Assalamualaikum semua! Hari ini saya mau nulis review tentang makeup. Bukan produk baru sih, ini saya punya udah lama. Udah sering pakai juga produknya. Merupakan salah satu produk decorative yang cukup esensial dalam ber-makeup, yang mau saya review kali ini adalah eyeshadow palette! Dulu pas masih awal-awal belajar makeup saya nggak langsung beli eyeshadow palette, belinya yang compact kecil-kecil dulu. Trus lama-lama kepingin juga punya satu palette yang beragam warnanya, jadi bisa puas mix and match eyeshadow look. Setelah beli satu palette, saya tertarik beli-beli lagi. Termasuk ini nih yang mau di-review sekarang. Eyeshadow palette-nya Focallure Twillight!


Focallure merupakan merek dagang asal China yang terkenal dengan harga terjangkau tapi kualitas bisa dibilang bagus. Brand ini mengeluarkan produk-produk makeup, tapi sejauh yang saya kenal paling terkenal lini eyeshadow palette-nya. Focallure memang punya beragam variasi eyeshadow palette, dikit-dikit keluar yang baru sampai saya nggak tahu sebenernya mereka sudah punya berapa jumlah produk eyeshadow palette. Saya beli varian Twillight. Alasan belinya karena waktu itu kepingin punya eyeshadow palette dari Focallure, trus searching di Google yang paling sering muncul tuh Twillight jadi dapat pandangannya milih ini. Beli online waktu itu dengan harga Rp.166.000 belum termasuk ongkos kirim. Lupa saya nama seller atau online shop-nya, tapi produk ini mudah sekali kok ditemukan penjualnya karena bertaburan di dunia maya. Harga produk sangat bervariasi tergantung tempat pembelian, saya nggak tahu sebetulnya harga asli dari pabrik berapa tapi yang beredar tuh kisaran harganya di bawah dua ratus ribuan. Ini termasuk murah kalau menurut saya untuk ukuran eyeshadow palette impor.


Focallure mengemas eyeshadow Twillight-nya dalam box karton doff berwarna seperti senja waktu matahari mau terbenam. Nuansanya tuh elegan mysterious dengan perpaduan warna coklat sebagai dasar dan digradasi pakai warna merah menuju orange kekuningan. Pandangan pertama, saya suka warna box ini. Di tengah box ada persegi berisikan nama produk yaitu 18 Shades Full Function Palette Twillight The Limited Edition Focallure. Wuih panjang sekali ya namanya dan ternyata ini tuh nggak disebut eyeshadow melainkan full function palette. Oke jadi saya ralat pernyataan di atas yang mengatakan bahwa ini adalah eyeshadow palette. Tapi nggak salah-salah amat juga sih saya katakan begitu, karena toh palette ini kebanyakan saya pakai untuk eyeshadow.


Box ini dalamnya berisi satu palette persegi panjang dengan bahan cardboard di luarnya. Desain dan warnanya sama persis seperti box, cuma ini glossy mantul gitu lapisannya. Pada sisi belakang paduan warnanya masih sama, tapi dengan lebih banyak tulisan yang tertera dalam persegi hitam di tengah kemasan. Ada tulisan nama produk lagi tapi beda sama yang ditulis di depan. Di belakang ini nulisnya sama kayak yang saya ketik di judul. Gimana sih ini Focallure? Sekarang baru disebut kalau ini tuh eyeshadow palette. Ah bikin pusing aing. Yaudah ralat lagi pokoknya ini mah eyeshadow palette, saya nggak salah sebut.

