Mencintai itu tetap menyiapkan sarapan untuknya walau semalam habis berantem.

Mencintai itu berkomunikasi dengannya, walau dengan nada tinggi dan emosi.

Mencintai itu menginginkan dia tetap bersama hati kita, membuatnya bahagia karena itu.

Mencintai itu menerima semua kekuranganmu, dengan emosi sesaatmu.

Mencintai itu membiarkan hati terluka demi melihatmu bahagia dengan pilihan yang sekarang.

Mencintai itu setia menjalani hidup denganku, walau dadaku tidak sekencang dahulu, dan wajahku tidak secantik saatku muda.

Mencintai itu mencium lehermu ketika kita sedang berdua di ranjang, dan berkeringat setelahnya.

Mencintai itu menggenggam tanganku, dihadapan banyak orang, dan dengan lantang kau umumkan bahwa akulah calon istrimu.

Mencintai itu adalah hal yang selalu kita lakukan, setiap hari, bertahun-tahun, dan tidak pernah bosan dengan itu.

Mencintaimu, membuatku lebih berarti.
Terima kasih sudah mencintaiku dengan amarahmu, ciuman lembutmu, sentuhan tanganmu.

Aku mencintaimu, semoga kaupun begitu.

Tertanda,
Cindy.