Saya punya hobby masak, jadi kalau bisa menghadiri acara yang berhubungan dengan kuliner, semangatnya pakai semangat 45. Apalagi kuliner khas dari daerah-daerah, selain nambah ilmu, yang pasti bisa icip-icip masakannya. Seperti (6/4/2019), di Almond Zucchini Cooking Studio Jakarta Selatan, saya bersama 50 blogger dan jurnalis menghadiri: “BINCANG BLOGGER & JURNALIS, PAMERAN KECIL, ICIP-ICIP KULINER BEREMPAH ANDALIMAN” dengan tema “ANDALIMAN CITARASA DANAU TOBA

Bersama narasumber: 1. Marandus Sirait (Taman Eden 100) 2. Dr. Wan Hidayati, MSi (Dinas Pariwisata & Kebudayaan Propinsi Sumatra Utara) 3. Ir. Murni Titi Resdiana, MBA (Kantor Utusan Khusus Prisiden Bidang Perubahan Iklim) 4. Dr. Amanda Katili (Omar Niode Foundation) Dimoderatori oleh Amril Taufik Gobel
Acara dibuka oleh mas Amril, dilanjutkan sambutan dari Yayasan DR Sjahrir, diwakili Amanda Katili, sebagai penyelenggara Bincang Blogger. Memperkenalkan profil Yayasan Doktor Sjahrir yaitu yayasan nirlaba yang didirikan untuk mengenang kiprah DR Sjahrir selama hidupnya, yayasan ini konsen bergerak dibidang, Lingkungan Hidup, Kesehatan dan Pendidikan. http://yayasandoktorsjahrir.id/

Marandus Sirait, Taman Eden 100. Melihat beliau sungguh berbeda, seperti pada umumnya, tapi ternyata prestasi dan kiprahnya pada lingkungan hidup patut diacungi jempol, penghargaan dari pemerintah maupun akademis sudah pernah diraihnya.
“Lebih baik menanam satu buah pohon, daripada menyimpan sebatang emas di lemari”
Andaliman sebagai tanaman utama yang sudah dibudidayakan di Taman Eden 100, bisa menjaga ekosistem perekonomian masyarakat sekitar Danau Toba, karena petani andaliman tidak akan merugi saat panen raya, dikarenakan Marandus akan menampung hasil panen petani. Sebelumnya, saat panen raya petani malas untuk memanen karena harganya murah, karena tidak ada perayaan orang Batak. Sebaliknya saat ada perayaan harga andaliman bisa mencapai 300.000/kg. Harga yang naik turunnya dratis tersebut, membuat Marandus menampung dan membuat produk olahan yang berbumbu andaliman.

Selain itu Marandus Sirait pernah diajak untuk pameran Perubahan Iklim di Katowice Polandia, yang dihadiri dari negara-negara lain, Desember 2018. Boleh dibilang andaliman sudah Go Internasional. Karena makanan yang memakai andaliman paling cepat habis oleh tamu undangan. Rasa ajaib nan unik andaliman diterima dengan baik.

ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACENTHOPODIUM)
Andaliman adalah bumbu khas dari tanah Batak, bumbu ini sudah dikenal nenek moyang orang Batak, sebelum teknologi berkembang di tanah Batak. Orang Batak dapat menikmati hidangan ikan atau daging yang masih mentah yang disebut Dengke Naniura atau Manuk Naniura. Bumbu Andaliman berperan penting didalamnya bersama bumbu kunyit dan asam jungga. Aroma dan sensasi khas dari Andaliman yang tidak bisa disamakan dengan bumbu lain di dunia, membuat makanan mentah ini menjadi nikmat.

Untuk masakan yang biasa menggunakan andaliman, masakan Arsik Ikan, Sangsang, Tanggo-tanggo, dan berbagai variasi sambal, Sambal Rias, Sambal untuk daging, Sambal untuk cocolan seperti saos. Rasa andaliman yang ajaib dan unik, pertama digigit, rasa getir, aroma khas jerukyang dominan, sedikit asam, mint, pedas dan kebas, rasa kebas (mati rasa) dikarenakan adanya kandungan hydroxyalpha sanshool.
Pada masa kini, Andaliman sudah semakin dikenal di Indonesia, karena andaliman juga, bisa digunakan pada masakan lain seperti, Lampet, Keripik, Sasagun, kopi dan teh rasa andaliman, kacang telur andaliman, sensasi rasa andaliman, bisa diaplikasikan pada masakan khas daerah lain di Indonesia dan dunia.
Tanama Andaliman yang hanya bisa hidup di ketinggian 1.100 s/d 1.500 Dpl, di hawa yang dingin. Sebenarnya menanam Andaliman tidak membutuhkan perawatan khusus, tapi sangat membutuhkan tanaman lain untuk berlindung. Sangat bagus, ditanam diantara tanaman kopi, karena kopi bagus menjadi pelindungnya.
Menanam andaliman bisa dengan dua cara, pertama dengan bij yang audah matangi, yang kedua dengan steak pucuk, cara ini lebih mudah daripada dengan biji, karena presentasi pertumbuhannya cukup tinggi, cara ini yang dilakukan di Taman Eden 100 milik Marandus Sirait, walau menanam dengan biji juga dilakukan.
Selain untuk bumbu masakan, andaliman juga bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya:
1. Sebagai antitoksin alami yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap segala serangan radikal bebas
2. Sebagai penambah darah alami
3. Melancarkan peredarqn darah dan menghindari penggumpalan darah
4. Menyehatkan mata dan menjernihkan pandangan
5. Menyehatkan tulang dan gigi
6. Menjaga kinerja otak
7. Mencegah kulit wajah pucat
8. Melancarkan mentruasi
9. Sebagai bahan aroma terapi
Berbanding lurus, supoort dari Wan Hidayati (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Sumatra Utara dan Ir. Murni Titi Resdiana, (Kantor Urusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim) Andaliman harus bisa memberikan perubahan ekosistem perekonomian yang mengarah pada Go Internasional bersama Marandus, tidak menutup kemungkinan, Andaliman akan ada di meja-meja restoran-restoran diseluruh pelosok Indonesia dan Dunia. Tidak saja makanan, tapi produk non makanan harus dikembangkan, seperti sabun, minyak, aroma terapi, dll. Danau Toba dan sekitarnya sebagai salah satu 10 destinasi wisata khusus, bekerja sama dengan Taman Eden 100, melayani agro wisata. Kuliner dengan masakan Andaliman yang halal. Akan menambah jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Semoga bisa berwisata ke Danau Toba bersama teman-teman Blogger, supaya bisa melihat langsung keindahan Danau Toba dan Taman Eden 100. đź’Ş