Keterangannya ditulis dalam bahasa Inggris, kira-kira begini terjemahan saya. Ini merupakan eyeshadow koleksi penting dengan delapan belas shade termasuk warna netral dan tema warna berry, mungkin maksudnya antara pink ke merah ke ungu ya. Formulanya tahan hingga berjam-jam dengan ukuran yang mudah dibawa sehingga praktis untuk pemakaian saat bepergian. Trus ada ingredients yang silahkan baca sendiri di foto. Lalu lambang PAO atau period after opening yang mencapai 24 bulan dan lambang daur ulang, juga lambang kelinci cruelty free yang artinya produk tidak melakukan percobaan pada binatang dalam proses pembuatannya. Ini agak meragukan sih bagi saya karena produknya dibuat di China yang notabene dikatakan melakukan animal testing pada produk kosmetik buatan negaranya. Saya udah searching dan nemu artikel tentang penghapusan animal testing di China tapi artikel tersebut bertahun 2019 yang artinya baru tahun ini sementara saya beli Focallure Twillight udah tahun lalu. Tapi ya semoga saja beneran cruelty free karena saya penyayang binatang yang nggak suka mereka dijadikan subject uji coba demi kepuasan manusia. Oh iya lalu di belakang nama produk ini tadi ada tulisan FA-40 yang saya rasa adalah kode varian Twillight. Karena ini produk eyeshadow fungsinya tentu untuk makeup area mata, tapi pernah juga saya pakai untuk blush on karena warnanya kebetulan sesuai.


Kemasan cardboard Focallure Twillight ini ringan, kalo diketok berasa rapuh seperti saya. Nggak kokoh gitu rasanya, tipis juga bagian tutupnya yang waktu dibuka sisi dalamnya berwarna hitam lagi-lagi dengan nama produk tertera yang beda lagi penulisannya. Nah di balik tutup terdapat susunan delapan belas eyeshadow dalam jajaran tiga kali enam kotak-kotak warna. Kotaknya tuh ditanam dalam kemasan cardboard jadi nggak menonjol ke atas. Mereka dipisahkan oleh bagian sekat-sekat warna keemasan yang sekaligus jadi warna latar. Sisi dalam ini lapisannya masih glossy, dengan bagian yang warna emas agak holographic dan licin gitu jadi nggak gampang ketempel serbuk eyeshadow.


Kedelapan belas warna eyeshadow ini terdiri atas jenis matteshimmer, dan glitter. Warna matte-nya ada delapan sementara shimmer enam dan glitter empat. Tekstur masing-masing warna berbeda. Ada yang menurut saya keras chalky kayak megang kapur, ada yang sedang halus, ada yang empuk banget creamy kayak pigmen warna di-press. Belum lama ini kan Focallure baru saja mengeluarkan kolaborasi face palette-nya dengan salah satu beauty influencer ternama yang katanya itu produk udah dibuat prototype sejak lama walau baru diluncurkan sekarang. Trus setelah produk itu mulai dibuat dulu akhirnya palette-palette eyeshadow Focallure yang diproduksi berikutnya ngikutin formula eyeshadow dalam face palette tersebut. Saya nggak tahu Twillight ini dibuat kapan dan saya juga nggak beli palette kolaborasi Focallure, tapi menurut saya memang ada kemiripan sih antara palette ini sama yang disebut dalam review face palette mereka.

Sempet ragu mau ngasih lihat swatch eyeshadow palette ini atau tidak karena bingung naruhnya di mana. Di lengan takut nunjukin aurat, di kertas warnanya nggak kelihatan perbandingan sama kulit. Tapi setelah saya pikir dan pertimbangkan akhirnya saya putuskan nge-swatch juga di lengan. Mungkin kelak akan dihapus fotonya atau mungkin saya perlu pinjam lengan orang lain gitu buat swatch. Nah inilah swatch seluruh shade-nya, karena ada delapan belas warna jadi saya bagi dua. Kalau sekali langsung semua nggak muat tempatnya. Ini untuk dapat warna yang jelas semua warna matte-nya saya swatch berulang, ada yang cukup dua kali ada juga yang lebih dari empat kali seingat saya tergantung pigmentasi mereka. Kalau yang shimmer maupun glitter semua sekali aja intens. Mari kita mulai ya! Urutannya dari kiri atas lalu menyamping ke kanan trus ulangi bawahnya kalo dilihat dari posisi palette horizontal. Saya sekalian akan kasih deskripsi semua warna satu persatu dalam perbendaharaan kata-kata saya.



Naked
Ini yang saya bilang teksturnya keras chalky dan warnanya susah keluar. Untuk bikin swatch sampai keintensan warna di foto saya perlu ngambil produknya berulang-ulang. Agak powdery dan nggak mau nempel. Pas udah saya swatch dia menyerbuk gitu sampai bisa ditiup. Warnanya putih undertone pink samar. Di kelopak mata warnanya sama sekali nggak mau keluar. Malah kayak pakai bedak translucent gitu hasilnya.

