muslimah traveller, travelling bareng mertua, susah sinyal, sinyal susah di labuan bajo, travelling asik, travelling murah, tips liburan labuan bajo
(Aku diantara pulau-pulau indah Labuan Bajo. Dokpri)

Hai semuanya, kembali lagi pada rumah blog yang merupakan kelanjutan dari travelling Grandys saat ke Labuan Bajo kemarin. Sempat hiatus beberapa waktu, karena mengalami shock akibat draft blogging nya hilang akibat kelalaian aku sendiri. Curhat dulu deh ya, karena terbiasa menulis di laptop biar tulisannya ngalir dan lancar, dan aku langsung menulisnya di laman blogger dot com sekaligus mematikan paketan internet (untuk menghemat beib). Dan itu draft nya tinggal insert gambar aja dan tetiba aku harus buru-buru karena bersiap untuk pergi ke sebuah tempat dan aku mematikan laptop dan lupa kalo aku sedang off paket internetnya. Sedih banget aku tuh, ada ga teman-teman punya solusi buat menulis di blog agar tidak mengalami kejadian yang berulang lagi. Give me some advice on comment below yes!

Lanjut ya, jadi selama aku menginjakkan kai di Bandar Udara Komodo, aku merasakan atmosfir yang berbeda, lebih tepatnya karena saking excited nya buat segera explore Labuan Bajo nya aku langsung menyalakan paketan internet, yang setelah selama 2 jam 15 menit dalam keadaan off karena berada di pesawat. Pas aku nyalakan, lah kok cuma 2G aja yang ditangkap oleh sinyal nya ini. Kan sedih aku tuh, yang mana drama soal penjemputan dari bandara menuju hotel dimulai dari sini guys

Jadi, aku butuh koordinasi sama kakak ipar aku buat harus mengkontak atas nama hotel dan aku tidak mendapat kabar itu. Pontang-pantinglah aku mencari sinyal dan udah nyerah aja sama si kuning ini dan bergegas masuk area bandara untuk mendapatkan akses WiFi. Dan ternyata sama aja guys haha, masih gabisa tekoneksi dan awaktu 30 menit terbuang untuk proses sinkronisasi ini semua yang berakhir aku harus menuju pintu keberangkatan, karena disanalah sinyal WiFi yang paling stabil. Setibanya aku di pintu keberangkatan yang katanya langsung terkoneksi, berakhir tidak ada koneksi juga haha. Akhirnya aku ngapain coba? Ya aku berusaha untuk mengobrol dengan petugas setempat persoalan masalahku ini dan aku akhirnya diberi hotspot oleh mas-mas petugas bandara dan akhirnya aku bisa melakukan koordinasi hingga aku bertemu dengan petugas hotel.  


muslimah traveller, travelling bareng mertua, susah sinyal, sinyal susah di labuan bajo, travelling asik, travelling murah, tips liburan labuan bajo
(Apalagi dikapal ini. Bukan susah sinyal lagi, No Signal guys. Dokpri)
 Drama susah sinyal ini benar-benar terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur dan benar-benar aku merasakan susahnya saat itu. Sebenarnya ada hikmah dari susah sinyal ini, karena aku bisa sangat menikmati setiap detik moment travelling aku tanpa harus sedikit-dikit update. Bagi aku ya aku memotret dan menuliskan sesuai dengan apa yang aku lihat dan rasakan. Itu semua didapat ketika kita benar-benar merasa hadir di saat itu, di moment itu. Tapi tetep aja kan, jaman now kalo harus susah sinyal itu berasa banget ribet dan misscommunication nya. 

(Para Narasumber Menuju Indonesia Merdeka Sinyal. Dokrpi)
Dan pada kesempatan kali ini juga, aku bisa hadir pada forum diskusi di Kemkominfo tentang Menuju Indonesia Bebas Sinyal yang so related banget atas apa yang menimpaku liburan ke Labuan Bajo beberapa minggu yang lalu. Pertama, bapak Anang Latief (Badan Aksesbilitas dan Telekomunikasi) yang bercerita tentang sejarah dari pemberian nama "merdeka sinyal" ini. Dalam diskusi ini, pak Anang menyampaikan dalam presentasinya melalui gambaran peta sebaran sinyal di Indonesia mulai dari 2G, 3G hingga 4G ini dalam kurun beberapa tahun mengalami peningkatan hingga populer disebut sebagai tol langit. Membahas sinyal, berarti ada yang bekerja memang concern pada pengurusan aktivitas di langit, hingga pak Anang sangat berharap dalam tahap persiapan menuju revolusi industri 4.0 ini, Indonesia secara SDM dan SDA nya sangat mencukupi untuk memajukan fasilitas teknologi dengan pembangunan kembali Palapa Ring. 


