Alergi pada anak, pastinya harus diketahui oleh para bunda khususnya, agar anak tetap bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya .

 

Saat ini  mungkin bahasan  mengenai alergi pada anak ini banyak yang belum memahaminya, khususnya alergi susu sapi  masih belum mengenali tanda-tandanya dan cara penanganan tepat untuk anak yang alergi.

SGM Eksplor Soya dalam rangka merayakan World’s Allergy Week yang dilakukan oleh World Allergy Organization mengadakan diskusi mengenai alergi susu sapi pada anak.

Hadir dalam diskusi ini Meutia Athaya, Brand Manager Allergy Care Sarihusada, Prof. Dr. dr.Budi Setiabudiawan, Sp.A(K),M.Kes , Konsultan Alergi & Imunologi Anak, Mediana Herwijayanti , Digital Marketing Sarihusada, dan Natasha Rizki, Celeb Mom.

Taukah bunda, orang tua yang memiliki alergi, resiko anak mengalami alergi 20-30%, karena itu sebagai orang tua kita harus mengenalinya, mencari pengobatan tepat dan kendalikan alerginya sehingga anak bisa tetap tumbuh kembang sesuai usianya dan menjadi anak aktif dan mandiri.

Meutia Athaya, Brand Manager Allergy Care Sarihusada menjelaskan mengenai campaign yang dilakukan saat ini adalah mengajak bunda menjadi bunda yang tanggap alergi yaitu 3K Ketahui, Konsultasikan, Kendalikan.

Kendalikan penyebab  alergi dengan nutrisi yang tepat, kendalikan alergi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Generasi Maju.

Saat ini telah ada website Alergianak.com yang bisa membantu kita  memperoleh informasi lengkap mengenai alergi yang bisa diakses kapan saja, bahkan kita bisa konsultasi dengan dokter jadi kita akan lebih paham mengenai alergi ini.

Prof. Dr. dr.Budi Setiabudiawan, Sp.A(K),M.Kes , Konsultan Alergi & Imunologi Anak memberikan penjelasan lengkap mengenai alergi yang membuka pengetahuan bunda bunda yang hadir di acara ini.

ALERGI

Menurut WHO,  di dunia ini masyarakat yang mengalami alergi sebanyak 30-40% , sampai 550 juta orang menerita alergi makanan, dan 7.5 % anak mengalami alergi susu sapi.

Protein susu sapi adalah makanan penyebab alergi  kedua setelah telur pada anak-anak di Asia.

Data dari Klinik RS Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012, 31 % dari pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi.

Alergi itu adalah respon sistem imun yang tidak normal , dalam mengenali bahan yang sebenarnya idak berbahaya bagi orang lain.

ALERGEN

adalah pencetus alergi, bisa berupa makanan dan sesuatu yang dihirup.

Makanan :

  • Susu sapi
  • Kacang kedelai
  • Kacang tanah
  • Tree Nut (hazelnut,almond, mede)
  • Ikan
  • Telur
  • Gandum
  • Makanan Laut (udang, kepiting)

YANG TERHIRUP :

  • Tungau debu rumah
  • Serbuk sari tanaman
  • Kecoa
  • Serpihan kulit binatang
  • Jamur kapang

Riwayat alergi pada keluarga, kelahiran  caesar, asap rokok dan polusi udara  adalah faktor-faltor yang bisa meningkatkan resiko alergi pada anak.

Resiko Alergi akan semakin besar, jika ada riwayat alergi dalam keluarga, bayi akan beresiko jika terdapat minimal 1 anggota keluarga (orang tua atau saudara kandung) memiliki riwayat alergi.

  • 40-60 % jika kedua keluarga memiliki riwayat alergi
  • 20-40% jika salah satu ortu mengalami alergi
  • 25-30%jika saudara memiliki riwayat alergi
  • 5-15% jika ortu tidak memiliki riwatyat alergi
  • 60-80% jika kedua ortunya alergi

Kelahiran caesar meningkatkan resiko anak menderita asma, juga mengakibatkan penundaan perkembangan bakteri baik dalam usus, yang mempengaruhi perubahan perkembangan daya tahan tubuh anak,  dan meningkatkan resiko penyaki t alergi pada anak.

GEJALA ALERGI

Kulit : dermatitis, urtikaria, angloedema (bengkak di kelopak mata/bibir)

Saluran pernafasan : asma,  hidung berair, bersin, batuk kronis, tidak disertai  demam

Saluran cerna : kolik, muntah, diare berdarah, konstipasi, gumoh

CARA BEDAKAN ALERGI DAN INFEKSI

  • Ketahui Gejalanya : disertai demam tidak?
  • Apakah saat siang lebih sering terjai dibanding pagi atau malam
  • Apakah ingus/dahak kental/berwarna?
JIKA SALAH SATU DIJAWAB IYA mungkin anak kita terkena INFEKSI, jika semua dijawab TIDAK mungkin anak kita terkena ALERGI.

DAMPAK ALERGI

  • Kesehatan : meningkatkan resiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, sakit jantung
  • Gangguan Tumbuh Kembang : keterlambatan pertumbuhan karena adanya pantangan makanan tertentu
  • Ekonomi : biaya pengobatan meningkat, kehilangan pendapatan karena sering sakit
  • PSikologi : stres pada anak dan irang tua, menurunkan kualitas hidup anak

ALERGI SUSU SAPI

Kasein dan whey adalah protein dalam susu yang menyebabkan reaksi alergi. Reaksi ini  bisa diperanatarai dengan IgE atau non IgE.

