Seolah tak bisa di tebak.
Dia tiba-tiba datang menawarkan cinta.
Hati yang meragu masih membisu.
Apakah ini nyata?
Atau hanya hembusan angin lalu yang sedang bingung mencari kemana arah ia berhembus.

Seketika langit mendung.
Gelap di awan seolah mengerti keadaan hatiku.
Tolong, beri aku asa pasti.
Aku tak ingin kau datang seperti hujan.
Deras mengalirkan cinta, namun berhenti dan meninggalkan genangan luka.
Hatiku bukan tanah kering yang mendambakan basah.