internet of thing, susah sinyal, tidak lagi susah sinyal, indonesia merdeka sinyal, palapa ring, kominfo
(Pemetaan jaringan 2G, 3G, 4G. Dokpri)

Selanjutnya oleh bapak Meidiyanti Andwiputro  (GM Marketing PT. Pasifik Satelit Nusantara) juga yang semakin menguatkan perluanya Internet of Things (IoT) ini merata tanpa ada kesenjangan di beberapa daerah dan desa di Indonesia. Paparnya dalam diskusi kali ini, ada 25 ribu desa yang tidak memiliki koneksi komunikasi internet secara memadai. Nah, hal ini lah yang aku alami saat liburan ke Labuan Bajo beberapa minggu yang lalu. Sehingga dalam kesempatannya kali ini, PSN sebagai perusahaan satelit swasta dan tertua di Indonesia, ingin berkontribusi bersama pemerintah dalam peluncuran Satelit Nusantara. 

Semakin bertambah juga pengetahuan tentang betapa bekerja kerasnya pemerintah dalam mengusahakan hadirnya kecepatan internet berserta mencangkup seluruh wilayah Indonesia sehingga pada diskusi lanjutan mengenai Making Indonesia 4.0 telah hadir bapak Janu Suryanto (Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementrian Perindustrian) untuk menyampaikan betapa harus giatnya kita untuk terbebas dari import beberapa produk luar. Yang disoroti disini adalah dalam hal bidang IT dan erat kaitannya dengan bahasan kita soal merdeka sinyal ini. Dengan adanya peluncuran Palapa Ring, nantinya Indonesia yakin menjadi pemain pasar industri masa depan sebagai wujud dalam ketahanan NKRI tercinta ini. 

internet of thing, susah sinyal, tidak lagi susah sinyal, indonesia merdeka sinyal, palapa ring, kominfo
(Terlaksananya UNBK dengan sistem komputer di NTT. Dokpri)

Dan terakhir yang paling menyenangkan dalam sesi ini adalah hadirnya bapak Aba Maulaka (Kadis Kominfo Provinsi NTT) sebagai perwakilan dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, yang berhalangan hadir. Dalam setiap penyampaiannya, bapak Aba begitu lugas dan aku sangat interest untuk terus mendengarkan setiap detail pemaparannya. Dalam perbincangannya, bapak Aba menyinggung potensi besar yag dihasilkan dari daerah Sumba dan juga Manggarai Barat dari segi perternakan seperti Sapi. Dan sudah dibuktikan dengan semakin terealisasinya jaringan internet yang memadai untuk masyrakat NTT, salah satu sekolah yaitu SMAN 1 Malaka Barat, Kabupaten Malaka-NTT memberikan testimoni bahwa berhasil melakukan UNBK dengan menggunakan sistem komputerisasi dan digital ini. Semoga next aku bisa menggunjungi Sumba dan kepulauan Ende ya pak, doakan aku agar bisa memotret dan merekam keindahan negeriku tercinta, Indonesia ini melalui laman blogger dot com ini.

Kedepannya, aku sangat yakin Indonesia kita bisa sangat berperan besar dalam revolusi industri 4.0 ini agar IoT semakin meluas dan jaringan yang tidak ada lelet-lelet lagi bisa secara merata dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Demikian informasi dari kisah travelling aku saat liburan di Labuan Bajo dan sangat relate dengan diskusi yang tidak jauh-jauh dari kepulangan aku saat ke Labuan Bajo. Semakin berkembang dan kuat akan penanaman sinyal ini karena banyak sekali kendala di lapangan yang kita tidak tahu, dan para stakeholder dalam proyek ini kita doakan selalu diberikan kelancaran menuju Indonesia merdeka sinyal. Indonesia maju!