di buat jus juga sama dibuat masker buat nutupin mata hehe. Tapi ini dibuat sayur, what's so funny man! Aku udah tau ada kebiasaan yang timbul di kleuarga suami saat Ramadan tiba itu setiap sahur selalu ada semangkuk sayur timun ini, tapi aku ga kepikiran kalo sampe aku beneran mencicipi nya juga sampai-sampai aku merasa ingin selalu masak sayur timun saat sahur karena mmebuatnya mudah, praktis dan tentunya menjaga kestabilan asupan mineral dalam tubuh kita.

Resep sayur timun bening untuk menu sahur di 10 hari terakhir

Ternyata dai kemudahan resepnya itu tidak kalah sama citra rasanya lho. aku udah bayangin yang engga-engga karena ya secara ya timun dibikin sayur apa jadinya, lembek tengahnya trus bagian luarnya semi keras-keras gitu kan. Eh pas aku "coba dulu" itu beneran beda deh, ada rasa yang unik yang aku temukan dari sayur timun ini. Dan resepnya adalah:
  • 3 buah mentimun
  • 2 siung bawang merah
  • 1 buah tomat (yang kecil aja)
  • cabe merah keriting (untuk permanis aja sih)
  • 1 lembar daun salam
  • gula pasir dan garam (pake penyedap ya sesuai selera, kalo aku engga) 
Lalu caranya adalah,
  1. Potong timun sesuai selera buibu semua (jujur potongan timun diatas itu terlalu besar, effort buat makannya juga rada-rada, jadi aku prefer buat potong agak kecil lagi) 
  2. Iris bawang merah, cabe merah keriting dan tomat sertasiapkan selembar daun salam tadi
  3. Siapkan air rebusan, lalu masukan semua irisan tadi dan tunggu hingga mendidih
  4. Setelah mendidih masukkan potongan timun lalu tunggu sampai empuk timunnya
  5. Diakhir baru kasih garam dan gula sedikit aja. 
Gimana mudah kan gengs. Yuk yuk dicobain, ini work banget deh semasa 10 hari terakhir itu kan godaannya lumayan ya, apalagi jika kita ada aktivitas malam di masjid untuk menggapai malam lailatul qodar ini. Semangat deh pokoknya jangan kasih kendor.

Menentukan makanan di challenge "Coba Dulu"

Gengs, tau ga sih, aku sempat mengalami pasang surut untuk nentuin aku mau ambil makanan apa nih untuk aku setorkan di challenge bulan Mei ini. Tentunya aku tidak asal-asalan, artinya ya asal beres aja gitu. Karena aku cukup "ter-challenge" dengan challenge bulan ini karena aku anaknya semua bisa dimakan (yang halal ya), jadi namanya picky eater itu ya ga ada di kamus aku, sedari kecil udah dilatih untuk bisa masuk makanan apa aja, ditambah aku lumayan mengalami fase pindah-pindah rumha di mulai dari Ternate, Karawang, Nganjuk hingga kini di Tangerang, jadi soal citra rasa untuk kulineran itu gampang banget deh.

Dan juga bertepatan di bulan Ramadan ini aku sedang struggle di urusan financial dan gabisa sembarangan untuk ngeluarin budget berlebih, walaupun ada beberapa restoran yang ingin banget aku kunjungi terkait untuk membeli pengalamannya. Taoi mungkin belum sekarang waktunya, dan aku mencoba merenung lagi hingga ada pilihan, apa aku nyoba makanan yang sedikit ekstrim ya. Kayak belalang goreng, nah itu aku belum pernah. Udah ribet aja mikirnya nih, ntar pasti dikirim kan dari Jogja atau Semarang, pengiriman lama apalagi menjelang lebaran trus aku takut gakuat sama protein dari belalangnya yang tinggi itu. Dan opsi sampai aku pernah baca ada sebuah caffe yang gak jauh sama halte Juanda, Jakarta yang menyediakan es kirm gelatto dengan berbagai rasa yang unik. Ada rasa tolak angin bahkan rasa kemangi, aku sepenasaran itu sampai-sampai undah mengagendakan buat habis buka puasa bersama di event yang aku ikutin kemarin, eh kebablasan karena jalanan super macet dan kita bablas langsung ke Karawang.

So, challenge ini tuh bikin aku melek semelek-meleknya karean gaperlu jauh-jauh kalo yang dekat juga ternyata bisa jadi opsi kita kok. Karena mungkin kita ingin dianggap eksis bahkan yang pertama kali mencicipi menu tersebut lalu haus akan pujian, ya Allah beneran ngaca deh karena challeng ini. Terimakasih buponchi, ditunggu challenge dibulan selanjutnya ya.