Reaksi alergi karena IgE  cenderung lebih berat, lebih lama untuk sembuh tapi lebih mudah mendiagnosisnya.

Alergi susu sapi adalah salah satu reaksi simpang makanan

  • Angka kejadian 0,5-7.5%
  • Akan berkurang dengan bertambahnya usia
  • Terbanyak adalah dermatitis atopik (35%)

MENGATASI ALERGI :

  • Berikan ASI Ekskusif , karena mengandung alergen makanan dalam jumlah yang sedikit
  • Berikan  hidrolisat parsial,  dengan terapi hidrolisat ekstensif, synthetic amino acid dimana protein atau peptida dan rantai peptidanya lebih pendek dan molekul yang kecil sehingga alergenisitas lebih rendah

PENCEGAHAN ALERGI (REKOMENDASI IDAI)

  • Saat hamil : tidak ada pantangan makanan tertentu
  • Sesudah lahir : berikan asi ekslusif 6 bulan, MPASI tepat waktu mulai 6 bulan, tidak ada pantangan makanan
  • Lingkungan : hindari asap rokok aktif dan pasif
  • Saat ASI tidak bisa diberikan karena indikasi medis, berikan protein terhidrolisa parsial sebagai alternatif nutrisi.

REKOMENDASI ALERGI ANAK ALERGI SUSU SAPI (IDAI)

  • Hindari protein susu sapi dan produk olahannya
  • Berikan obat-obatan sesuai inikasi, lakukan konsultasi dengan dokter anak
  • Saat mengkonsumsi produk olahan, perhatikan labelnya
  • Pilih nutrisi dengan formula terhidrolisis ekstensif sempurna, formula bebas asam amino, formula kedelai jika ASI tidak bisa diberikan

SOYA

Analisa menunjukan konsumsi soya tidak berefek  negatif pada fungsi reproduksi dan endoktrin, imun dan kognitif , formula soya aman untuk mendukung tumbuh kembang anak ujar Prof  Budi.

Jadi intinya sebagai orang tua, kenali alergi, konsultasi dengan memilih dokter yang tepat yang bisa melakukan diagnosa dengan detail mengenai alergi apa yang sebenarnya diderita oleh anak kita, sehingga tes alergi  dan pengobatannya yang dilakukan akan tepat.

Pesan Prof. Budi ingat ingatlah mengenai apa yang kira kira bisa menjadi pemicu alergi anak, saat anak belum kambuh alerginya, dan jawablah dengan detail agar diagnosa dokternya akan menjadi sangat tepat dan mendekati.

Karena selama ini saat anak saya alergi, saya berfikir penyebabnya adalah makanan, padahal bisa juga dari yang terhirup seperti debu.

Soya direkomendasikan IDAI sebagai salah satu alternatif nutrisi pada anak  usia 0-12 bulan dengan penggunaan dibawah pengawasan dokter.

Salah satu solusi nya , anak bisa diberikan agar anak  tetap aktif . Berikan SGM Soya yang mengandung protein kedelai berkualitas,  OMEGA 3 DAN MINYAK IKAN , lengkap dengan NUTRISI Kalsium , serat pangan inulin, 13 vitamin dan 11 mineral penting lainnya untuk mendukung pertumbuhannya.

Susu pertumbuhan untuk mendukung kebutuhan nutrisi si kecil yang mengalami alergi susu sapi/galaktosemia.

SGM Eksplor Soya merupakan formula yang menggunakan Isolat Protein Kedelai sebagai sumber proteinnya, sehingga dapat diberikan kepada :

– Anak yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi

– Anak yang menderita Galaktosemia

Rasa:

Honey (400 gr)

Vanilla (400 gr)

SGM Eksplor Soya dengan Presinutri+ untuk anak usia 1-5 tahun  mengandung :

  • Asam Linoleat Omega 6 (560 mg/saji)
    • Protein (4 g)

Protein merupakan komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak..

  • Vitamin D3 (60%)
    • Kalsium (25%)

Vitamin D membantu penyerapan Kalsium. Kalsium berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

  • Vitamin A (40%)
    • Zinc (30%)

Vitamin A dapat membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan (mata, saluran pencernaan, saluran pernafasan dan kulit).

  • Vitamin C (50%)
    • Zat Besi (40%)

Zat Besi merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Dok : www.sarihusada.co.id

Cara pembuatan : Masukkan 4 sendok makan (40gr) SGM Eksplor Soya ke dalam 1 gelas air matang hangat (180 ml). Aduk sampai larut.

Simpanlah  di tempat yang kering dan bersih. Setelah dibuka, tutuplah dengan cara melipat kantung sachet beberapa kali dan simpan dalam wadah kering, bersih dan tertutup rapat dan tidak lebih dari 1 (satu) bulan.

Telepon :
carelineSGM@sarihusada.co.id
Facebook :
Aku Anak SGM
www.facebook.com/AkuAnakSGM
Website :
www.akuanaksgm.co.id

 

Ref :

www.sarihusada.co.id