Selain dikenal sebagai pulau wisata dengan segala keindahan yang terkandung di dalamnya. Bali pun dikenal dengan pulau yang penuh dengan ciri khas yang mungkin tidak kita dapatkan di tempat-tempat lainnya selain di Bali. Ciri khas tersebut salah satunya adalah rumah adat Bali yang kental dengan tradisi dan budaya leluhur yang begitu kuat.

Saking kentalnya bahkan kita bisa dengan mudah menjumpai satu kampung memiliki bangunan rumah adat Bali yang khas. Hal inilah yang seringkali menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan kembali lagi ke Bali. Meski zaman sudah begitu modern dengan segala kecanggihan yang dimilikinya. Namun hal ini tak lantas membuat masyarakat Bali melupakan tradisi dan budaya yang diwariskan leluhur mereka sendiri. Terbukti dengan masih banyaknya rumah adat Bali yang akan kita jumpai bila datang ke sana.

Nah, dari sekian banyak rumah adat Bali yang kita jumpai mungkin banyak diantara kita yang belum mengetahui aneka model rumah adat Bali termasuk dengan nama-nama dan penjelasannya. Nah, pada kesempatan kali ini hal tersebut akan dibahas dengan rinci. Seperti apa saja? Maka mari simak informasinya di bawah ini.

Macam-Macam Bangunan Rumah Adat Bali

Arsitek yang menangani pembangunan rumah adat Bali tentunya memiliki pedoman mereka tersendiri dalam penciptaannya. Salah satu contohnya adalah berpedoman pada kosala-kosali, dengan pedoman ini maka arsitek akan dapat mendesain rumah atau bangunan yang mereka ingin dirikan. Nah, di bawah ini adalah beberapa bangunan adat Bali yang mungkin pernah atau sering anda jumpai saat berkunjung ke Bali.

Bangunan Angkul-Angkul



Bangunan rumah adat Bali pertama yang mungkin anda jumpai saat ke Bali adalah bangunan yang menyerupai seperti gapura dimana fungsi utama dari bangunan tersebut adalah sebagai sebuah pintu masuk. Bangunan ini dinamakan dengan Angkul-Angkul. Salah satu pembeda bangunan Angkul-Angkul dengan bangunan lainnya adalah terdapat atap pada bagian atas bangunan ini.

Sama seperti pembangunan gapura pada umumnya, pada bangunan Angkul-Angkul anda akan menjumpai patung dan tangga yang terpahat di bagian depan sebelum anda masuk ke dalam pintu masuk bangunan tersebut.

Di Bali sendiri anda akan bisa dengan mudah menjumpai bangunan semacam ini. Arsitektur yang membangun Angkul-Angkul biasanya tidak sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan masih berpegang teguh pada pedoman khusus.

Pamerajaan atau Paru Keluarga



Bangunan adat Bali yang selanjutnya yang bisa anda jumpai dengan mudah adalah Pamerajaan atau Paru Keluarga. Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagian besar masyarakat Bali adalah mayoritas pemeluk Agama Hindu. Nah, bangunan Pamerajaan atau Paru Keluarga adalah tempat beribadah orang Hindu.

Biasanya bangunan semacam rumah adat Bali ini akan dibangun di pojok rumah Adat Bali sebelah Timur Laut. Mereka menganggap ini adalah bangunan suci yang disakralkan sebab penghuni rumah tersebut seringkali melakukan upacara sembahyang atau mungkin melakukan dia harian pada bangunan tersebut.

Aling-Aling



Bangunan seperti rumah adat Bali lainnya yang mungkin bisa kita jumpai adalah Aling-Aling. Bila anda pernah berkunjung ke Bali dan mencapati bangunan dengan bentuk saung yang kecil di halaman sebuah rumah adat Bali maka inilah yang dinamakan dengan Aling-Aling. Bangunan seperti pos ronda berukuran mini ini biasanya ditemukan di bagian pekarangan rumah.

Tujuan dibangunnya bagian ini adalah untuk menunjang aktivitas si pemilik rumah dalam melakukan beberapa kegiatan outdoor seperti memahat patung dan lain sebagainya. Atau sebagian orang seringkali memanfaatkan tempat ini sebagai tempat untuk beristirahat.