Aku menghempaskan tubuh dengan gontai ke kasur. Menghela nafas perlahan. Dan terdiam.

Berusaha mencari sebuah jawaban. Berharap roda akan selalu berjalan sesuai pada porosnya.

Seakan letih, seketika lupa diri.
Seolah mengalami krisis identitas.
Tolong, tetaplah jadi Aku yang seperti ini.

Aku, yang mandiri, apa adanya.
Aku, yang tak silau dengan gemerlapnya dunia.
Aku, yang mencintai bait-bait indah dalam puisi.
Aku, yang dengan cueknya menyendiri diantara kerumunan.
Aku, yang berusaha keras untuk tetap menciptakan karya walau kadang inspirasi tak kunjung datang.
Aku yang seperti Aku.
Aku yang seperti itu...