Camel
Sama keras kayak Naked cuma ini sedikiit banget lebih nggak chalky. Warnanya krem terang kekuningan, di kelopak mata mau keluar tapi samar.

Tangerine
Teksturnya halus nggak sekeras yang dua pertama tadi dan ini warnanya langsung keluar sekali colek dan ulas. Sesuai dengan namanya shade ini berwarna orange. Segar banget, bisa saya pakai sebagai eyeshadow maupun digunakan untuk blush on. Semua warna matte setelah ini teksturnya sama kayak Tangerine kecuali yang saya sebut tidak jadi nggak saya jelaskan satu persatu.

Amber
Warna bata, antara orange atau kemerahan. Bagus kalau saya saya gradasi sama Tangerine karena senada.

Needfire
Shade shimmer pertama, teksturnya empuk creamy buttery bisa dilihat kan bekas jari saya nyoleknya. Ini yang saya bilang press pigment dengan warna coklat keemasan. Semua warna shimmer setelah ini teksturnya sama kayak Needfire, kecuali yang saya bahas tidak nanti.

Tiramisu
Warna maroon, antara merah dan warm brown.

The Palace
Warna mewah kecintaan saya, kuning emas shimmery! Bagus banget ini warnanya buat inner corner bahkan untuk topper bagian depan atau tengah kelopak mata. Kalau lagi iseng saya bisa gunakan ini untuk highlighter juga. Mancap!

Sun Ray
Nggak se-creamy Needfire teksturnya, ini biasa aja bukan press pigment. Warnanya krem shimmer.

Summon
Yang ini glitter. Warnanya unik, antara coklat kopi agak abu-abu tapi dual chrome ada hijaunya juga.


Byzantine
Warna glitter dual chrome lagi, biru dengan ungu.

Twillight Lavender
Cuma warna ini yang ada embel-embel nama palette-nya. Warnanya ungu plum.

Magic
Cool brown gelap.

Copper Rose
Warna mauve glitter.

Sunrise
Warna coklat karamel, ini teksturnya juga nggak terlalu creamy.

Party
Warna burgundy glitter.

Ruby
Pink gelap shimmer aja, teksturnya nggak creamy juga.

Rose Vale
Warnanya sama kayak Ruby, tapi ini versi matte.

Chili
Warna hitam keabu-abuan, ini chalky juga walau nggak sekeras Naked. Warnanya susah keluar juga padahal gelap.

Dari seluruh shade hampir semuanya kepakai sih oleh saya. Tapi tetep ada warna yang gagal menurut saya, yaitu dua warna matte teratas dan satu warna terakhir. Padahal ketiganya termasuk warna yang penting untuk eyeshadow loh, warna muda biasanya untuk transisi sementara gelap untuk outer cuma malah warna seesensial itu jelek kualitasnya. Kalau warna shimmer dan glitter semuanya kepakai, cuman paling sering saya gunakan tuh yang warna-warna netral. Cara pakai saya untuk eyeshadow dalam palette ini untuk warna matte-nya lebih baik pakai kuas, tapi yang shimmer atau glitter pakai jari apalagi dibasahin lebih mantap pigmentasinya. Pas dipakai untuk soal ada tidaknya warna yang rontok, itu tergantung keahlian si pemakai. Agar tidak rontok sih bisa dengan menepuk kuas eyeshadow-nya sebelum diaplikasikan ke kelopak mata, tapi kalau pakai jari sih nggak usah. Bisa juga dengan baking under eye biar nanti selesai pakai eyeshadow bedak yang kerontokan warna bisa disapu.

Warna matte dari eyeshadow palette ini daya tahannya cukup bagus, saya biasanya pakai seharian dan masih berwarna. Tapi warna shimmer dan glitter-nya cuma nyala di awal. Lama-lama akan redup gitu walau warnanya tetap nempel. Kesimpulannya sih saya suka produk ini, murah dengan warna yang banyak dan dipakai cukup bagus walau tidak sempurna. Saya cukup sering pakai palette ini untuk eyeshadow, dan masih suka bereksperimen dengannya. Nah cukup sekian dulu ya review saya hari ini. Terimakasih sudah baca dan semoga bermanfaat!