Terus terang, pada debat ke satu, dua dan tiga saya tidak melihatnya, hanya melihat siaran ulang dan membaca di sosial media, karena ada rasa sedikit ketakutan apabila perdebatannya akan mengarah yang tidak baik, bagi paslon 01. Aneh ya, tapi itulah rasa itu. Tapi waktu ada ajakan dari teman blogger untuk nobar debat pilpres yang ke empat, saya menyanggupinya. Karena dari hasil debat sebelumnya, paslon 01 cukup baik dalam menjawab dan memaparkan visi misi sesuai temanya. Alhamdulillah. Dan yang paling utama, saya memang harus berani melihat langsung debat pilpres ini, walau hanya dengan cara nobar. 💪💪

Debat ke lima, pada tanggal 13/4/2019, dengan tema:
“Ekonomi, Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri” alhamdulillah bisa nobar bareng unicorn, blogger, vlogger dan kaum mileneals. Senang sudah pasti, karena ini debat terakhir (pamungkas, saya menyebutnya) sebelum masa tenang, lanjut pesta demokrasi PILPRES, anggota legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD Propinsi, DPRD Kab/Kota.

Pagi sebelum debat, saya juga menghadiri pesta rakyat Merah Putih, yang diadakan di GBK. Acara intinya yang dihadiri Capres Cawapres paslon 01, JOKOWI-KMA dan jajarannya baru akan dimulai jam 16.00 tetapi antusiasme warga Jakarta dan sekitarnya, bahkan dari kota-kota lain, sungguh membuatku kagum dan tambah yakin. Inilah pilihanku. Rakyat indonesia optimis bersama paslon 01, banyak artis pendukung 01 dengan semangat 45 memberikan hiburan sebelum Jokowi hadir. Saya merinding melihat lautan manusia yang mengelu-elukan capresnya dengan sangat bersemangat. Disitulah terlihat walaupun mereka berbeda-beda, namun satu Indonesia dan tujuan untuk Indonesia lebih baik. Lepas dari GBK, saya harus berjuang untuk sampai di Kafe & Terrace Lounge Beranda, Jln K. H ahmad Dahlan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan… karena ojol pun tidak ada yang mau ambil, karena macetnya luar biasa, saya harus jalan kaki agak menjauh barulah dapat ojol yang bisa mengantarkanku ke tempat acara nobar Plipres. Alhamdulillah
Tulisan ini saya tulis, saat saya dalam perjalanan menuju kampung halaman untuk memberikan hak pilih saya untuk 01! Dalam perjalanan bergelut dengan kemacetan (sudah seperti suasana mudik lebaran), saya hanya bisa berdoa, Allah akan memberikan kelancaran dan keselamatan pada saya, bisa tepat waktu.

UNICORN

Istilah unicorn viral setelah pada debat ke dua (17/2/19) paslon 02 agak gagap menjawab pertanyaan mengenai unicorn. Di Imdonesia sendiri saat ini sudah memiliki empat, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan Go-Jek.

“Ide terbentuknya Relawan Unicorn Jokowi-Amin di motori oleh professional muda yang tergabung dalam Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan (KPPTK). 13 Februari 2019 lalu kami membuat Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek indonesia. Dimana Prof DR Kyai Maruf Amin sebagai Keynote speaker dan acara dibuka oleh Pak Rudiantara”. papar Yulian Hadromi, sebagai ketua Panitia sekaligus ketua relawan unicorn.
.”Seminar tersebut juga mengundang salah satu panelis yaitu Bukalapak sebagai Unicorn Indonesia, Itu kenapa kita akhirnya memilih nama menjadi Relawan Unicorn”. lanjut Yulian.

Kalo ingat cerita fiksi kuda unicorn, kuda unicorn umumnya dianggap sebagai simbol kesucian dan keanggunan, sementara tanduk unicorn dipercaya punya kekuatan untuk menyembuhkan penyakit dan racun.

Nah, simbol kuda unicorn ada pada paslon No. 01. Insya Allah Pak Jokowi dan Pak Kyai akan memajukan Indonesia. Unicorn juga identik dengan anak muda yang berhasil membangun usaha start upnya menjadi perusahaan besar.
Dan kami Relawan Unicorn mengajak anak-anak muda untuk memilih Paslon no 1 karena hanya merekalah yang telah memiliki visi dan misi yang jelas untuk para pembisnis pemula.

Malam ini semoga rakyat Indonesia pendukung 01 Jokowi-Amin, tunduk sejenak untuk berdoa bagi kemenangan Jokowi-Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Bismillahirohmanirrokhim.