Masalah sakit yang selalu di derita pada tubuh manusia, tentu tidak akan pernah ada habisnya. Jika bicara soal penyakit banyak beraneka macam pengobatan yang bisa di berikan pada si penderita. Tentu, setiap manusia ingin selalu memiliki tubuh yang sehat jasmani maupun rohani.


Di samping itu juga daya gaya hidup yang kini semakin bebas dan tak teratur membuat kita mudah sakit. Apalagi zaman now begini semua serba instan. Bukan cuma mie instan doang yang sudah ada, akan tetapi seperti makanan siap saji itu pun sebenarnya membawa dampak yang kurang baik bagi tubuh manusia.


Fakta dan Angka Hipertensi

Apa sih hipertensi itu? Kita kenal di banyak masyarakat mengatakan Tekanan Darah Tinggi. Seperti tekanan darah sistolik di atas normal tingginya bisa sampai 140mmHg sedangkan pada tekanan darah diastolik diatas 90mmHg.


Ketika saya hadir di acara Kemenkes RI yang membahas dan juga sekaligus memperingati hari hipertensi sedunia 2019 ini, rupanya angka penderita hipertensi di Indonesia sungguh tinggi.


Lalu faktor resiko hipertensi pun 
dibedakan menjadi 2 kelompok :

1. Faktor resiko yang tidak bisa di ubah seperti usia, jenis kelamin, dan genetik.

2. Faktor resiko yang bisa di ubah, di akibatkan perilaku yang tidak sehat dari penderita hipertensi ialah merokok, diet rendah serat ,konsumsi garam berlebih,kurangnya aktifitas fisik, berat badan berlebih atau kegemukan, konsumsi alkohol, dislipidemia dan stress.


Gimana sampai disini apa sudah jelas soal penyakit hipertensi? Justru saya semakin merinding karena di keluarga saya ada yang menderita hipertensi yakni mama saya dan ibu mertua.


Namun dengan adanya pertemuan dari Kemenkes RI bersama blogger saya menjadi tahu lebih dalam lagi tentang hipertensi. Penyebabnya pun di bagi menjadi 2 kelompok,

1.Hipertensi essensial atau primer ini tidak diketahui penyebabnya (90%).

2. Hipertensi sekunder ini penyebabnya dapat di tentukan (10%) seperti kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal, dan lainnya.

Oh ya dalam pertemuan ini pun para narasumber dari masing-masing spesialis dokter memberikan penjelasan bahwasannya. Untuk memeriksa lebih dalam lagi hipertensi ini harus dilakukan pengukuran darah minimal 2 kali, dengan jarak 1 minggu.


Lalu bagaimana kita supaya terhindar dari bahayanya hipertensi? Mudah kok!
Cukup jalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi gizi seimbang, batasi penggunaan gula, garam dan lemak. Selalu pertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal. Juga jangan lupa rutin olahraga. Nih yang masih merokok kalau bisa di stop deh! Juga kurangi minum alkohol.


Seperti yang di derita oleh mama saya beliau sudah mau mengurangi konsumsi garam ,lalu hindari makanan asin, makanan siap saji,makanan kaleng, dan juga bumbu penyedap makanan. Kini beliau selalu jalani pola hidup sehat. Dan tak lupa rutin periksa tekanan darah di puskesmas.


Hipertensi pun ada nama lainnya lho sebutannya the silent killer karena sering tanpa adanya timbul keluhan pada penderita. Sehingga penderita akan tahu setelah terjadinya komplikasi.


Nah, kini seluruh masyarakat Indonesia wajib tahu akan bahaya nya hipertensi bahkan kematian yang berbahaya seperti jantung, kanker, ginjal itu berasal dari hipertensi lho, karena hipertensi ini menyerang pembuluh darah. Jadi sudah pasti semua organ tubuh manusia yang didalamnya di alirkan oleh pembuluh darah dan mengalami hipertensi pasti parah semua.


Kemenkes RI pun mengajak seluruh elemen dan masyarakat untuk tingkatkan lagi gaya hidup sehat dengan perilaku CERDIK dan PATUH.

C : Cek kondisi kesehatan secara berkala
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin aktifitas fisik
D : Diet sehat dengan kalori seimbang
I : Istirahat cukup
K : Kendalikan stress


P : Periksa kesehatan secara rutin & ikuti anjuran dokter
A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat & teratur
T : Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
U : Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
H : Hindari rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya
Dan hipertensi pun jika tidak segera di obati akan berdampak resiko stroke.