"Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya pakai sepatu baru
Dua telinga saya yang kiri dan kanan
Satu mulut saya, tidak berhenti makan"
Credit
Sedari kecil kita sudah dikenalkan fungsi setiap anggota tubuh masing-masing, salah satunya mulut. Selain untuk makan, mulut pun digunakan untuk berbicara. Tetapi bagaimana kalau ketika bicara, mulut mengeluarkan bau tidak sedap ? Barangkali karena memakan sesuatu yang berbau menyengat ? atau karena masalah kesehatan mulut lain ?

Suatu kali seorang teman datang dan bercerita panjang lebar, posisi kami yang dekat membuat aroma mulutnya tercium langsung oleh saya. Spontan saja saya sedikit bergeser dan berusaha menutup hidung diam-diam. Sebenarnya ada rasa tidak enak atas sikap seperti itu, namun saya pun tak tega bila harus menyampaikan langsung tentang bau mulutnya.

Dari kejadian itu, saya pun kadang minder atau kurang percaya diri bila harus berdekatan ketika berbicara, mengingat adanya lubang di gigi. Karena pastinya orang lain pun akan sama tidak nyamannya, mencium aroma busuk dari mulut yang bau. Biasanya kita bisa mengecek mulut bau atau tidak, ketika mendekatkan telapak tangan ke mulut kemudian ditiup dengan desahan 'hagggh'.

Bau mulut tidak sedap atau halitosis dalam istilah kedokterannya, disebabkan oleh berbagai macam faktor. Bisa dari makanan, merokok, minuman tinggi kafein, mulut yang tidak terjaga kebersihannya, atau masalah kesehatan gigi dan gusi.

Tentunya saya tidak ingin mengalami kejadian serupa, sehingga mencoba melakukan kebiasaan positif :
1. Gosok gigi secara teratur.
Untuk membersihkan sisa-sisa makanan, sangat penting menyikat gigi setiap hari, dianjurkan sebelum tidur dan bangun tidur. Cara inilah yang tidak pernah saya lupa, karena lebih cepat dan mudah untuk menghilangkan bakteri serta merasakan kesegaran mulut.

2. Mengganti sikat gigi.
Penggunaan sikat gigi secara terus menerus akan membuat bulu sikatnya rusak atau mekar, sehingga harus diganti maksimal 2 bulan sekali agar tidak merusak gigi. 

3. Bersihkan lidah.
Selain gigi, menyikat lidah pun perlu dilakukan untuk menghilangkan bakteri yang bersarang di dalam mulut.

4. Berhenti merokok dan hindari kopi.
Rokok mengandung nikotin yang berbahan dasar kimiawi sehingga memicu bau mulut dan adanya plak. Sedangkan kopi mengandung senyawa sulfur yang tinggi dan bisa menyebabkan bau mulut, sehingga tidak diperbolehkan meminumnya terlalu banyak (berlebihan).

5. Berkumur dengan mouthwash atau mouthspray.
Setelah sikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (benang floss), maka berkumurlah dengan mouthwash atau obat kumur. Cara ini dilakukan untuk mengurangi kondisi asam pada mulut dan memaksimalkan kebersihan mulut terjaga.
Selain dengan obat kumur, bisa juga dengan menggunakan mouthspray, obat untuk menghilangkan bau mulut secara instan, yang disemprotkan ke dalam rongga mulut.

6. Periksakan ke dokter gigi.
Cek kesehatan gigi sangat penting dilakukan untuk memastikan kesehatan gigi atau memungkinkannya tindakan lebih lanjut.

7. Konsumsi buah dan sayur.
Mengunyah buah dan sayuran yang renyah, seperti apel, pir, atau wortel, dapat sekaligus membersihkan gigi secara alami. Mengonsumsi lemon akan membantu menghilangkan bau mulut, sedangkan untuk menetralisir bau tidak sedap dari mulut bisa dengan mengonsumsi peterseli atau daun mint.

8. Kunyah permen karet.
Dengan mengunyah permen karet rendah gula, secara otomatis mulut akan memproduksi air liur untuk mengurangi bakteri dalam mulut.

9. Minum air putih.
Salah satu manfaat banyak minum air putih yaitu dapat membersihkan dengan cepat bakteri dan kotoran lain dalam mulut.

Selama melakukan kebiasaan-kebiasaan positif tersebut, saya pun tidak terlalu khawatir ketika berdekatan dengan lawan bicara. Jangan lupa tunjukkan senyum ;)


#Day_10
#30HariKebaikanBPN