Kau bilang akan selalu ada mentari untuk awan yang mendung. Nyatanya, rintik hujan tetap terjatuh membasahi bumi. Dan mentari hanya bersembunyi dibalik siraman sendu sang hujan.

Kau bilang akan selalu ada kumbang yang hinggap di pucuk bunga, mencumbu mesra seraya menyebarkan serbuk sari, namun mengapa bunga itu layu? Dan di cabut paksa oleh tangan-tangan manusia.

Kau ingin bilang apa lagi sekarang? Bagaimana jika kali ini gantian aku yang berbicara?

Sanggupkah kau menjadi pelangi yang menjembatani gerimis hujan kepada mereka yang merindukan cinta?

Sanggupkah kau menjadi percik-percik air yang menyelimuti bunga di kala pagi?

Jika kau sanggup, lakukanlah.
Aku tak bisa menunggu lama.
Sinar mentari disini sungguh membakar raga.