Mataku sayu. Basah dan mengantuk.
Darah yang berdesir bergejolak menandakan bahwa ia sedang marah.
Tangis untuk apa?
Tangismu tak mampu memecah andromeda.
Tangismu hanya membuat matamu kuyup.

Bulan memang sendiri, tahan sendiri.
Namun ia juga merindukan Bintang yang mengelilingi menemani.
Semesta merakit cinta untuk kita yang mampu merasa.

Perlahan membuka jiwa, menikmati sensasi dingin tersentuh atmosfer.
Kadang Bulan juga melemah, meredup.
Dia merindukan pelukan keramaian Bintang.