Seandainya semua wanita bisa saling menghargai dan mendukung satu sama lain, tidak akan pernah ada wanita yang bunuh diri lantaran mengetahui suaminya sedang bersama dengan wanita lain.

Seandainya perempuan bisa saling memahami dan merasakan sakit yang dirasakan wanita lainnya, tak akan pernah ada anak-anak yang terlantar dan kehilangan kasih sayang seorang ayah yang lebih memilih bersama wanita yang bukan istrinya.

Jika saja wanita bisa saling memahami betapa sulitnya mempertahankan sebuah hubungan di tengah badai, maka tak akan ada rumah tangga yang hancur lantaran ada wanita ketiga. 

Sebagai perempuan, tak bisakah kita saling mengerti?
​​​Sebagai sesama perempuan, tidak bisakah kita saling menghargai satu sama lain? Saling menyayangi, mendukung, serta mengasihi?

Duhai wanita? Sungguh sulitkah bagi kita untuk berbagi suka dan duka? Sulitkah untuk tidak bertanya kepada teman tentang kapan menikah? Padahal, kau sendiri tahu betapa sulitnya mendapatkan seorang laki-laki yang baik dan mau menerima kita setulus hati dan penuh tanggung jawab?



Tidak bisakah kita menjaga perasaan sahabat kita sendiri tentang anak yang tak kunjung lahir dari rahimnya? Bukankah hidup, mati, jodoh, serta kelahiran adalah sepenuhnya hak Tuhan YME? Tak tahukah kamu bahwa sahabat yang kau beri pertanyaan tak henti-hentinya berdoa dan
​​​​ berusaha agar Tuhan segera menitipkan buah hati di rahimnya?

Duhai wanita ... sungguh sulitkah tidak mencintai seorang laki-laki yang kita tahu telah berkeluarga? Duhai wanita ... marilah saling mengerti, memahami, karena kita sesama wanita yang sedikit banyak memiliki kesamaan tentang perasaan. (*)